Sabtu, 24 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Merugi, Angkasa Pura II Tidak Kurangi Karyawan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Efek domino terjadi akibat kenaikan harga tiket beberapa waktu lalu. PT Angkasa Pura II Pekanbaru sebagai pengelola Bandara SSK II Pekanbaru mengalami kerugian.

Manager of Airport Operation and Service  Imran Chandra mengatakan hasil perhitungan pihaknya setiap bulan Angkasa Pura diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar Rp4,7 miliar. Imran memaparkan kerugian ini dihitung sudah terjadi sejak Januari 2019. Jika diestimasikan, hingga Mei Angkasa Pura telah mengalami kerugian mencapai Rp23,5 miliar.

“Iya pasti berdampak. Seperti, porter juga pendapatan kan dari penumpang. Kalau sepi, pendapatan juga kurang,” ujar Imran Chandra kepada Riau Pos, Senin (17/6).

Ketika ditanya mengenai pengurangan karyawan Angkasa Pura II, Imran menjawab, sejauh ini pihaknya belum memikirkan ke arah sana. Sebab, untuk penggajian karyawan, Angkasa Pura II masih bisa membayar hak-hak karyawan tersebut. “Dananya masih ada untuk itu. Masih jauh,” sambungnya.

Baca Juga:  Kritik Komnas HAM, Begini Kata Anggota DPR RI Ini soal Hukuman Mati

Kendati demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kerugian dengan berupaya menambah pendapatan. Apabila tidak bisa, maka akan mencoba menekan biaya seminim mungkin.  “Hal-hal yang tidak perlu, tidak dikeluarkan. Masuk dalam penghematan lampu dan segala macam. Bukan hanya Angkasa Pura saja, pariwisata, hotel, travel agent itu berimbas juga,” terangnya.

Sebelumnya, harga tiket pesawat di beberapa situs e-commerce terpantau mencapai Rp7 hingga Rp9 juta. Menurutnya, masyarakat bisa mengecek harga bisa langsung ke airlines-nya juga.

“Bukan karena harganya tinggi, tapi karena rutenya panjang. Kalau patokannya sesuai ketetapan oleh pemerintah itu point to point, Pekanbaru-Jakarta. Mahal tadi, rutenya Pekanbaru-Jakarta itu mesti lewat Batam atau Kualanamu, jadi mahal,” jelasnya.(*1)

Baca Juga:  Jemaah Calon Haji Masuk Asrama Haji Mulai 3 Juni

   

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Efek domino terjadi akibat kenaikan harga tiket beberapa waktu lalu. PT Angkasa Pura II Pekanbaru sebagai pengelola Bandara SSK II Pekanbaru mengalami kerugian.

Manager of Airport Operation and Service  Imran Chandra mengatakan hasil perhitungan pihaknya setiap bulan Angkasa Pura diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar Rp4,7 miliar. Imran memaparkan kerugian ini dihitung sudah terjadi sejak Januari 2019. Jika diestimasikan, hingga Mei Angkasa Pura telah mengalami kerugian mencapai Rp23,5 miliar.

“Iya pasti berdampak. Seperti, porter juga pendapatan kan dari penumpang. Kalau sepi, pendapatan juga kurang,” ujar Imran Chandra kepada Riau Pos, Senin (17/6).

Ketika ditanya mengenai pengurangan karyawan Angkasa Pura II, Imran menjawab, sejauh ini pihaknya belum memikirkan ke arah sana. Sebab, untuk penggajian karyawan, Angkasa Pura II masih bisa membayar hak-hak karyawan tersebut. “Dananya masih ada untuk itu. Masih jauh,” sambungnya.

Baca Juga:  Cari Solusi Kelangkaan Daging

Kendati demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kerugian dengan berupaya menambah pendapatan. Apabila tidak bisa, maka akan mencoba menekan biaya seminim mungkin.  “Hal-hal yang tidak perlu, tidak dikeluarkan. Masuk dalam penghematan lampu dan segala macam. Bukan hanya Angkasa Pura saja, pariwisata, hotel, travel agent itu berimbas juga,” terangnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, harga tiket pesawat di beberapa situs e-commerce terpantau mencapai Rp7 hingga Rp9 juta. Menurutnya, masyarakat bisa mengecek harga bisa langsung ke airlines-nya juga.

“Bukan karena harganya tinggi, tapi karena rutenya panjang. Kalau patokannya sesuai ketetapan oleh pemerintah itu point to point, Pekanbaru-Jakarta. Mahal tadi, rutenya Pekanbaru-Jakarta itu mesti lewat Batam atau Kualanamu, jadi mahal,” jelasnya.(*1)

- Advertisement -
Baca Juga:  Apo Cito Pabrik Paola Ikan Du?

   

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Efek domino terjadi akibat kenaikan harga tiket beberapa waktu lalu. PT Angkasa Pura II Pekanbaru sebagai pengelola Bandara SSK II Pekanbaru mengalami kerugian.

Manager of Airport Operation and Service  Imran Chandra mengatakan hasil perhitungan pihaknya setiap bulan Angkasa Pura diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar Rp4,7 miliar. Imran memaparkan kerugian ini dihitung sudah terjadi sejak Januari 2019. Jika diestimasikan, hingga Mei Angkasa Pura telah mengalami kerugian mencapai Rp23,5 miliar.

“Iya pasti berdampak. Seperti, porter juga pendapatan kan dari penumpang. Kalau sepi, pendapatan juga kurang,” ujar Imran Chandra kepada Riau Pos, Senin (17/6).

Ketika ditanya mengenai pengurangan karyawan Angkasa Pura II, Imran menjawab, sejauh ini pihaknya belum memikirkan ke arah sana. Sebab, untuk penggajian karyawan, Angkasa Pura II masih bisa membayar hak-hak karyawan tersebut. “Dananya masih ada untuk itu. Masih jauh,” sambungnya.

Baca Juga:  Tertangkap Virus

Kendati demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kerugian dengan berupaya menambah pendapatan. Apabila tidak bisa, maka akan mencoba menekan biaya seminim mungkin.  “Hal-hal yang tidak perlu, tidak dikeluarkan. Masuk dalam penghematan lampu dan segala macam. Bukan hanya Angkasa Pura saja, pariwisata, hotel, travel agent itu berimbas juga,” terangnya.

Sebelumnya, harga tiket pesawat di beberapa situs e-commerce terpantau mencapai Rp7 hingga Rp9 juta. Menurutnya, masyarakat bisa mengecek harga bisa langsung ke airlines-nya juga.

“Bukan karena harganya tinggi, tapi karena rutenya panjang. Kalau patokannya sesuai ketetapan oleh pemerintah itu point to point, Pekanbaru-Jakarta. Mahal tadi, rutenya Pekanbaru-Jakarta itu mesti lewat Batam atau Kualanamu, jadi mahal,” jelasnya.(*1)

Baca Juga:  Prilly Latuconsina Putus dengan Maxime Bouttier

   

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari