Rabu, 18 Februari 2026
- Advertisement -

Jantung hingga Kanker, Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50 Triliun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp190,3 triliun untuk membayar biaya pelayanan kesehatan, mencakup layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga layanan rujukan di rumah sakit.

Dari total tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun digunakan untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit kronis. Penyakit yang paling banyak menyedot anggaran meliputi jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, Selasa (17/2) menuturkan, penyakit jantung menduduki peringkat pertama dengan total 29,7 juta kasus dan biaya mencapai Rp17,3 triliun.

Sementara itu, gagal ginjal menempati peringkat kedua dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun. Disusul kanker sebanyak 7,2 juta kasus dengan pembiayaan Rp10,3 triliun.

Baca Juga:  Manajer BCL: Ashraf Tidak Punya Riwayat Penyakit Jantung

“Dari tahun ke tahun, biaya yang dibayarkan untuk penyakit kronis makin meningkat. Padahal penyakit-penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah sejak dini jika kita konsisten menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Menurut Rizzky, mayoritas penyakit kronis berkaitan erat dengan gaya hidup. Risiko penyakit dapat ditekan melalui langkah pencegahan seperti rutin beraktivitas fisik.

Sebagai upaya promotif dan preventif, BPJS Kesehatan menginisiasi program Gerak 335, yakni aktivitas jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang lima kali hingga total 30 menit. Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa memerlukan alat khusus.

Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, website resmi BPJS Kesehatan, maupun langsung ke FKTP. Proses pengisian hanya membutuhkan waktu 5–10 menit.

Baca Juga:  Layanan Kemoterapi Bisa Gunakan BPJS Kesehatan Kini Tersedia di RS Awal Bros Panam

“Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya,” tutup Rizzky.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp190,3 triliun untuk membayar biaya pelayanan kesehatan, mencakup layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga layanan rujukan di rumah sakit.

Dari total tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun digunakan untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit kronis. Penyakit yang paling banyak menyedot anggaran meliputi jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, Selasa (17/2) menuturkan, penyakit jantung menduduki peringkat pertama dengan total 29,7 juta kasus dan biaya mencapai Rp17,3 triliun.

Sementara itu, gagal ginjal menempati peringkat kedua dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun. Disusul kanker sebanyak 7,2 juta kasus dengan pembiayaan Rp10,3 triliun.

Baca Juga:  Pemkab Rohul Mulai Reaktivasi 50.681 Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan

“Dari tahun ke tahun, biaya yang dibayarkan untuk penyakit kronis makin meningkat. Padahal penyakit-penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah sejak dini jika kita konsisten menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut Rizzky, mayoritas penyakit kronis berkaitan erat dengan gaya hidup. Risiko penyakit dapat ditekan melalui langkah pencegahan seperti rutin beraktivitas fisik.

Sebagai upaya promotif dan preventif, BPJS Kesehatan menginisiasi program Gerak 335, yakni aktivitas jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang lima kali hingga total 30 menit. Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa memerlukan alat khusus.

- Advertisement -

Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, website resmi BPJS Kesehatan, maupun langsung ke FKTP. Proses pengisian hanya membutuhkan waktu 5–10 menit.

Baca Juga:  Dua Teroris di Lampung Ditangkap Densus 88

“Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya,” tutup Rizzky.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp190,3 triliun untuk membayar biaya pelayanan kesehatan, mencakup layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga layanan rujukan di rumah sakit.

Dari total tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun digunakan untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit kronis. Penyakit yang paling banyak menyedot anggaran meliputi jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, Selasa (17/2) menuturkan, penyakit jantung menduduki peringkat pertama dengan total 29,7 juta kasus dan biaya mencapai Rp17,3 triliun.

Sementara itu, gagal ginjal menempati peringkat kedua dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun. Disusul kanker sebanyak 7,2 juta kasus dengan pembiayaan Rp10,3 triliun.

Baca Juga:  Ribuan Peserta PBI JKN di Meranti Dinonaktifkan Usai Pemutakhiran Data

“Dari tahun ke tahun, biaya yang dibayarkan untuk penyakit kronis makin meningkat. Padahal penyakit-penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah sejak dini jika kita konsisten menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Menurut Rizzky, mayoritas penyakit kronis berkaitan erat dengan gaya hidup. Risiko penyakit dapat ditekan melalui langkah pencegahan seperti rutin beraktivitas fisik.

Sebagai upaya promotif dan preventif, BPJS Kesehatan menginisiasi program Gerak 335, yakni aktivitas jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang lima kali hingga total 30 menit. Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa memerlukan alat khusus.

Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, website resmi BPJS Kesehatan, maupun langsung ke FKTP. Proses pengisian hanya membutuhkan waktu 5–10 menit.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Airlangga Hartarto Ziarah Makam Keluarga di Astana Oetara

“Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya,” tutup Rizzky.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari