Kamis, 10 April 2025

Luasan RHL pada Tahun Ini Meningkat Tajam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengunjungi lokasi Pesemaian Bibit Pohon di Tegal, Jawa Tengah, sebagai rangkaian kerja program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Ahad (17/11).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Siti didampingi Wakil Menteri LHK Alue Dohong dan sejumlah pejabat lainnya.

Menteri Siti mengatakan, sebelum tahun 2019, luasan RHL 23 ribu hektare. Pada 2019 mencapai 206 ribu hektare, artinya meningkat hampir 10 kali lipat.

“Saya sedang keliling Indonesia untuk observasi ke persemaian, dari mulai persemaian yang disiapkan pemerintah sampai kebun bibit masyarakat. Karena keberhasilan tumbuh kembangnya pohon dimulai dari pembibitan yang baik,” kata Menteri Siti.

Baca Juga:  Realme Smart TV Stick, Bantu Ubah Televisi Biasa Jadi Lebih Pintar

Menteri Siti juga mengajak untuk melakukan penanaman pohon, sebagai upaya pemulihan selain pencegahan terhadap banjir dan kekeringan.

“Caranya yaitu Ayo Tanam Pohon, kita perbaiki lahan kritis. Kita percaya kalau pohonnya bagus, lingkungannya juga akan bagus,” sambung dia.

Menteri Siti menambahkan, pemerintah juga menegaskan kepada pengusaha yang memakai kawasan hutan dalam usahanya melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk harus melakukan rehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon.

Sementara itu, dalam jangka pendek, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan ini dilakukan melalui pelibatan dalam pembibitan dan penanaman.

“Untuk jangka panjang, masyarakat dapat menikmati hasil hutan bukan kayu dari tanaman, seperti nangka, cengkeh, bahkan macadamia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis sangat tinggi,” tandas Menteri Siti. (cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Membuat Video Pembelajaran Melalui Aplikasi Kine Master

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengunjungi lokasi Pesemaian Bibit Pohon di Tegal, Jawa Tengah, sebagai rangkaian kerja program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Ahad (17/11).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Siti didampingi Wakil Menteri LHK Alue Dohong dan sejumlah pejabat lainnya.

Menteri Siti mengatakan, sebelum tahun 2019, luasan RHL 23 ribu hektare. Pada 2019 mencapai 206 ribu hektare, artinya meningkat hampir 10 kali lipat.

“Saya sedang keliling Indonesia untuk observasi ke persemaian, dari mulai persemaian yang disiapkan pemerintah sampai kebun bibit masyarakat. Karena keberhasilan tumbuh kembangnya pohon dimulai dari pembibitan yang baik,” kata Menteri Siti.

Baca Juga:  Melihat Kesiapan SMA Cendana Memasuki Fase New Normal

Menteri Siti juga mengajak untuk melakukan penanaman pohon, sebagai upaya pemulihan selain pencegahan terhadap banjir dan kekeringan.

“Caranya yaitu Ayo Tanam Pohon, kita perbaiki lahan kritis. Kita percaya kalau pohonnya bagus, lingkungannya juga akan bagus,” sambung dia.

Menteri Siti menambahkan, pemerintah juga menegaskan kepada pengusaha yang memakai kawasan hutan dalam usahanya melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk harus melakukan rehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon.

Sementara itu, dalam jangka pendek, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan ini dilakukan melalui pelibatan dalam pembibitan dan penanaman.

“Untuk jangka panjang, masyarakat dapat menikmati hasil hutan bukan kayu dari tanaman, seperti nangka, cengkeh, bahkan macadamia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis sangat tinggi,” tandas Menteri Siti. (cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Besok, Bansos di Kecamatan Bangko Disalurkan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Luasan RHL pada Tahun Ini Meningkat Tajam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengunjungi lokasi Pesemaian Bibit Pohon di Tegal, Jawa Tengah, sebagai rangkaian kerja program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Ahad (17/11).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Siti didampingi Wakil Menteri LHK Alue Dohong dan sejumlah pejabat lainnya.

Menteri Siti mengatakan, sebelum tahun 2019, luasan RHL 23 ribu hektare. Pada 2019 mencapai 206 ribu hektare, artinya meningkat hampir 10 kali lipat.

“Saya sedang keliling Indonesia untuk observasi ke persemaian, dari mulai persemaian yang disiapkan pemerintah sampai kebun bibit masyarakat. Karena keberhasilan tumbuh kembangnya pohon dimulai dari pembibitan yang baik,” kata Menteri Siti.

Baca Juga:  Bamsoet: Alarm Keras Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Serangan Teroris

Menteri Siti juga mengajak untuk melakukan penanaman pohon, sebagai upaya pemulihan selain pencegahan terhadap banjir dan kekeringan.

“Caranya yaitu Ayo Tanam Pohon, kita perbaiki lahan kritis. Kita percaya kalau pohonnya bagus, lingkungannya juga akan bagus,” sambung dia.

Menteri Siti menambahkan, pemerintah juga menegaskan kepada pengusaha yang memakai kawasan hutan dalam usahanya melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk harus melakukan rehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon.

Sementara itu, dalam jangka pendek, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan ini dilakukan melalui pelibatan dalam pembibitan dan penanaman.

“Untuk jangka panjang, masyarakat dapat menikmati hasil hutan bukan kayu dari tanaman, seperti nangka, cengkeh, bahkan macadamia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis sangat tinggi,” tandas Menteri Siti. (cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  AZ Alkmaar vs Manchester United: Stop Berpikir Satu Gol Sudah Cukup

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengunjungi lokasi Pesemaian Bibit Pohon di Tegal, Jawa Tengah, sebagai rangkaian kerja program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Ahad (17/11).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Siti didampingi Wakil Menteri LHK Alue Dohong dan sejumlah pejabat lainnya.

Menteri Siti mengatakan, sebelum tahun 2019, luasan RHL 23 ribu hektare. Pada 2019 mencapai 206 ribu hektare, artinya meningkat hampir 10 kali lipat.

“Saya sedang keliling Indonesia untuk observasi ke persemaian, dari mulai persemaian yang disiapkan pemerintah sampai kebun bibit masyarakat. Karena keberhasilan tumbuh kembangnya pohon dimulai dari pembibitan yang baik,” kata Menteri Siti.

Baca Juga:  Bupati Rohul: Isi Kemerdekaan dengan Berjuang Melawan Covid- 19

Menteri Siti juga mengajak untuk melakukan penanaman pohon, sebagai upaya pemulihan selain pencegahan terhadap banjir dan kekeringan.

“Caranya yaitu Ayo Tanam Pohon, kita perbaiki lahan kritis. Kita percaya kalau pohonnya bagus, lingkungannya juga akan bagus,” sambung dia.

Menteri Siti menambahkan, pemerintah juga menegaskan kepada pengusaha yang memakai kawasan hutan dalam usahanya melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk harus melakukan rehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon.

Sementara itu, dalam jangka pendek, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan ini dilakukan melalui pelibatan dalam pembibitan dan penanaman.

“Untuk jangka panjang, masyarakat dapat menikmati hasil hutan bukan kayu dari tanaman, seperti nangka, cengkeh, bahkan macadamia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis sangat tinggi,” tandas Menteri Siti. (cuy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Melihat Kesiapan SMA Cendana Memasuki Fase New Normal
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari