Minggu, 30 November 2025
spot_img

Mahasiswa KKN STAIN Bengkalis Dirikan Taman Belajar untuk Anak Suku Asli

BANTAN (RIAUPOS.CO) – Masa pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh masiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Bengkalis untuk mencurahkan kampuannya untuk masyarakat. Bahkan selama KKN di Desa Barancan, Kecamatan Bantan, mereka mendirikan taman belajar untuk anak-anak suku asli di sana.

‘’Alhamdulillah, pada KKN ini,  kelompok 53 sudah membentuk taman belajar berbasis kearifan local. Ini untuk meningkatkan minat belajar anak suku asli di Dusun Berancah Desa Berancah, Kecamatan Bantan,’’ ujar Siti Sofiah, Wakil Kelompok 2 Pengabdian Masyarakat KKN STAIN Bengkalis, Senin (16/8/2021).

Dikatakannya, tidak hanya mahasiswa yang melakukan kegiatan itu sendiri, namun bersama masyarakat dan tokoh masyarakat seperti Kepala Dusun, Ketua RT dan RW setempat turut membantu dalam pembangunan taman belajar.

Baca Juga:  Firdaus Abie Luncurkan Dua Buku Jurnalistik saat HPN 2021

‘’Memang dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami mengambil tema Meningkatkan kearifan lokal dan mewujudkan moderasi beragama. Kegiatan pengabdian ini kami lakukan sejak tanggal 5 Juli sampai 16 Agustus. Atau pada hari ini merupakan hari terakhir kami melakukan kegiatan di tengah masyarakat,’’ ujarnya.

Menurutnya, kegiatan belajar di taman belajar ini mengintegrasikan dengan kearifan local. Di mana anak-anak belajar dengan menggunakan media berbasis hasil alam di sekitar tempat mereka tinggal.

‘’Kemudian kami di sini mengajak mereka belajar sambil bermain, dengan melestarikan permainan tradisional yang merupakan permainan turun temurun dari nenek moyang. Seperti bermain congkak dengan menggunakan biji getah, bermain tarik upeh dan lain-lain,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Tangki Oksigen Bocor, 22 Pasien Rumah Sakit Tewas di India

Sofiah juga menyebutkan,  dalam kegiatan ini pihaknya juga membuka donasi buku. Sedangkan untuk pengadaan buku dihimpun melalui patungan anggota dan beberapa donatur buku. Untuk masker, pensil, spidol, papan tulis, pensil warna dan ATK lainnya  juga digalang melalui dana anggota KKN kelompok 53 STAIN Bengkalis.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Eka G Putra

BANTAN (RIAUPOS.CO) – Masa pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh masiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Bengkalis untuk mencurahkan kampuannya untuk masyarakat. Bahkan selama KKN di Desa Barancan, Kecamatan Bantan, mereka mendirikan taman belajar untuk anak-anak suku asli di sana.

‘’Alhamdulillah, pada KKN ini,  kelompok 53 sudah membentuk taman belajar berbasis kearifan local. Ini untuk meningkatkan minat belajar anak suku asli di Dusun Berancah Desa Berancah, Kecamatan Bantan,’’ ujar Siti Sofiah, Wakil Kelompok 2 Pengabdian Masyarakat KKN STAIN Bengkalis, Senin (16/8/2021).

Dikatakannya, tidak hanya mahasiswa yang melakukan kegiatan itu sendiri, namun bersama masyarakat dan tokoh masyarakat seperti Kepala Dusun, Ketua RT dan RW setempat turut membantu dalam pembangunan taman belajar.

Baca Juga:  Tangki Oksigen Bocor, 22 Pasien Rumah Sakit Tewas di India

‘’Memang dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami mengambil tema Meningkatkan kearifan lokal dan mewujudkan moderasi beragama. Kegiatan pengabdian ini kami lakukan sejak tanggal 5 Juli sampai 16 Agustus. Atau pada hari ini merupakan hari terakhir kami melakukan kegiatan di tengah masyarakat,’’ ujarnya.

Menurutnya, kegiatan belajar di taman belajar ini mengintegrasikan dengan kearifan local. Di mana anak-anak belajar dengan menggunakan media berbasis hasil alam di sekitar tempat mereka tinggal.

- Advertisement -

‘’Kemudian kami di sini mengajak mereka belajar sambil bermain, dengan melestarikan permainan tradisional yang merupakan permainan turun temurun dari nenek moyang. Seperti bermain congkak dengan menggunakan biji getah, bermain tarik upeh dan lain-lain,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Rizky Billar dan Lesti Kejora Menikah 19 Agustus

Sofiah juga menyebutkan,  dalam kegiatan ini pihaknya juga membuka donasi buku. Sedangkan untuk pengadaan buku dihimpun melalui patungan anggota dan beberapa donatur buku. Untuk masker, pensil, spidol, papan tulis, pensil warna dan ATK lainnya  juga digalang melalui dana anggota KKN kelompok 53 STAIN Bengkalis.

- Advertisement -

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANTAN (RIAUPOS.CO) – Masa pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh masiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Bengkalis untuk mencurahkan kampuannya untuk masyarakat. Bahkan selama KKN di Desa Barancan, Kecamatan Bantan, mereka mendirikan taman belajar untuk anak-anak suku asli di sana.

‘’Alhamdulillah, pada KKN ini,  kelompok 53 sudah membentuk taman belajar berbasis kearifan local. Ini untuk meningkatkan minat belajar anak suku asli di Dusun Berancah Desa Berancah, Kecamatan Bantan,’’ ujar Siti Sofiah, Wakil Kelompok 2 Pengabdian Masyarakat KKN STAIN Bengkalis, Senin (16/8/2021).

Dikatakannya, tidak hanya mahasiswa yang melakukan kegiatan itu sendiri, namun bersama masyarakat dan tokoh masyarakat seperti Kepala Dusun, Ketua RT dan RW setempat turut membantu dalam pembangunan taman belajar.

Baca Juga:  Yasonna Minta Gugatan Asimilasi dan Integrasi Segera Dicabut

‘’Memang dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami mengambil tema Meningkatkan kearifan lokal dan mewujudkan moderasi beragama. Kegiatan pengabdian ini kami lakukan sejak tanggal 5 Juli sampai 16 Agustus. Atau pada hari ini merupakan hari terakhir kami melakukan kegiatan di tengah masyarakat,’’ ujarnya.

Menurutnya, kegiatan belajar di taman belajar ini mengintegrasikan dengan kearifan local. Di mana anak-anak belajar dengan menggunakan media berbasis hasil alam di sekitar tempat mereka tinggal.

‘’Kemudian kami di sini mengajak mereka belajar sambil bermain, dengan melestarikan permainan tradisional yang merupakan permainan turun temurun dari nenek moyang. Seperti bermain congkak dengan menggunakan biji getah, bermain tarik upeh dan lain-lain,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Kajari Target Raih Zona Integritas WBK

Sofiah juga menyebutkan,  dalam kegiatan ini pihaknya juga membuka donasi buku. Sedangkan untuk pengadaan buku dihimpun melalui patungan anggota dan beberapa donatur buku. Untuk masker, pensil, spidol, papan tulis, pensil warna dan ATK lainnya  juga digalang melalui dana anggota KKN kelompok 53 STAIN Bengkalis.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari