Senin, 19 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Ternyata, Pelaku Penembakan di Gereja California Pria Cina, Ini Tampangnya

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Penembakan brutal terjadi di sebuah gereja di California Selatan, AS. Jemaat gereja itu dari Taiwan. Pelaku penembakan berasal dari Cina dan sudah menjadi warga negara AS. Pelaku adalah imigran dari Cina daratan. Motif penembakan adalah kebencian pelaku terhadap Taiwan.

“Tersangka memiliki kebencian terhadap orang-orang Taiwan. Dia berasal dari Cina dan sudah menjadi warga negara AS,” kata Jaksa Distrik Orange County Todd Spitzer.

Taiwan selama ini memang berkonflik dengan Cina. Taiwan diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri.

Sheriff Orange County Don Barnes menyebut serangan itu sebagai insiden kebencian bermotif politik. Ia mengatakan tersangka menulis catatan kebencian yang diletakkan di kendaraannya terkait Taiwan.

Baca Juga:  Bikin Perpres Baru untuk Kartu Prakerja

Tersangka bernama David Chou (68), yang tinggal di Las Vegas. Ia bukan jemaat di Geneva Presbyterian Church di Laguna Woods. Ketika Chou tiba, dia berdiri di belakang pintu dan mulai menembaki orang-orang. Dia juga menempatkan empat benda mirip bom Molotov di dalam gereja.

Dia ditangkap dan didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan dan lima tuduhan percobaan pembunuhan. Pihak berwenang mengatakan ada 5 korban yang menderita luka tembak. Dua dalam kondisi baik, dua dalam kondisi stabil, dan status orang kelima belum ditentukan.

Ada 1 korban yang meninggal yakni dr John Cheng yang berusia 52 tahun. Ia ditembak ketika menghadang dan mencoba merebut senjatanya. Pihak berwenang mengatakan bahwa seorang pendeta kemudian memukul kepala penembak dengan kursi dan para jemaat dengan menggunakan kabel listrik mengikat pelaku.

Baca Juga:  MPR Minta Pemerintah Masukkan Guru Agama dalam Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK

Penembakan itu terjadi pada akhir pekan hanya beberapa jam setelah seorang pria kulit putih berusia 18 tahun didakwa membunuh 10 orang dan melukai tiga lainnya di sebuah supermarket di Buffalo, New York. Dalam kejadian itu 11 warga kulit hitam jadi korban.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Penembakan brutal terjadi di sebuah gereja di California Selatan, AS. Jemaat gereja itu dari Taiwan. Pelaku penembakan berasal dari Cina dan sudah menjadi warga negara AS. Pelaku adalah imigran dari Cina daratan. Motif penembakan adalah kebencian pelaku terhadap Taiwan.

“Tersangka memiliki kebencian terhadap orang-orang Taiwan. Dia berasal dari Cina dan sudah menjadi warga negara AS,” kata Jaksa Distrik Orange County Todd Spitzer.

Taiwan selama ini memang berkonflik dengan Cina. Taiwan diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri.

Sheriff Orange County Don Barnes menyebut serangan itu sebagai insiden kebencian bermotif politik. Ia mengatakan tersangka menulis catatan kebencian yang diletakkan di kendaraannya terkait Taiwan.

Baca Juga:  Sidak Prokes di THM, Wako Dapati Narkoba

Tersangka bernama David Chou (68), yang tinggal di Las Vegas. Ia bukan jemaat di Geneva Presbyterian Church di Laguna Woods. Ketika Chou tiba, dia berdiri di belakang pintu dan mulai menembaki orang-orang. Dia juga menempatkan empat benda mirip bom Molotov di dalam gereja.

- Advertisement -

Dia ditangkap dan didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan dan lima tuduhan percobaan pembunuhan. Pihak berwenang mengatakan ada 5 korban yang menderita luka tembak. Dua dalam kondisi baik, dua dalam kondisi stabil, dan status orang kelima belum ditentukan.

Ada 1 korban yang meninggal yakni dr John Cheng yang berusia 52 tahun. Ia ditembak ketika menghadang dan mencoba merebut senjatanya. Pihak berwenang mengatakan bahwa seorang pendeta kemudian memukul kepala penembak dengan kursi dan para jemaat dengan menggunakan kabel listrik mengikat pelaku.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kecamatan Bangko Semarakkan Suasana MTQ

Penembakan itu terjadi pada akhir pekan hanya beberapa jam setelah seorang pria kulit putih berusia 18 tahun didakwa membunuh 10 orang dan melukai tiga lainnya di sebuah supermarket di Buffalo, New York. Dalam kejadian itu 11 warga kulit hitam jadi korban.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Penembakan brutal terjadi di sebuah gereja di California Selatan, AS. Jemaat gereja itu dari Taiwan. Pelaku penembakan berasal dari Cina dan sudah menjadi warga negara AS. Pelaku adalah imigran dari Cina daratan. Motif penembakan adalah kebencian pelaku terhadap Taiwan.

“Tersangka memiliki kebencian terhadap orang-orang Taiwan. Dia berasal dari Cina dan sudah menjadi warga negara AS,” kata Jaksa Distrik Orange County Todd Spitzer.

Taiwan selama ini memang berkonflik dengan Cina. Taiwan diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri.

Sheriff Orange County Don Barnes menyebut serangan itu sebagai insiden kebencian bermotif politik. Ia mengatakan tersangka menulis catatan kebencian yang diletakkan di kendaraannya terkait Taiwan.

Baca Juga:  KPK Dalami Simpanan Uang Kepala Daerah di Kasino Luar Negeri

Tersangka bernama David Chou (68), yang tinggal di Las Vegas. Ia bukan jemaat di Geneva Presbyterian Church di Laguna Woods. Ketika Chou tiba, dia berdiri di belakang pintu dan mulai menembaki orang-orang. Dia juga menempatkan empat benda mirip bom Molotov di dalam gereja.

Dia ditangkap dan didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan dan lima tuduhan percobaan pembunuhan. Pihak berwenang mengatakan ada 5 korban yang menderita luka tembak. Dua dalam kondisi baik, dua dalam kondisi stabil, dan status orang kelima belum ditentukan.

Ada 1 korban yang meninggal yakni dr John Cheng yang berusia 52 tahun. Ia ditembak ketika menghadang dan mencoba merebut senjatanya. Pihak berwenang mengatakan bahwa seorang pendeta kemudian memukul kepala penembak dengan kursi dan para jemaat dengan menggunakan kabel listrik mengikat pelaku.

Baca Juga:  Lagu Bungong Jeumpa Asal Aceh Jadi Trending di Google

Penembakan itu terjadi pada akhir pekan hanya beberapa jam setelah seorang pria kulit putih berusia 18 tahun didakwa membunuh 10 orang dan melukai tiga lainnya di sebuah supermarket di Buffalo, New York. Dalam kejadian itu 11 warga kulit hitam jadi korban.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari