Minggu, 6 April 2025
spot_img

Ukraina Bantah Serang Pemberontak Sparatis Luhansk

KIEV (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Ukraina membantah tuduhan yang menyatakan mereka menyerang kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur negara itu.

"Terlepas dari kenyataan posisi kami ditembaki dengan senjata terlarang, termasuk artileri 122 mm, pasukan Ukraina tidak membalas tembakan tersebut," kata seorang petugas pers Operasi Pasukan Gabungan Ukraina kepada Reuters melalui telepon, Kamis (17/2/2022).

Sebelumnya, kelompok pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina menuduh pemerintah Kiev menyerang wilayah mereka menggunakan mortir, Kamis (17/2/2022).

Menurut laporan kantor berita Rusia, RIA, perwakilan dari Republik Rakyat Luhansk mengaku pasukan Ukraina melakukan penyerbuan dengan mortir, peluncur granat, dan senapan mesin.

"Angkatan bersenjata Ukraina telah secara kasar melanggar rezim gencatan senjata, menggunakan senjata berat, yang menurut perjanjian Minsk, harus ditarik," tutur perwakilan wilayah Luhansk dalam pemberitaan media Interfax, seperti dilansir Reuters.

Jika serangan ini benar terjadi, pasukan Ukraina melanggar kesepakatan Minsk yang dibuat pada 2015 lalu.

Baca Juga:  Sudah 8 Wanita yang Mengaku Diduga Pernah Dilecehkan Gofar Hilman

Konflik di perbatasan timur Ukraina terjadi sejak Rusia berhasil mencaplok Semenanjung Crimea di 2014.

Beberapa bulan setelah pencaplokan, separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk ikut melakukan referendum untuk mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Ukraina.

Akibatnya, bentrok antara separatis pro-Rusia dan militer Ukraina terus terjadi. Bentrok ini diperkirakan menyebabkan 10.300 orang meninggal dunia sejak April 2014.

Rusia disebut juga ikut terlibat dalam konflik ini. Ukraina dan NATO mengatakan Moskow menempatkan pasukan mereka di wilayah separatis itu. Namun, klaim ini dibantah oleh Moskow.

Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

KIEV (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Ukraina membantah tuduhan yang menyatakan mereka menyerang kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur negara itu.

"Terlepas dari kenyataan posisi kami ditembaki dengan senjata terlarang, termasuk artileri 122 mm, pasukan Ukraina tidak membalas tembakan tersebut," kata seorang petugas pers Operasi Pasukan Gabungan Ukraina kepada Reuters melalui telepon, Kamis (17/2/2022).

Sebelumnya, kelompok pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina menuduh pemerintah Kiev menyerang wilayah mereka menggunakan mortir, Kamis (17/2/2022).

Menurut laporan kantor berita Rusia, RIA, perwakilan dari Republik Rakyat Luhansk mengaku pasukan Ukraina melakukan penyerbuan dengan mortir, peluncur granat, dan senapan mesin.

"Angkatan bersenjata Ukraina telah secara kasar melanggar rezim gencatan senjata, menggunakan senjata berat, yang menurut perjanjian Minsk, harus ditarik," tutur perwakilan wilayah Luhansk dalam pemberitaan media Interfax, seperti dilansir Reuters.

Jika serangan ini benar terjadi, pasukan Ukraina melanggar kesepakatan Minsk yang dibuat pada 2015 lalu.

Baca Juga:  Bangun 5 Jembatan Perlu Anggaran Rp96,7 Miliar

Konflik di perbatasan timur Ukraina terjadi sejak Rusia berhasil mencaplok Semenanjung Crimea di 2014.

Beberapa bulan setelah pencaplokan, separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk ikut melakukan referendum untuk mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Ukraina.

Akibatnya, bentrok antara separatis pro-Rusia dan militer Ukraina terus terjadi. Bentrok ini diperkirakan menyebabkan 10.300 orang meninggal dunia sejak April 2014.

Rusia disebut juga ikut terlibat dalam konflik ini. Ukraina dan NATO mengatakan Moskow menempatkan pasukan mereka di wilayah separatis itu. Namun, klaim ini dibantah oleh Moskow.

Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Ukraina Bantah Serang Pemberontak Sparatis Luhansk

KIEV (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Ukraina membantah tuduhan yang menyatakan mereka menyerang kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur negara itu.

"Terlepas dari kenyataan posisi kami ditembaki dengan senjata terlarang, termasuk artileri 122 mm, pasukan Ukraina tidak membalas tembakan tersebut," kata seorang petugas pers Operasi Pasukan Gabungan Ukraina kepada Reuters melalui telepon, Kamis (17/2/2022).

Sebelumnya, kelompok pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina menuduh pemerintah Kiev menyerang wilayah mereka menggunakan mortir, Kamis (17/2/2022).

Menurut laporan kantor berita Rusia, RIA, perwakilan dari Republik Rakyat Luhansk mengaku pasukan Ukraina melakukan penyerbuan dengan mortir, peluncur granat, dan senapan mesin.

"Angkatan bersenjata Ukraina telah secara kasar melanggar rezim gencatan senjata, menggunakan senjata berat, yang menurut perjanjian Minsk, harus ditarik," tutur perwakilan wilayah Luhansk dalam pemberitaan media Interfax, seperti dilansir Reuters.

Jika serangan ini benar terjadi, pasukan Ukraina melanggar kesepakatan Minsk yang dibuat pada 2015 lalu.

Baca Juga:  Mobil Bamsoet Jungkir Balik saat Balap Rally

Konflik di perbatasan timur Ukraina terjadi sejak Rusia berhasil mencaplok Semenanjung Crimea di 2014.

Beberapa bulan setelah pencaplokan, separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk ikut melakukan referendum untuk mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Ukraina.

Akibatnya, bentrok antara separatis pro-Rusia dan militer Ukraina terus terjadi. Bentrok ini diperkirakan menyebabkan 10.300 orang meninggal dunia sejak April 2014.

Rusia disebut juga ikut terlibat dalam konflik ini. Ukraina dan NATO mengatakan Moskow menempatkan pasukan mereka di wilayah separatis itu. Namun, klaim ini dibantah oleh Moskow.

Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

KIEV (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Ukraina membantah tuduhan yang menyatakan mereka menyerang kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur negara itu.

"Terlepas dari kenyataan posisi kami ditembaki dengan senjata terlarang, termasuk artileri 122 mm, pasukan Ukraina tidak membalas tembakan tersebut," kata seorang petugas pers Operasi Pasukan Gabungan Ukraina kepada Reuters melalui telepon, Kamis (17/2/2022).

Sebelumnya, kelompok pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina menuduh pemerintah Kiev menyerang wilayah mereka menggunakan mortir, Kamis (17/2/2022).

Menurut laporan kantor berita Rusia, RIA, perwakilan dari Republik Rakyat Luhansk mengaku pasukan Ukraina melakukan penyerbuan dengan mortir, peluncur granat, dan senapan mesin.

"Angkatan bersenjata Ukraina telah secara kasar melanggar rezim gencatan senjata, menggunakan senjata berat, yang menurut perjanjian Minsk, harus ditarik," tutur perwakilan wilayah Luhansk dalam pemberitaan media Interfax, seperti dilansir Reuters.

Jika serangan ini benar terjadi, pasukan Ukraina melanggar kesepakatan Minsk yang dibuat pada 2015 lalu.

Baca Juga:  Bangun 5 Jembatan Perlu Anggaran Rp96,7 Miliar

Konflik di perbatasan timur Ukraina terjadi sejak Rusia berhasil mencaplok Semenanjung Crimea di 2014.

Beberapa bulan setelah pencaplokan, separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk ikut melakukan referendum untuk mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Ukraina.

Akibatnya, bentrok antara separatis pro-Rusia dan militer Ukraina terus terjadi. Bentrok ini diperkirakan menyebabkan 10.300 orang meninggal dunia sejak April 2014.

Rusia disebut juga ikut terlibat dalam konflik ini. Ukraina dan NATO mengatakan Moskow menempatkan pasukan mereka di wilayah separatis itu. Namun, klaim ini dibantah oleh Moskow.

Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari