Minggu, 22 Maret 2026
- Advertisement -

Wow… Setelah Oplas, Pria Ini Ereksi Selama Tiga Bulan

BEOGRAD (RIAUPOS.CO) – Ingin cantik atau ganteng dan melakukan operasi plastik (oplas), hati-hati, jangan sampai mengalami apa yang terjadi pada Neven Ciganovic ini. Setelah operas plastik, dia malah (maaf) mengalami ereksi selama tiga bulan.

Pria asal Kroasia yang tinggal di Serbia ini menjalani prosedur rhinoplasty di Iran. Rhinoplasty merupakan prosedur operasi plastik untuk membenarkan dan merekonstruksi bentuk hidung.

Namun, sepulangnya Ciganovic ke Beograd, Serbia, dia mulai mengalami ereksi yang bertahan lama. Ereksi berlangsung tak henti-henti selama tiga bulan.

"Mereka (tim dokter di Iran, red) memberi saya anestesi umum, dan saya bereaksi buruk terhadapnya (anestesi, red)," ujar Ciganovic seperti ditulis New York Post.

Dokter pun mendiagnosis Coganovic dengan kondisi priapisme yang terbilang langka. Priapisme merupakan kondisi saat seorang pria mengalami ereksi yang menyakitkan dan berlangsung selama beberapa jam atau waktu lamanya.

Baca Juga:  Polri Apresiasi Laporan bahwa Penembakan 6 Laskar FPI Melanggar HAM

Namun, pada kondisi priapisme, ereksi tak terjadi akibat adanya peningkatan hasrat seksual. Ereksi juga tak akan hilang setelah orgasme dan ejekulasi. Ereksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam dianggap sebagai kondisi darurat medis.

Jika tak ditangani dengan cepat, kerusakan permanen dapat mengancam pria yang mengalami hal itu.

Priapisme terjadi ketika darah mengalir deras ke penis dan tidak dapat mengalir keluar. Apa pun yang memengaruhi sistem saraf dapat memicu priapisme.

Mengutip Unilad, setelahnya Ciganovic menjalani tiga kali prosedur operasi untuk menghentikan ereksinya. Namun, masalah tak kunjung selesai, hingga ereksi masih terus terjadi selama tiga bulan.

Dokter sendiri tak yakin apa yang menjadi penyebab priapisme yang dialami Ciganovic.

Baca Juga:  Abdimas Syahfitra Diperiksa Kejari Pekanbaru

Namun, peristiwa itu tak membuat Ciganovic urung menjalani operasi-operasi plastik selanjutnya.

Sebagai seorang anak, Ciganovic, punya impian memiliki tampilan fisik seperti boneka laki-laki Bratz. Dia ingin memiliki hidung yang kecil dan bibir yang sempurna.

Tak ayal, berbagai prosedur operasi plastik pun dijalaninya. Ciganovic menjalani prosedur pertamanya pada 1992 silam untuk memperindah bentuk bibirnya.

Sejak saat itu, dia kemudian menjalani tiga prosedur operasi plastik pada hidung, botox, implan tulang pipi, dan masih banyak lainnya.

Sumber: New York Post/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

BEOGRAD (RIAUPOS.CO) – Ingin cantik atau ganteng dan melakukan operasi plastik (oplas), hati-hati, jangan sampai mengalami apa yang terjadi pada Neven Ciganovic ini. Setelah operas plastik, dia malah (maaf) mengalami ereksi selama tiga bulan.

Pria asal Kroasia yang tinggal di Serbia ini menjalani prosedur rhinoplasty di Iran. Rhinoplasty merupakan prosedur operasi plastik untuk membenarkan dan merekonstruksi bentuk hidung.

Namun, sepulangnya Ciganovic ke Beograd, Serbia, dia mulai mengalami ereksi yang bertahan lama. Ereksi berlangsung tak henti-henti selama tiga bulan.

"Mereka (tim dokter di Iran, red) memberi saya anestesi umum, dan saya bereaksi buruk terhadapnya (anestesi, red)," ujar Ciganovic seperti ditulis New York Post.

Dokter pun mendiagnosis Coganovic dengan kondisi priapisme yang terbilang langka. Priapisme merupakan kondisi saat seorang pria mengalami ereksi yang menyakitkan dan berlangsung selama beberapa jam atau waktu lamanya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Abdimas Syahfitra Diperiksa Kejari Pekanbaru

Namun, pada kondisi priapisme, ereksi tak terjadi akibat adanya peningkatan hasrat seksual. Ereksi juga tak akan hilang setelah orgasme dan ejekulasi. Ereksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam dianggap sebagai kondisi darurat medis.

Jika tak ditangani dengan cepat, kerusakan permanen dapat mengancam pria yang mengalami hal itu.

- Advertisement -

Priapisme terjadi ketika darah mengalir deras ke penis dan tidak dapat mengalir keluar. Apa pun yang memengaruhi sistem saraf dapat memicu priapisme.

Mengutip Unilad, setelahnya Ciganovic menjalani tiga kali prosedur operasi untuk menghentikan ereksinya. Namun, masalah tak kunjung selesai, hingga ereksi masih terus terjadi selama tiga bulan.

Dokter sendiri tak yakin apa yang menjadi penyebab priapisme yang dialami Ciganovic.

Baca Juga:  Jokowi: Hanura Kalah Kok Mengusulkan 40 Nama

Namun, peristiwa itu tak membuat Ciganovic urung menjalani operasi-operasi plastik selanjutnya.

Sebagai seorang anak, Ciganovic, punya impian memiliki tampilan fisik seperti boneka laki-laki Bratz. Dia ingin memiliki hidung yang kecil dan bibir yang sempurna.

Tak ayal, berbagai prosedur operasi plastik pun dijalaninya. Ciganovic menjalani prosedur pertamanya pada 1992 silam untuk memperindah bentuk bibirnya.

Sejak saat itu, dia kemudian menjalani tiga prosedur operasi plastik pada hidung, botox, implan tulang pipi, dan masih banyak lainnya.

Sumber: New York Post/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEOGRAD (RIAUPOS.CO) – Ingin cantik atau ganteng dan melakukan operasi plastik (oplas), hati-hati, jangan sampai mengalami apa yang terjadi pada Neven Ciganovic ini. Setelah operas plastik, dia malah (maaf) mengalami ereksi selama tiga bulan.

Pria asal Kroasia yang tinggal di Serbia ini menjalani prosedur rhinoplasty di Iran. Rhinoplasty merupakan prosedur operasi plastik untuk membenarkan dan merekonstruksi bentuk hidung.

Namun, sepulangnya Ciganovic ke Beograd, Serbia, dia mulai mengalami ereksi yang bertahan lama. Ereksi berlangsung tak henti-henti selama tiga bulan.

"Mereka (tim dokter di Iran, red) memberi saya anestesi umum, dan saya bereaksi buruk terhadapnya (anestesi, red)," ujar Ciganovic seperti ditulis New York Post.

Dokter pun mendiagnosis Coganovic dengan kondisi priapisme yang terbilang langka. Priapisme merupakan kondisi saat seorang pria mengalami ereksi yang menyakitkan dan berlangsung selama beberapa jam atau waktu lamanya.

Baca Juga:  Tambah 5 KRI Upaya Diplomatik

Namun, pada kondisi priapisme, ereksi tak terjadi akibat adanya peningkatan hasrat seksual. Ereksi juga tak akan hilang setelah orgasme dan ejekulasi. Ereksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam dianggap sebagai kondisi darurat medis.

Jika tak ditangani dengan cepat, kerusakan permanen dapat mengancam pria yang mengalami hal itu.

Priapisme terjadi ketika darah mengalir deras ke penis dan tidak dapat mengalir keluar. Apa pun yang memengaruhi sistem saraf dapat memicu priapisme.

Mengutip Unilad, setelahnya Ciganovic menjalani tiga kali prosedur operasi untuk menghentikan ereksinya. Namun, masalah tak kunjung selesai, hingga ereksi masih terus terjadi selama tiga bulan.

Dokter sendiri tak yakin apa yang menjadi penyebab priapisme yang dialami Ciganovic.

Baca Juga:  Pemerintah Sediakan 2,49 Juta Hektare Lahan Lewat Distribusi TORA

Namun, peristiwa itu tak membuat Ciganovic urung menjalani operasi-operasi plastik selanjutnya.

Sebagai seorang anak, Ciganovic, punya impian memiliki tampilan fisik seperti boneka laki-laki Bratz. Dia ingin memiliki hidung yang kecil dan bibir yang sempurna.

Tak ayal, berbagai prosedur operasi plastik pun dijalaninya. Ciganovic menjalani prosedur pertamanya pada 1992 silam untuk memperindah bentuk bibirnya.

Sejak saat itu, dia kemudian menjalani tiga prosedur operasi plastik pada hidung, botox, implan tulang pipi, dan masih banyak lainnya.

Sumber: New York Post/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari