Minggu, 6 April 2025
spot_img

Anggota BPK RI Puji Welfare Index Sulut di Atas Nasional

MANADO (RIAUPOS.CO) – Welfare index (indeks kesejahteraan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah di atas nasional. Hal ini menuai pujian dari Anggota BPK RI Prof Dr Harry Azhar Azis MA.
 
"Tinggal aspek pengangguran yang perlu mendapat perhatian khusus,” kata Harry Azhar Azis pada seminar nasional “SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0 dan Industri 5.0 untuk Mewujudkan Sulut Hebat dan Indonesia Emas” yang dilaksanakan Majelis Wilayah KAHMI Sulut di Hotel Aston Manado, Sabtu (15/2).
 
Harry yang juga salah satu anggota Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutip data kemiskinan, gini rasio, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pengangguran Sulut dibandingkan dengan kondisi nasional. 
 
"Semuanya di atas nasional, lebih baik dari rata-rata nasional,” katanya. Hanya angka pengangguran di Sulut masih di atas nasional.
 
Harry menjelaskan, tingkat kemiskinan, gini rasio, IPM dan pengangguran merupakan aspek-aspek yang dicakup dalam welfare index. “Dari data yang ada, tingkat welfare index Sulut sudah di atas welfare index nasional,” katanya.
 
Mantan Ketua Banggar DPR RI ini menyatakan, selain welfare index harus diperbaiki public service index, birokrasi yang ramah. “Birokrasi yang ramah ini yang masih memerlukan banyak pembenahan dan perbaikan,” katanya. (hen/jpg)
Baca Juga:  Perlu Pembentukan Regulasi Media Sosial
MANADO (RIAUPOS.CO) – Welfare index (indeks kesejahteraan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah di atas nasional. Hal ini menuai pujian dari Anggota BPK RI Prof Dr Harry Azhar Azis MA.
 
"Tinggal aspek pengangguran yang perlu mendapat perhatian khusus,” kata Harry Azhar Azis pada seminar nasional “SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0 dan Industri 5.0 untuk Mewujudkan Sulut Hebat dan Indonesia Emas” yang dilaksanakan Majelis Wilayah KAHMI Sulut di Hotel Aston Manado, Sabtu (15/2).
 
Harry yang juga salah satu anggota Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutip data kemiskinan, gini rasio, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pengangguran Sulut dibandingkan dengan kondisi nasional. 
 
"Semuanya di atas nasional, lebih baik dari rata-rata nasional,” katanya. Hanya angka pengangguran di Sulut masih di atas nasional.
 
Harry menjelaskan, tingkat kemiskinan, gini rasio, IPM dan pengangguran merupakan aspek-aspek yang dicakup dalam welfare index. “Dari data yang ada, tingkat welfare index Sulut sudah di atas welfare index nasional,” katanya.
 
Mantan Ketua Banggar DPR RI ini menyatakan, selain welfare index harus diperbaiki public service index, birokrasi yang ramah. “Birokrasi yang ramah ini yang masih memerlukan banyak pembenahan dan perbaikan,” katanya. (hen/jpg)
Baca Juga:  Kenali Seberapa Perlu Baby Spa dan Tahapannya
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Anggota BPK RI Puji Welfare Index Sulut di Atas Nasional

MANADO (RIAUPOS.CO) – Welfare index (indeks kesejahteraan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah di atas nasional. Hal ini menuai pujian dari Anggota BPK RI Prof Dr Harry Azhar Azis MA.
 
"Tinggal aspek pengangguran yang perlu mendapat perhatian khusus,” kata Harry Azhar Azis pada seminar nasional “SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0 dan Industri 5.0 untuk Mewujudkan Sulut Hebat dan Indonesia Emas” yang dilaksanakan Majelis Wilayah KAHMI Sulut di Hotel Aston Manado, Sabtu (15/2).
 
Harry yang juga salah satu anggota Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutip data kemiskinan, gini rasio, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pengangguran Sulut dibandingkan dengan kondisi nasional. 
 
"Semuanya di atas nasional, lebih baik dari rata-rata nasional,” katanya. Hanya angka pengangguran di Sulut masih di atas nasional.
 
Harry menjelaskan, tingkat kemiskinan, gini rasio, IPM dan pengangguran merupakan aspek-aspek yang dicakup dalam welfare index. “Dari data yang ada, tingkat welfare index Sulut sudah di atas welfare index nasional,” katanya.
 
Mantan Ketua Banggar DPR RI ini menyatakan, selain welfare index harus diperbaiki public service index, birokrasi yang ramah. “Birokrasi yang ramah ini yang masih memerlukan banyak pembenahan dan perbaikan,” katanya. (hen/jpg)
Baca Juga:  Kenali Seberapa Perlu Baby Spa dan Tahapannya
MANADO (RIAUPOS.CO) – Welfare index (indeks kesejahteraan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah di atas nasional. Hal ini menuai pujian dari Anggota BPK RI Prof Dr Harry Azhar Azis MA.
 
"Tinggal aspek pengangguran yang perlu mendapat perhatian khusus,” kata Harry Azhar Azis pada seminar nasional “SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0 dan Industri 5.0 untuk Mewujudkan Sulut Hebat dan Indonesia Emas” yang dilaksanakan Majelis Wilayah KAHMI Sulut di Hotel Aston Manado, Sabtu (15/2).
 
Harry yang juga salah satu anggota Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutip data kemiskinan, gini rasio, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pengangguran Sulut dibandingkan dengan kondisi nasional. 
 
"Semuanya di atas nasional, lebih baik dari rata-rata nasional,” katanya. Hanya angka pengangguran di Sulut masih di atas nasional.
 
Harry menjelaskan, tingkat kemiskinan, gini rasio, IPM dan pengangguran merupakan aspek-aspek yang dicakup dalam welfare index. “Dari data yang ada, tingkat welfare index Sulut sudah di atas welfare index nasional,” katanya.
 
Mantan Ketua Banggar DPR RI ini menyatakan, selain welfare index harus diperbaiki public service index, birokrasi yang ramah. “Birokrasi yang ramah ini yang masih memerlukan banyak pembenahan dan perbaikan,” katanya. (hen/jpg)
Baca Juga:  Perlu Pembentukan Regulasi Media Sosial
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari