Minggu, 6 April 2025
spot_img

Hasil Studi, Booster Sinovac Manjur Perkuat Antibodi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa tunggu untuk mendapatkan booster atau dosis ketiga vaksin Sinovac ternyata lebih efektif jika dilakukan 8 bulan usai dosis kedua. Jeda yang lebih panjang antara dosis kedua dan ketiga vaksin Sinovac Covid-19 Cina diyakini memberikan lebih banyak perlindungan terhadap virus daripada jika terlalu cepat.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal medis Lancet. Tingkat antibodi pada orang yang menerima dosis ketiga 8 bulan setelah dosis kedua meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan orang yang mendapat suntikan booster dalam waktu dua bulan setelah dosis kedua. Hasil penelitian itu diungkap menurut peneliti dari Sinovac Biotech Ltd., Fudan University dan beberapa regional Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Baca Juga:  Apple, Google, dan Microsoft Ketahuan Pakai Emas Ilegal, Benarkah?

Studi ini menemukan bahwa perlindungan Covid-19 enam bulan setelah dua dosis CoronaVac telah menurun secara substansial. Sedangkan, jika disuntik dosis ketiga pada 8 bulan kemudian, akan menghasilkan peningkatan yang luar biasa dalam konsentrasi antibodi.

Temuan ini muncul saat negara-negara di seluruh dunia mempercepat untuk mendistribusikan booster saat mereka bergulat dengan varian Omicron. Sinovac juga sedang mempelajari bagaimana vaksinnya bertahan terhadap Omicron.

“Sekitar 38 juta orang telah menerima suntikan booster di Tiongkok,” kata Kepala Ahli Imunisasi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Wang Huaqing pada sebuah pengarahan pada bulan November seperti dilansir dari Bloomberg, Ahad (12/12).

Hongkong juga mulai meluncurkan suntikan booster pada 11 November dengan kelompok berisiko tinggi yang menerima vaksin Sinovac. Misalnya lansia dan komorbid.

Baca Juga:  Apresiasi Muktamar NU, Airlangga Beri Selamat Duet Kyai Miftah-Gus Yahya

Studi itu dipublikasikan pada 7 Desember. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang berusia 60 tahun atau lebih menerima konsentrasi antibodi yang lebih tinggi usai suntikan ketiga daripada orang berusia 18 hingga 59 tahun.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa tunggu untuk mendapatkan booster atau dosis ketiga vaksin Sinovac ternyata lebih efektif jika dilakukan 8 bulan usai dosis kedua. Jeda yang lebih panjang antara dosis kedua dan ketiga vaksin Sinovac Covid-19 Cina diyakini memberikan lebih banyak perlindungan terhadap virus daripada jika terlalu cepat.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal medis Lancet. Tingkat antibodi pada orang yang menerima dosis ketiga 8 bulan setelah dosis kedua meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan orang yang mendapat suntikan booster dalam waktu dua bulan setelah dosis kedua. Hasil penelitian itu diungkap menurut peneliti dari Sinovac Biotech Ltd., Fudan University dan beberapa regional Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Baca Juga:  Jadi Tersangka, Kepala BPKAD Kuansing Merasa Dikriminalisasi

Studi ini menemukan bahwa perlindungan Covid-19 enam bulan setelah dua dosis CoronaVac telah menurun secara substansial. Sedangkan, jika disuntik dosis ketiga pada 8 bulan kemudian, akan menghasilkan peningkatan yang luar biasa dalam konsentrasi antibodi.

Temuan ini muncul saat negara-negara di seluruh dunia mempercepat untuk mendistribusikan booster saat mereka bergulat dengan varian Omicron. Sinovac juga sedang mempelajari bagaimana vaksinnya bertahan terhadap Omicron.

“Sekitar 38 juta orang telah menerima suntikan booster di Tiongkok,” kata Kepala Ahli Imunisasi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Wang Huaqing pada sebuah pengarahan pada bulan November seperti dilansir dari Bloomberg, Ahad (12/12).

Hongkong juga mulai meluncurkan suntikan booster pada 11 November dengan kelompok berisiko tinggi yang menerima vaksin Sinovac. Misalnya lansia dan komorbid.

Baca Juga:  Berinovasi, Program Unggulan Pekanbaru Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

Studi itu dipublikasikan pada 7 Desember. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang berusia 60 tahun atau lebih menerima konsentrasi antibodi yang lebih tinggi usai suntikan ketiga daripada orang berusia 18 hingga 59 tahun.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Hasil Studi, Booster Sinovac Manjur Perkuat Antibodi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa tunggu untuk mendapatkan booster atau dosis ketiga vaksin Sinovac ternyata lebih efektif jika dilakukan 8 bulan usai dosis kedua. Jeda yang lebih panjang antara dosis kedua dan ketiga vaksin Sinovac Covid-19 Cina diyakini memberikan lebih banyak perlindungan terhadap virus daripada jika terlalu cepat.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal medis Lancet. Tingkat antibodi pada orang yang menerima dosis ketiga 8 bulan setelah dosis kedua meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan orang yang mendapat suntikan booster dalam waktu dua bulan setelah dosis kedua. Hasil penelitian itu diungkap menurut peneliti dari Sinovac Biotech Ltd., Fudan University dan beberapa regional Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Baca Juga:  Polisi Gelar Patroli Pengamanan Berskala Besar

Studi ini menemukan bahwa perlindungan Covid-19 enam bulan setelah dua dosis CoronaVac telah menurun secara substansial. Sedangkan, jika disuntik dosis ketiga pada 8 bulan kemudian, akan menghasilkan peningkatan yang luar biasa dalam konsentrasi antibodi.

Temuan ini muncul saat negara-negara di seluruh dunia mempercepat untuk mendistribusikan booster saat mereka bergulat dengan varian Omicron. Sinovac juga sedang mempelajari bagaimana vaksinnya bertahan terhadap Omicron.

“Sekitar 38 juta orang telah menerima suntikan booster di Tiongkok,” kata Kepala Ahli Imunisasi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Wang Huaqing pada sebuah pengarahan pada bulan November seperti dilansir dari Bloomberg, Ahad (12/12).

Hongkong juga mulai meluncurkan suntikan booster pada 11 November dengan kelompok berisiko tinggi yang menerima vaksin Sinovac. Misalnya lansia dan komorbid.

Baca Juga:  Apresiasi Muktamar NU, Airlangga Beri Selamat Duet Kyai Miftah-Gus Yahya

Studi itu dipublikasikan pada 7 Desember. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang berusia 60 tahun atau lebih menerima konsentrasi antibodi yang lebih tinggi usai suntikan ketiga daripada orang berusia 18 hingga 59 tahun.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa tunggu untuk mendapatkan booster atau dosis ketiga vaksin Sinovac ternyata lebih efektif jika dilakukan 8 bulan usai dosis kedua. Jeda yang lebih panjang antara dosis kedua dan ketiga vaksin Sinovac Covid-19 Cina diyakini memberikan lebih banyak perlindungan terhadap virus daripada jika terlalu cepat.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal medis Lancet. Tingkat antibodi pada orang yang menerima dosis ketiga 8 bulan setelah dosis kedua meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan orang yang mendapat suntikan booster dalam waktu dua bulan setelah dosis kedua. Hasil penelitian itu diungkap menurut peneliti dari Sinovac Biotech Ltd., Fudan University dan beberapa regional Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Baca Juga:  Investor Bangun Pabrik Pengolahan Udang Rp45 Miliar

Studi ini menemukan bahwa perlindungan Covid-19 enam bulan setelah dua dosis CoronaVac telah menurun secara substansial. Sedangkan, jika disuntik dosis ketiga pada 8 bulan kemudian, akan menghasilkan peningkatan yang luar biasa dalam konsentrasi antibodi.

Temuan ini muncul saat negara-negara di seluruh dunia mempercepat untuk mendistribusikan booster saat mereka bergulat dengan varian Omicron. Sinovac juga sedang mempelajari bagaimana vaksinnya bertahan terhadap Omicron.

“Sekitar 38 juta orang telah menerima suntikan booster di Tiongkok,” kata Kepala Ahli Imunisasi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Wang Huaqing pada sebuah pengarahan pada bulan November seperti dilansir dari Bloomberg, Ahad (12/12).

Hongkong juga mulai meluncurkan suntikan booster pada 11 November dengan kelompok berisiko tinggi yang menerima vaksin Sinovac. Misalnya lansia dan komorbid.

Baca Juga:  Polisi Tangkap 14 Pembakar Mobil di sekitar Polsek Tanah Abang

Studi itu dipublikasikan pada 7 Desember. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang berusia 60 tahun atau lebih menerima konsentrasi antibodi yang lebih tinggi usai suntikan ketiga daripada orang berusia 18 hingga 59 tahun.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari