Senin, 7 April 2025
spot_img

Semua Jadwal Penerbangan Dibatalkan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bandara Internasional Hongkong kembali lumpuh pada Selasa (13/8) sore. Itu setelah ribuan demonstran kembali menduduki bandara sejak siang hari, tepatnya di area keberangkatan. Otoritas bandara akhirnya memutuskan untuk membatalkan semua jadwal penerbangan dari Bandara Hongkong.

Keputusan membatalkan jadwal penerbangan merupakan yang kedua kalinya dilakukan otoritas Bandara Hongkong. Sebelumnya pada Senin (12/8), mereka juga memutuskan untuk membatalkan jadwal penerbangan dan menutup operasional bandara setelah pengunjuk rasa menduduki bandara.

Sejatinya, pada Selasa (13/8) pagi, Bandara Hongkong kembali membuka penerbangan. Itu setelah para demonstran berangsur meninggalkan bandara usai melakukan aksi pada Senin (12/8). Namun, menjelang siang hari, para demonstran kembali memadati bandara untuk menggelar unjuk rasa. Mereka melakukan aksi di depan pintu-pintu masuk area keberangkatan.

Baca Juga:  Indra Iskandar Sebut Penggantian Gorden Permintaan Anggota DPR

Tak pelak, akses para penumpang ke pintu masuk keberangkatan menjadi terganggu dan sulit. Bahkan, aksi demonstran semakin menjadi karena mereka sengaja menghalangi calon penumpang untuk memasuki area keberangkatan dengan saling mengaitkan tangan. Sebagian dari penumpang sempat marah dan mendorong para demonstran.

Kondisi tersebut sangat tidak memungkinkan untuk operasional bandara. Pada akhirnya, otoritas bandara memberikan pengumuman bahwa jadwal penerbangan Selasa (13/8) mulai sore hari pukul 16.30 waktu setempat dibatalkan seluruhnya.

"Operasional Bandara Internasional Hongkong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan dibatalkan," bunyi pengumuman otoritas bandara seperti dilansir Al Jazeera.

Selain itu, otoritas bandara meminta penumpang untuk segera meninggalkan area bandara. "Semua penumpang disarankan untuk meninggalkan area terminal bandara sesegera mungkin dan tidak datang ke bandara," imbuh pengumuman otoritas bandara. Namun, pihak otoritas bandara tidak menjelaskan apakah penerbangan kedatangan juga ikut terkena dampak pembatalan tersebut.

Baca Juga:  Hebat...KPK Kehilangan Jejak Buru Harun Masiku

Sementara itu, terkait eskalasi di Hongkong yang semakin memanas, PBB lewat Michelle Bachelet dari Komisi Hak Asasi Manusia, pada Selasa (13/8) menyerukan agar kedua belah pihak melakukan dialog.

"Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengutuk segala bentuk kekerasan atau perusakan properti dan mendesak semua pihak yang terlibat demonstrasi untuk mengekspresikan pendapat dengan cara damai," ungkap Bachelet.

Dia lantas menyerukan pihak berwenang melakukan dialog terbuka untuk menyelesaikan semua masalah secara damai. Itu menjadi satu-satunya cara untuk mencapai stabilitas politik jangka panjang dan keamanan publik di Hongkong dan dunia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bandara Internasional Hongkong kembali lumpuh pada Selasa (13/8) sore. Itu setelah ribuan demonstran kembali menduduki bandara sejak siang hari, tepatnya di area keberangkatan. Otoritas bandara akhirnya memutuskan untuk membatalkan semua jadwal penerbangan dari Bandara Hongkong.

Keputusan membatalkan jadwal penerbangan merupakan yang kedua kalinya dilakukan otoritas Bandara Hongkong. Sebelumnya pada Senin (12/8), mereka juga memutuskan untuk membatalkan jadwal penerbangan dan menutup operasional bandara setelah pengunjuk rasa menduduki bandara.

Sejatinya, pada Selasa (13/8) pagi, Bandara Hongkong kembali membuka penerbangan. Itu setelah para demonstran berangsur meninggalkan bandara usai melakukan aksi pada Senin (12/8). Namun, menjelang siang hari, para demonstran kembali memadati bandara untuk menggelar unjuk rasa. Mereka melakukan aksi di depan pintu-pintu masuk area keberangkatan.

Baca Juga:  Pembukaan Bioskop Kembali Ditunda Hingga Batas Waktu Tak Ditentukan

Tak pelak, akses para penumpang ke pintu masuk keberangkatan menjadi terganggu dan sulit. Bahkan, aksi demonstran semakin menjadi karena mereka sengaja menghalangi calon penumpang untuk memasuki area keberangkatan dengan saling mengaitkan tangan. Sebagian dari penumpang sempat marah dan mendorong para demonstran.

Kondisi tersebut sangat tidak memungkinkan untuk operasional bandara. Pada akhirnya, otoritas bandara memberikan pengumuman bahwa jadwal penerbangan Selasa (13/8) mulai sore hari pukul 16.30 waktu setempat dibatalkan seluruhnya.

"Operasional Bandara Internasional Hongkong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan dibatalkan," bunyi pengumuman otoritas bandara seperti dilansir Al Jazeera.

Selain itu, otoritas bandara meminta penumpang untuk segera meninggalkan area bandara. "Semua penumpang disarankan untuk meninggalkan area terminal bandara sesegera mungkin dan tidak datang ke bandara," imbuh pengumuman otoritas bandara. Namun, pihak otoritas bandara tidak menjelaskan apakah penerbangan kedatangan juga ikut terkena dampak pembatalan tersebut.

Baca Juga:  Hebat...KPK Kehilangan Jejak Buru Harun Masiku

Sementara itu, terkait eskalasi di Hongkong yang semakin memanas, PBB lewat Michelle Bachelet dari Komisi Hak Asasi Manusia, pada Selasa (13/8) menyerukan agar kedua belah pihak melakukan dialog.

"Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengutuk segala bentuk kekerasan atau perusakan properti dan mendesak semua pihak yang terlibat demonstrasi untuk mengekspresikan pendapat dengan cara damai," ungkap Bachelet.

Dia lantas menyerukan pihak berwenang melakukan dialog terbuka untuk menyelesaikan semua masalah secara damai. Itu menjadi satu-satunya cara untuk mencapai stabilitas politik jangka panjang dan keamanan publik di Hongkong dan dunia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Semua Jadwal Penerbangan Dibatalkan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bandara Internasional Hongkong kembali lumpuh pada Selasa (13/8) sore. Itu setelah ribuan demonstran kembali menduduki bandara sejak siang hari, tepatnya di area keberangkatan. Otoritas bandara akhirnya memutuskan untuk membatalkan semua jadwal penerbangan dari Bandara Hongkong.

Keputusan membatalkan jadwal penerbangan merupakan yang kedua kalinya dilakukan otoritas Bandara Hongkong. Sebelumnya pada Senin (12/8), mereka juga memutuskan untuk membatalkan jadwal penerbangan dan menutup operasional bandara setelah pengunjuk rasa menduduki bandara.

Sejatinya, pada Selasa (13/8) pagi, Bandara Hongkong kembali membuka penerbangan. Itu setelah para demonstran berangsur meninggalkan bandara usai melakukan aksi pada Senin (12/8). Namun, menjelang siang hari, para demonstran kembali memadati bandara untuk menggelar unjuk rasa. Mereka melakukan aksi di depan pintu-pintu masuk area keberangkatan.

Baca Juga:  Jumpai Teten, Staf Milenial Presiden Diskusi soal Daya Saing UMKM

Tak pelak, akses para penumpang ke pintu masuk keberangkatan menjadi terganggu dan sulit. Bahkan, aksi demonstran semakin menjadi karena mereka sengaja menghalangi calon penumpang untuk memasuki area keberangkatan dengan saling mengaitkan tangan. Sebagian dari penumpang sempat marah dan mendorong para demonstran.

Kondisi tersebut sangat tidak memungkinkan untuk operasional bandara. Pada akhirnya, otoritas bandara memberikan pengumuman bahwa jadwal penerbangan Selasa (13/8) mulai sore hari pukul 16.30 waktu setempat dibatalkan seluruhnya.

"Operasional Bandara Internasional Hongkong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan dibatalkan," bunyi pengumuman otoritas bandara seperti dilansir Al Jazeera.

Selain itu, otoritas bandara meminta penumpang untuk segera meninggalkan area bandara. "Semua penumpang disarankan untuk meninggalkan area terminal bandara sesegera mungkin dan tidak datang ke bandara," imbuh pengumuman otoritas bandara. Namun, pihak otoritas bandara tidak menjelaskan apakah penerbangan kedatangan juga ikut terkena dampak pembatalan tersebut.

Baca Juga:  Yurianto: Ayo Beradaptasi dengan Pola yang Baru

Sementara itu, terkait eskalasi di Hongkong yang semakin memanas, PBB lewat Michelle Bachelet dari Komisi Hak Asasi Manusia, pada Selasa (13/8) menyerukan agar kedua belah pihak melakukan dialog.

"Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengutuk segala bentuk kekerasan atau perusakan properti dan mendesak semua pihak yang terlibat demonstrasi untuk mengekspresikan pendapat dengan cara damai," ungkap Bachelet.

Dia lantas menyerukan pihak berwenang melakukan dialog terbuka untuk menyelesaikan semua masalah secara damai. Itu menjadi satu-satunya cara untuk mencapai stabilitas politik jangka panjang dan keamanan publik di Hongkong dan dunia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bandara Internasional Hongkong kembali lumpuh pada Selasa (13/8) sore. Itu setelah ribuan demonstran kembali menduduki bandara sejak siang hari, tepatnya di area keberangkatan. Otoritas bandara akhirnya memutuskan untuk membatalkan semua jadwal penerbangan dari Bandara Hongkong.

Keputusan membatalkan jadwal penerbangan merupakan yang kedua kalinya dilakukan otoritas Bandara Hongkong. Sebelumnya pada Senin (12/8), mereka juga memutuskan untuk membatalkan jadwal penerbangan dan menutup operasional bandara setelah pengunjuk rasa menduduki bandara.

Sejatinya, pada Selasa (13/8) pagi, Bandara Hongkong kembali membuka penerbangan. Itu setelah para demonstran berangsur meninggalkan bandara usai melakukan aksi pada Senin (12/8). Namun, menjelang siang hari, para demonstran kembali memadati bandara untuk menggelar unjuk rasa. Mereka melakukan aksi di depan pintu-pintu masuk area keberangkatan.

Baca Juga:  Jumpai Teten, Staf Milenial Presiden Diskusi soal Daya Saing UMKM

Tak pelak, akses para penumpang ke pintu masuk keberangkatan menjadi terganggu dan sulit. Bahkan, aksi demonstran semakin menjadi karena mereka sengaja menghalangi calon penumpang untuk memasuki area keberangkatan dengan saling mengaitkan tangan. Sebagian dari penumpang sempat marah dan mendorong para demonstran.

Kondisi tersebut sangat tidak memungkinkan untuk operasional bandara. Pada akhirnya, otoritas bandara memberikan pengumuman bahwa jadwal penerbangan Selasa (13/8) mulai sore hari pukul 16.30 waktu setempat dibatalkan seluruhnya.

"Operasional Bandara Internasional Hongkong sangat terganggu. Semua penerbangan keberangkatan dibatalkan," bunyi pengumuman otoritas bandara seperti dilansir Al Jazeera.

Selain itu, otoritas bandara meminta penumpang untuk segera meninggalkan area bandara. "Semua penumpang disarankan untuk meninggalkan area terminal bandara sesegera mungkin dan tidak datang ke bandara," imbuh pengumuman otoritas bandara. Namun, pihak otoritas bandara tidak menjelaskan apakah penerbangan kedatangan juga ikut terkena dampak pembatalan tersebut.

Baca Juga:  Lamborghini Bantu Produksi Masker

Sementara itu, terkait eskalasi di Hongkong yang semakin memanas, PBB lewat Michelle Bachelet dari Komisi Hak Asasi Manusia, pada Selasa (13/8) menyerukan agar kedua belah pihak melakukan dialog.

"Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengutuk segala bentuk kekerasan atau perusakan properti dan mendesak semua pihak yang terlibat demonstrasi untuk mengekspresikan pendapat dengan cara damai," ungkap Bachelet.

Dia lantas menyerukan pihak berwenang melakukan dialog terbuka untuk menyelesaikan semua masalah secara damai. Itu menjadi satu-satunya cara untuk mencapai stabilitas politik jangka panjang dan keamanan publik di Hongkong dan dunia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari