Sabtu, 29 November 2025
spot_img

2 Balita Jadi Pasien dari 69 Kasus Positif Virus Corona

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penyebaran kasus positif virus corona jenis baru di Indonesia semakin meluas. Dalam dua hari, jumlah kasus positif naik hampir dua kali lipat. Pada Rabu (11/3) ada 34 kasus positif yang diumumkan, dan hari ini, Jumat (13/3) nail menjadi 69 kasus positif. Dari jumlah itu, mirisnya ada 2 kasus balita ikut terinfeksi.

Balita tersebut terinfeksi dari orang tuanya. Namun tidak dipaparkan dengan jelas penularannya dari pasien nomor berapa. Sedikitnya ada 2 balita yang diumumkan. Pertama, pasien 49, laki-laki, 3 tahun. Kondisi sakit ringan sedang. Kedua, balita yang lebih muda lagi usianya. Pasien 54, laki-laki 2 tahun. Kondisi sakit sedang.

Seluruh pasien yang dinyatakan positif, diisolasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta dan di luar Jakarta. Ada lebih dari 100 RS rujukan se-Indonesia untuk menampung kasus COVID-19.

Baca Juga:  Pansus Bakal Panggil Anies Baswedan Bahas Pemindahan Ibu Kota

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan seluruh pasien positif termasuk yang sudah meninggal terus dilacak siapa saja penularannya. Artinya siapa saja yang kontak dekat (close contact) dengan mereka sebelumnya. Dia menegaskan tracing masih terus berjalan dan dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat.

"Kan belum selesai tracingnya. Kalau kami lambat tracing, kami enggak dapat apa apa. Ini semua masih dilakukan oleh Dinkes," tandasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penyebaran kasus positif virus corona jenis baru di Indonesia semakin meluas. Dalam dua hari, jumlah kasus positif naik hampir dua kali lipat. Pada Rabu (11/3) ada 34 kasus positif yang diumumkan, dan hari ini, Jumat (13/3) nail menjadi 69 kasus positif. Dari jumlah itu, mirisnya ada 2 kasus balita ikut terinfeksi.

Balita tersebut terinfeksi dari orang tuanya. Namun tidak dipaparkan dengan jelas penularannya dari pasien nomor berapa. Sedikitnya ada 2 balita yang diumumkan. Pertama, pasien 49, laki-laki, 3 tahun. Kondisi sakit ringan sedang. Kedua, balita yang lebih muda lagi usianya. Pasien 54, laki-laki 2 tahun. Kondisi sakit sedang.

Seluruh pasien yang dinyatakan positif, diisolasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta dan di luar Jakarta. Ada lebih dari 100 RS rujukan se-Indonesia untuk menampung kasus COVID-19.

Baca Juga:  Anggota Koramil Kena Bacok

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan seluruh pasien positif termasuk yang sudah meninggal terus dilacak siapa saja penularannya. Artinya siapa saja yang kontak dekat (close contact) dengan mereka sebelumnya. Dia menegaskan tracing masih terus berjalan dan dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat.

"Kan belum selesai tracingnya. Kalau kami lambat tracing, kami enggak dapat apa apa. Ini semua masih dilakukan oleh Dinkes," tandasnya.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penyebaran kasus positif virus corona jenis baru di Indonesia semakin meluas. Dalam dua hari, jumlah kasus positif naik hampir dua kali lipat. Pada Rabu (11/3) ada 34 kasus positif yang diumumkan, dan hari ini, Jumat (13/3) nail menjadi 69 kasus positif. Dari jumlah itu, mirisnya ada 2 kasus balita ikut terinfeksi.

Balita tersebut terinfeksi dari orang tuanya. Namun tidak dipaparkan dengan jelas penularannya dari pasien nomor berapa. Sedikitnya ada 2 balita yang diumumkan. Pertama, pasien 49, laki-laki, 3 tahun. Kondisi sakit ringan sedang. Kedua, balita yang lebih muda lagi usianya. Pasien 54, laki-laki 2 tahun. Kondisi sakit sedang.

Seluruh pasien yang dinyatakan positif, diisolasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta dan di luar Jakarta. Ada lebih dari 100 RS rujukan se-Indonesia untuk menampung kasus COVID-19.

Baca Juga:  Kapolres Rohil Pimpin Pemusnahan BB Narkoba Jenis Sabu

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan seluruh pasien positif termasuk yang sudah meninggal terus dilacak siapa saja penularannya. Artinya siapa saja yang kontak dekat (close contact) dengan mereka sebelumnya. Dia menegaskan tracing masih terus berjalan dan dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat.

"Kan belum selesai tracingnya. Kalau kami lambat tracing, kami enggak dapat apa apa. Ini semua masih dilakukan oleh Dinkes," tandasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari