Rabu, 4 Maret 2026
- Advertisement -

Undang Investor ke KITB untuk Berinventasi

SIAK (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Dengan pengembangan KITB diharapkan bisa menjadi harapan baru, khususnya dalam peningkatkan pembangunan daerah.

Untuk itu, pemkab melakukan temu bisnis kawasan industri Kabupaten Siak, sekaligus mengundang investor untuk berinventasi di kawasan yang sudah masuk dalam proyek strategis nasional tersebut di Batam, Senin (11/11).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution serta dihadiri langsung Bupati Siak Alfedri MSi,  pimpinan OPD Provinsi Riau dan Kabupaten Siak, serta para calon investor dari dalam negeri dan luar negeri.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar pada saat presentase di depan para investor mengatakan KITB merupakan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan laut sehingga sangat strategis dalam mengembangkan industri hilir.

Baca Juga:  Takut Jarum

"Industri hilir di Provinsi Riau belum begitu berkembang. Sehingga nilai tambah produk yang dihasilkan belum optimal. Ini menjadi peluang bagi investor yang akan berinvestasi di kawasan KITB ini," ungkapnya.

Ia menjelaskan, indikasi pencapaian ekonomi makro di Provinsi Riau dari tahun 2015 hingga tahun 2019 terus mengalami kenaikan. Namun masih berada di bawah rata-rata perekonomian nasional dan Sumatera, hal ini terjadi karena penurunan harga sawit dan getah.

Sementara itu, Bupati Siak Alfedri menjelaskan tentang keunggulan Pelabuhan Tanjung Buton yang terletak sangat strategis dengan luas kawasan pelabuhan dan industri 300 hektare dan 600 hektare bersertifikat HPL, serta yang sudah dibebaskan seluas 5.192 hektare.

Baca Juga:  90 Unit Paten Mobil Pertama di Dunia, Salah Satunya Punya Indonesia

Lebih lanjut, Alfedri juga menyampaikan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung investasi di Kabupaten Siak. Yakni pelayanan perizinan di Kabupaten Siak sudah menggunakan sistem online dan tracking system sehingga pelayanannya cepat, mudah dan praktis.

Industri kawasan Tanjung Buton adalah harapan baru bagi Kabupaten Siak dan Riau dalam meningkatkan pembangunan daerah.

"Kita sangat optimis KITB akan dapat berkembang pesat nantinya. Dari bentuk letaknya, KITB akan dapat membuka peluang kerja dan pengembangan perekonimian bagi Siak khususnya dan Riau pada umumnya," tambahnya.(adv)

SIAK (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Dengan pengembangan KITB diharapkan bisa menjadi harapan baru, khususnya dalam peningkatkan pembangunan daerah.

Untuk itu, pemkab melakukan temu bisnis kawasan industri Kabupaten Siak, sekaligus mengundang investor untuk berinventasi di kawasan yang sudah masuk dalam proyek strategis nasional tersebut di Batam, Senin (11/11).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution serta dihadiri langsung Bupati Siak Alfedri MSi,  pimpinan OPD Provinsi Riau dan Kabupaten Siak, serta para calon investor dari dalam negeri dan luar negeri.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar pada saat presentase di depan para investor mengatakan KITB merupakan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan laut sehingga sangat strategis dalam mengembangkan industri hilir.

Baca Juga:  Dapat Tambahan Dukungan, Paisal Menguat

"Industri hilir di Provinsi Riau belum begitu berkembang. Sehingga nilai tambah produk yang dihasilkan belum optimal. Ini menjadi peluang bagi investor yang akan berinvestasi di kawasan KITB ini," ungkapnya.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, indikasi pencapaian ekonomi makro di Provinsi Riau dari tahun 2015 hingga tahun 2019 terus mengalami kenaikan. Namun masih berada di bawah rata-rata perekonomian nasional dan Sumatera, hal ini terjadi karena penurunan harga sawit dan getah.

Sementara itu, Bupati Siak Alfedri menjelaskan tentang keunggulan Pelabuhan Tanjung Buton yang terletak sangat strategis dengan luas kawasan pelabuhan dan industri 300 hektare dan 600 hektare bersertifikat HPL, serta yang sudah dibebaskan seluas 5.192 hektare.

- Advertisement -
Baca Juga:  Takut Jarum

Lebih lanjut, Alfedri juga menyampaikan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung investasi di Kabupaten Siak. Yakni pelayanan perizinan di Kabupaten Siak sudah menggunakan sistem online dan tracking system sehingga pelayanannya cepat, mudah dan praktis.

Industri kawasan Tanjung Buton adalah harapan baru bagi Kabupaten Siak dan Riau dalam meningkatkan pembangunan daerah.

"Kita sangat optimis KITB akan dapat berkembang pesat nantinya. Dari bentuk letaknya, KITB akan dapat membuka peluang kerja dan pengembangan perekonimian bagi Siak khususnya dan Riau pada umumnya," tambahnya.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus mendorong pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Dengan pengembangan KITB diharapkan bisa menjadi harapan baru, khususnya dalam peningkatkan pembangunan daerah.

Untuk itu, pemkab melakukan temu bisnis kawasan industri Kabupaten Siak, sekaligus mengundang investor untuk berinventasi di kawasan yang sudah masuk dalam proyek strategis nasional tersebut di Batam, Senin (11/11).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution serta dihadiri langsung Bupati Siak Alfedri MSi,  pimpinan OPD Provinsi Riau dan Kabupaten Siak, serta para calon investor dari dalam negeri dan luar negeri.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar pada saat presentase di depan para investor mengatakan KITB merupakan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan laut sehingga sangat strategis dalam mengembangkan industri hilir.

Baca Juga:   Ribuan Warga Sipil Jadi Korban Perang Sipil di Ethiopia

"Industri hilir di Provinsi Riau belum begitu berkembang. Sehingga nilai tambah produk yang dihasilkan belum optimal. Ini menjadi peluang bagi investor yang akan berinvestasi di kawasan KITB ini," ungkapnya.

Ia menjelaskan, indikasi pencapaian ekonomi makro di Provinsi Riau dari tahun 2015 hingga tahun 2019 terus mengalami kenaikan. Namun masih berada di bawah rata-rata perekonomian nasional dan Sumatera, hal ini terjadi karena penurunan harga sawit dan getah.

Sementara itu, Bupati Siak Alfedri menjelaskan tentang keunggulan Pelabuhan Tanjung Buton yang terletak sangat strategis dengan luas kawasan pelabuhan dan industri 300 hektare dan 600 hektare bersertifikat HPL, serta yang sudah dibebaskan seluas 5.192 hektare.

Baca Juga:  Dapat Tambahan Dukungan, Paisal Menguat

Lebih lanjut, Alfedri juga menyampaikan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung investasi di Kabupaten Siak. Yakni pelayanan perizinan di Kabupaten Siak sudah menggunakan sistem online dan tracking system sehingga pelayanannya cepat, mudah dan praktis.

Industri kawasan Tanjung Buton adalah harapan baru bagi Kabupaten Siak dan Riau dalam meningkatkan pembangunan daerah.

"Kita sangat optimis KITB akan dapat berkembang pesat nantinya. Dari bentuk letaknya, KITB akan dapat membuka peluang kerja dan pengembangan perekonimian bagi Siak khususnya dan Riau pada umumnya," tambahnya.(adv)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari