Minggu, 1 Februari 2026
- Advertisement -

Mencicipi Makanan Saat Berpuasa

Saya ibu rumah tangga yang selalu memasak untuk keluarga. Apakah puasa saya batal bila mencicipi masakan saat berpuasa?

Bu Asmawati, 081268XXXX

Jawaban:

Terima kasih kepada Bu Asmawati yang bertanya tentang hukum mencicipi masakan ketika sedang berpuasa. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, mencicipi makanan ketika berpuasa tidak membatalkan puasa. "Tidak mengapa mencicipi cuka atau makanan lainnya selama tidak masuk ke kerongkongan." (HR Bukhari)

Ulama fikih merinci terkait hukum mencicipi makanan ketika berpuasa. Pertama, bila mencicipi makanan tanpa ada keperluan hukumnya makruh, yaitu dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala. Namun, meskipun makruh  puasanya tidak batal.

Kedua, bila mencicipinya karena ada keperluan, seperti juru masak atau wanita maupun lelaki yang memasak di dapur, hukumnya tidak makruh. Demikian juga  puasanya tidak batal. Namun perlu diperhatikan mencicipi tersebut tidak batal selama tidak masuk ke kerongkongan sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas.

Mencicipi makanan mirip dengan orang berkumur-kumur ketika sedang berpuasa di mana tidak batal puasanya. Para fukaha menyepakati bahwa berkumur-kumur di bulan puasa tidak membatalkan puasa sepanjang tidak masuk ke kerongkongan.  Begitu pula mencicipi makanan. Pinsipnya jangan sampai tertelan.

Dalam rangka berhati-hati (ikhtiyat) dan menjaga agar puasa tidak batal, sebaiknya  mencicipi makanan tersebut diserahkan kepada seseorang yang sedang tidak berpuasa, misalnya  perempuan yang sedang haid. Wallahu a’lam.

Demikian jawaban kami untuk Bu Asmawati yang bertanya, semoga baktinya kepada keluarga menjadi amal ibadah.***

Saya ibu rumah tangga yang selalu memasak untuk keluarga. Apakah puasa saya batal bila mencicipi masakan saat berpuasa?

Bu Asmawati, 081268XXXX

Jawaban:

Terima kasih kepada Bu Asmawati yang bertanya tentang hukum mencicipi masakan ketika sedang berpuasa. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, mencicipi makanan ketika berpuasa tidak membatalkan puasa. "Tidak mengapa mencicipi cuka atau makanan lainnya selama tidak masuk ke kerongkongan." (HR Bukhari)

Ulama fikih merinci terkait hukum mencicipi makanan ketika berpuasa. Pertama, bila mencicipi makanan tanpa ada keperluan hukumnya makruh, yaitu dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala. Namun, meskipun makruh  puasanya tidak batal.

- Advertisement -

Kedua, bila mencicipinya karena ada keperluan, seperti juru masak atau wanita maupun lelaki yang memasak di dapur, hukumnya tidak makruh. Demikian juga  puasanya tidak batal. Namun perlu diperhatikan mencicipi tersebut tidak batal selama tidak masuk ke kerongkongan sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas.

Mencicipi makanan mirip dengan orang berkumur-kumur ketika sedang berpuasa di mana tidak batal puasanya. Para fukaha menyepakati bahwa berkumur-kumur di bulan puasa tidak membatalkan puasa sepanjang tidak masuk ke kerongkongan.  Begitu pula mencicipi makanan. Pinsipnya jangan sampai tertelan.

- Advertisement -

Dalam rangka berhati-hati (ikhtiyat) dan menjaga agar puasa tidak batal, sebaiknya  mencicipi makanan tersebut diserahkan kepada seseorang yang sedang tidak berpuasa, misalnya  perempuan yang sedang haid. Wallahu a’lam.

Demikian jawaban kami untuk Bu Asmawati yang bertanya, semoga baktinya kepada keluarga menjadi amal ibadah.***

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Saya ibu rumah tangga yang selalu memasak untuk keluarga. Apakah puasa saya batal bila mencicipi masakan saat berpuasa?

Bu Asmawati, 081268XXXX

Jawaban:

Terima kasih kepada Bu Asmawati yang bertanya tentang hukum mencicipi masakan ketika sedang berpuasa. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, mencicipi makanan ketika berpuasa tidak membatalkan puasa. "Tidak mengapa mencicipi cuka atau makanan lainnya selama tidak masuk ke kerongkongan." (HR Bukhari)

Ulama fikih merinci terkait hukum mencicipi makanan ketika berpuasa. Pertama, bila mencicipi makanan tanpa ada keperluan hukumnya makruh, yaitu dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala. Namun, meskipun makruh  puasanya tidak batal.

Kedua, bila mencicipinya karena ada keperluan, seperti juru masak atau wanita maupun lelaki yang memasak di dapur, hukumnya tidak makruh. Demikian juga  puasanya tidak batal. Namun perlu diperhatikan mencicipi tersebut tidak batal selama tidak masuk ke kerongkongan sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas.

Mencicipi makanan mirip dengan orang berkumur-kumur ketika sedang berpuasa di mana tidak batal puasanya. Para fukaha menyepakati bahwa berkumur-kumur di bulan puasa tidak membatalkan puasa sepanjang tidak masuk ke kerongkongan.  Begitu pula mencicipi makanan. Pinsipnya jangan sampai tertelan.

Dalam rangka berhati-hati (ikhtiyat) dan menjaga agar puasa tidak batal, sebaiknya  mencicipi makanan tersebut diserahkan kepada seseorang yang sedang tidak berpuasa, misalnya  perempuan yang sedang haid. Wallahu a’lam.

Demikian jawaban kami untuk Bu Asmawati yang bertanya, semoga baktinya kepada keluarga menjadi amal ibadah.***

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari