Selasa, 20 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Dosen UIR Kenalkan Tanaman Pekarangan Menjadi Minuman Kesehatan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Arief Yandra Putra SSi MSi dan anggota Fitri Mairizki SSi MSi, Ir Ernita MP dua mahasiswa,  Silvi Anggraini, T Rahmad Ramadhani mengenalkan pemanfaatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan di masa pendemi Covid-19.

Mereka ini merupakan dosen dan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). Pengabdian bertempat di ruang serba guna RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (7/4) lalu.

Minuman kesehatan tersebut terbuat dari bahan herbal seperti jahe, kunyit, sereh dan tanaman obat lainnya.  

Ketua Tim Pengabdian Arief Yandra Putra SSi MSi kepada Riau Pos, Sabtu (10/4) mengatakan, sebagai mitra pengabdian diikuti oleh kader Posyandu dan kelompok PKK RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Baca Juga:  Diduga Tes Antigen Pakai Alat Bekas, Kimia Farma di Kualanamu Digerebek

Ia menyebutkan tujuan dari pengabdian ini adalah, memberikan edukasi tentang kandungan kimia dan potensi tumbuhan lokal untuk pembuatan minuman kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, memberikan pendampingan tentang cara pembuatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan, memberikan ide kepada masyarakat  terutama bagi mitra untuk memanfaatkan tumbuhan sekitar menjadi produk yang berpotensi sebagai peluang usaha di masa pandemi.

Dikatakannya, masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat sangatlah banyak dan beragam jenisnya. Sebagian masyarakat ada yang menyadari bahwa ada masalah kesehatan yang sedang dialami dan sebagian tidak menyadarinya. Pola hidup sehat merupakan suatu hal yang harus diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaatnya sangat besar bagi manusia.

Baca Juga:  Satu Pasien Perempuan Positif Covid-19 di Padang Meninggal Dunia

"Dunia umumnya pada akhir 2019 hingga saat ini mengalami kejadian yang luar biasa yaitu serangan virus yang luar biasa hebat yang banyak memakan korban," katanya.(nto/c)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Arief Yandra Putra SSi MSi dan anggota Fitri Mairizki SSi MSi, Ir Ernita MP dua mahasiswa,  Silvi Anggraini, T Rahmad Ramadhani mengenalkan pemanfaatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan di masa pendemi Covid-19.

Mereka ini merupakan dosen dan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). Pengabdian bertempat di ruang serba guna RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (7/4) lalu.

Minuman kesehatan tersebut terbuat dari bahan herbal seperti jahe, kunyit, sereh dan tanaman obat lainnya.  

Ketua Tim Pengabdian Arief Yandra Putra SSi MSi kepada Riau Pos, Sabtu (10/4) mengatakan, sebagai mitra pengabdian diikuti oleh kader Posyandu dan kelompok PKK RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Baca Juga:  Berprestasi dan Menginspirasi

Ia menyebutkan tujuan dari pengabdian ini adalah, memberikan edukasi tentang kandungan kimia dan potensi tumbuhan lokal untuk pembuatan minuman kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, memberikan pendampingan tentang cara pembuatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan, memberikan ide kepada masyarakat  terutama bagi mitra untuk memanfaatkan tumbuhan sekitar menjadi produk yang berpotensi sebagai peluang usaha di masa pandemi.

- Advertisement -

Dikatakannya, masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat sangatlah banyak dan beragam jenisnya. Sebagian masyarakat ada yang menyadari bahwa ada masalah kesehatan yang sedang dialami dan sebagian tidak menyadarinya. Pola hidup sehat merupakan suatu hal yang harus diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaatnya sangat besar bagi manusia.

Baca Juga:  Diduga Tes Antigen Pakai Alat Bekas, Kimia Farma di Kualanamu Digerebek

"Dunia umumnya pada akhir 2019 hingga saat ini mengalami kejadian yang luar biasa yaitu serangan virus yang luar biasa hebat yang banyak memakan korban," katanya.(nto/c)

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Arief Yandra Putra SSi MSi dan anggota Fitri Mairizki SSi MSi, Ir Ernita MP dua mahasiswa,  Silvi Anggraini, T Rahmad Ramadhani mengenalkan pemanfaatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan di masa pendemi Covid-19.

Mereka ini merupakan dosen dan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). Pengabdian bertempat di ruang serba guna RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (7/4) lalu.

Minuman kesehatan tersebut terbuat dari bahan herbal seperti jahe, kunyit, sereh dan tanaman obat lainnya.  

Ketua Tim Pengabdian Arief Yandra Putra SSi MSi kepada Riau Pos, Sabtu (10/4) mengatakan, sebagai mitra pengabdian diikuti oleh kader Posyandu dan kelompok PKK RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Baca Juga:  Target Indonesia Produksi Alutsista Mandiri

Ia menyebutkan tujuan dari pengabdian ini adalah, memberikan edukasi tentang kandungan kimia dan potensi tumbuhan lokal untuk pembuatan minuman kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, memberikan pendampingan tentang cara pembuatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan, memberikan ide kepada masyarakat  terutama bagi mitra untuk memanfaatkan tumbuhan sekitar menjadi produk yang berpotensi sebagai peluang usaha di masa pandemi.

Dikatakannya, masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat sangatlah banyak dan beragam jenisnya. Sebagian masyarakat ada yang menyadari bahwa ada masalah kesehatan yang sedang dialami dan sebagian tidak menyadarinya. Pola hidup sehat merupakan suatu hal yang harus diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaatnya sangat besar bagi manusia.

Baca Juga:  Gelisah Tiap Hujan Datang

"Dunia umumnya pada akhir 2019 hingga saat ini mengalami kejadian yang luar biasa yaitu serangan virus yang luar biasa hebat yang banyak memakan korban," katanya.(nto/c)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari