Rabu, 2 April 2025
spot_img

THM di Meranti Wajib Tutup

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengeluarkan surat edaran tentang panduan kegiatan selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. 

Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, surat edaran yang harus dipatuhi oleh masyarakat ini telah diterbitkan pada 4 Maret 2024 lalu.

Terutama kepada pengelola sektor usaha tempat hiburan malam (THM) yang harus tutup sepanjang bulan puasa dalam menjaga kesucian dan ketenangan warga dalam beribadah.

“Pada poin keempat dalam surat edaran itu disebutkan, bagi pengelola hotel dan pihak lain yang menyelenggaran tempat hiburan malam seperti karaoke, kafe, pujasera yang menyediakan minuman beralkohol, biliar, panti pijat, arena permainan lain seperti warnet harus tutup selama bulan suci Ramadan,” kata Sekda kepada Riau Pos, Senin (11/3).

Baca Juga:  Warga Harapkan Listrik Tidak Padam selama Ramadan

Selain itu, masyarakat diminta tidak membunyikan petasan, mariam atau yang sejenisnya. Kepada masyarakat juga diminta dapat menghormati warga yanh sedang menjalankan puasa agar tidak minum dan makan pada siang hati di tempat umum.

“Makanya bagi pengusaha rumah makan, kedai kopi dan restoran tetap beroperasi namun harus memasang tirai atau penutup pintu agar tidak kelihatan aktivitasnya dari luar,” ungkapnya.

Agar surat edaran ini efektif, makanya dalam surat itu mereka turut meminta peran kepada Satpol PP dan aparat kepolisian agar dapat melakukan pegwasan dan pendidakan secara tegas kepada pihak yang abai terhadap regulasi tersebut.

“Nanti akan ada patroli rutin dari Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Jika ada yang abai tetap diukur pemberian sanksinya dari ringan hingga sanksi berat. Salah satu sanksi bisa jadi pencabutan izin,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2021

Inisiatif ini, kata Bambang, ditujukan agar aktivitas Ramadan berlangsung baik dan seluruh pihak dapat menghormati nilai-nilai keagamaan selama bulan suci Ramadan.

Diharapkan, dengan adanya aturan ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khidmat dan tenang, tanpa gangguan dari aktivitas hiburan malam.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengeluarkan surat edaran tentang panduan kegiatan selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. 

Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, surat edaran yang harus dipatuhi oleh masyarakat ini telah diterbitkan pada 4 Maret 2024 lalu.

Terutama kepada pengelola sektor usaha tempat hiburan malam (THM) yang harus tutup sepanjang bulan puasa dalam menjaga kesucian dan ketenangan warga dalam beribadah.

“Pada poin keempat dalam surat edaran itu disebutkan, bagi pengelola hotel dan pihak lain yang menyelenggaran tempat hiburan malam seperti karaoke, kafe, pujasera yang menyediakan minuman beralkohol, biliar, panti pijat, arena permainan lain seperti warnet harus tutup selama bulan suci Ramadan,” kata Sekda kepada Riau Pos, Senin (11/3).

Baca Juga:  Jajakan Beragam Menu Takjil

Selain itu, masyarakat diminta tidak membunyikan petasan, mariam atau yang sejenisnya. Kepada masyarakat juga diminta dapat menghormati warga yanh sedang menjalankan puasa agar tidak minum dan makan pada siang hati di tempat umum.

“Makanya bagi pengusaha rumah makan, kedai kopi dan restoran tetap beroperasi namun harus memasang tirai atau penutup pintu agar tidak kelihatan aktivitasnya dari luar,” ungkapnya.

Agar surat edaran ini efektif, makanya dalam surat itu mereka turut meminta peran kepada Satpol PP dan aparat kepolisian agar dapat melakukan pegwasan dan pendidakan secara tegas kepada pihak yang abai terhadap regulasi tersebut.

“Nanti akan ada patroli rutin dari Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Jika ada yang abai tetap diukur pemberian sanksinya dari ringan hingga sanksi berat. Salah satu sanksi bisa jadi pencabutan izin,” ujarnya.

Baca Juga:  Wirausaha Muda Mampu Retas Kemiskinan

Inisiatif ini, kata Bambang, ditujukan agar aktivitas Ramadan berlangsung baik dan seluruh pihak dapat menghormati nilai-nilai keagamaan selama bulan suci Ramadan.

Diharapkan, dengan adanya aturan ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khidmat dan tenang, tanpa gangguan dari aktivitas hiburan malam.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

THM di Meranti Wajib Tutup

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengeluarkan surat edaran tentang panduan kegiatan selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. 

Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, surat edaran yang harus dipatuhi oleh masyarakat ini telah diterbitkan pada 4 Maret 2024 lalu.

Terutama kepada pengelola sektor usaha tempat hiburan malam (THM) yang harus tutup sepanjang bulan puasa dalam menjaga kesucian dan ketenangan warga dalam beribadah.

“Pada poin keempat dalam surat edaran itu disebutkan, bagi pengelola hotel dan pihak lain yang menyelenggaran tempat hiburan malam seperti karaoke, kafe, pujasera yang menyediakan minuman beralkohol, biliar, panti pijat, arena permainan lain seperti warnet harus tutup selama bulan suci Ramadan,” kata Sekda kepada Riau Pos, Senin (11/3).

Baca Juga:  Indonesia Lockdown Dua Pekan

Selain itu, masyarakat diminta tidak membunyikan petasan, mariam atau yang sejenisnya. Kepada masyarakat juga diminta dapat menghormati warga yanh sedang menjalankan puasa agar tidak minum dan makan pada siang hati di tempat umum.

“Makanya bagi pengusaha rumah makan, kedai kopi dan restoran tetap beroperasi namun harus memasang tirai atau penutup pintu agar tidak kelihatan aktivitasnya dari luar,” ungkapnya.

Agar surat edaran ini efektif, makanya dalam surat itu mereka turut meminta peran kepada Satpol PP dan aparat kepolisian agar dapat melakukan pegwasan dan pendidakan secara tegas kepada pihak yang abai terhadap regulasi tersebut.

“Nanti akan ada patroli rutin dari Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Jika ada yang abai tetap diukur pemberian sanksinya dari ringan hingga sanksi berat. Salah satu sanksi bisa jadi pencabutan izin,” ujarnya.

Baca Juga:  Tayang Perdana 19 Juni

Inisiatif ini, kata Bambang, ditujukan agar aktivitas Ramadan berlangsung baik dan seluruh pihak dapat menghormati nilai-nilai keagamaan selama bulan suci Ramadan.

Diharapkan, dengan adanya aturan ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khidmat dan tenang, tanpa gangguan dari aktivitas hiburan malam.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengeluarkan surat edaran tentang panduan kegiatan selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. 

Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, surat edaran yang harus dipatuhi oleh masyarakat ini telah diterbitkan pada 4 Maret 2024 lalu.

Terutama kepada pengelola sektor usaha tempat hiburan malam (THM) yang harus tutup sepanjang bulan puasa dalam menjaga kesucian dan ketenangan warga dalam beribadah.

“Pada poin keempat dalam surat edaran itu disebutkan, bagi pengelola hotel dan pihak lain yang menyelenggaran tempat hiburan malam seperti karaoke, kafe, pujasera yang menyediakan minuman beralkohol, biliar, panti pijat, arena permainan lain seperti warnet harus tutup selama bulan suci Ramadan,” kata Sekda kepada Riau Pos, Senin (11/3).

Baca Juga:  Tayang Perdana 19 Juni

Selain itu, masyarakat diminta tidak membunyikan petasan, mariam atau yang sejenisnya. Kepada masyarakat juga diminta dapat menghormati warga yanh sedang menjalankan puasa agar tidak minum dan makan pada siang hati di tempat umum.

“Makanya bagi pengusaha rumah makan, kedai kopi dan restoran tetap beroperasi namun harus memasang tirai atau penutup pintu agar tidak kelihatan aktivitasnya dari luar,” ungkapnya.

Agar surat edaran ini efektif, makanya dalam surat itu mereka turut meminta peran kepada Satpol PP dan aparat kepolisian agar dapat melakukan pegwasan dan pendidakan secara tegas kepada pihak yang abai terhadap regulasi tersebut.

“Nanti akan ada patroli rutin dari Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Jika ada yang abai tetap diukur pemberian sanksinya dari ringan hingga sanksi berat. Salah satu sanksi bisa jadi pencabutan izin,” ujarnya.

Baca Juga:  Masih Ditemukan Tempat Makan Tak Ikut Aturan

Inisiatif ini, kata Bambang, ditujukan agar aktivitas Ramadan berlangsung baik dan seluruh pihak dapat menghormati nilai-nilai keagamaan selama bulan suci Ramadan.

Diharapkan, dengan adanya aturan ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khidmat dan tenang, tanpa gangguan dari aktivitas hiburan malam.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari