Kamis, 8 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Puluhan TKA Asal Cina Bekerja di Meikarta

BEKASI (RIAUPOS.CO) — Pengelola Meikarta membantah telah mempekerjakan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina secara ilegal di proyek yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Komunikasi Meikarta Danang Kemayan Jati mengatakan, jumlah TKA yang bekerja di Meikarta sebanyak 86 orang, sementara pekerja lokalnya berjumlah 5.000 orang.

"Status pekerja WNA yang dipekerjakan di Meikarta minimal supervisor atau key specialist," kata Danang di Bekasi, Rabu.

Ia menjelaskan, seluruh TKA yang dipekerjakan di proyek Meikarta direkrut oleh jasa kontraktor bernama China Contractor.

Danang menegaskan, seluruh TKA yang bekerja di Meikarta sudah memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang. Pihaknya menempatkan prioritas tinggi kepada semua kontraktor atas keselamatan kerja.

Baca Juga:  IPW Bocorkan Nama Calon Kabareskrim

Pihaknya memprioritaskan putra daerah dalam membangun Kota Baru Meikarta di mana dari 5.000 pekerja lokal yang bekerja sebagian besar merupakan warga Bekasi dan sisanya merupakan pekerja dari luar daerah Bekasi.

Danang juga memastikan seluruh pekerja di lokasi proyek Meikarta terbebas dari virus corona atau Covid-19 sekaligus membantah tudingan salah seorang WNA yang meninggal di area proyek itu beberapa hari lalu akibat virus berbahaya tersebut.

"Mengenai WNA yang meninggal, dia bukan karyawan Meikarta, melainkan karyawan kontraktor dan sudah dievakuasi pihak berwajib bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja, bukan karena virus corona," ucapnya.

DPRD Kabupaten Bekasi sebelumnya menduga ada ribuan TKA asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. (jpnn)

Baca Juga:  Pemeriksaan Penumpang dari Cina di Pelabuhan Diperketat

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

BEKASI (RIAUPOS.CO) — Pengelola Meikarta membantah telah mempekerjakan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina secara ilegal di proyek yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Komunikasi Meikarta Danang Kemayan Jati mengatakan, jumlah TKA yang bekerja di Meikarta sebanyak 86 orang, sementara pekerja lokalnya berjumlah 5.000 orang.

"Status pekerja WNA yang dipekerjakan di Meikarta minimal supervisor atau key specialist," kata Danang di Bekasi, Rabu.

Ia menjelaskan, seluruh TKA yang dipekerjakan di proyek Meikarta direkrut oleh jasa kontraktor bernama China Contractor.

Danang menegaskan, seluruh TKA yang bekerja di Meikarta sudah memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang. Pihaknya menempatkan prioritas tinggi kepada semua kontraktor atas keselamatan kerja.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2021

Pihaknya memprioritaskan putra daerah dalam membangun Kota Baru Meikarta di mana dari 5.000 pekerja lokal yang bekerja sebagian besar merupakan warga Bekasi dan sisanya merupakan pekerja dari luar daerah Bekasi.

Danang juga memastikan seluruh pekerja di lokasi proyek Meikarta terbebas dari virus corona atau Covid-19 sekaligus membantah tudingan salah seorang WNA yang meninggal di area proyek itu beberapa hari lalu akibat virus berbahaya tersebut.

- Advertisement -

"Mengenai WNA yang meninggal, dia bukan karyawan Meikarta, melainkan karyawan kontraktor dan sudah dievakuasi pihak berwajib bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja, bukan karena virus corona," ucapnya.

DPRD Kabupaten Bekasi sebelumnya menduga ada ribuan TKA asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. (jpnn)

Baca Juga:  4.233 Kamar Hotel Bisa Digunakan untuk Isolasi Mandiri

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEKASI (RIAUPOS.CO) — Pengelola Meikarta membantah telah mempekerjakan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina secara ilegal di proyek yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Komunikasi Meikarta Danang Kemayan Jati mengatakan, jumlah TKA yang bekerja di Meikarta sebanyak 86 orang, sementara pekerja lokalnya berjumlah 5.000 orang.

"Status pekerja WNA yang dipekerjakan di Meikarta minimal supervisor atau key specialist," kata Danang di Bekasi, Rabu.

Ia menjelaskan, seluruh TKA yang dipekerjakan di proyek Meikarta direkrut oleh jasa kontraktor bernama China Contractor.

Danang menegaskan, seluruh TKA yang bekerja di Meikarta sudah memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang. Pihaknya menempatkan prioritas tinggi kepada semua kontraktor atas keselamatan kerja.

Baca Juga:  Jokowi Minta Polisi Tidak Menutup-nutupi, Irjen Dedi Bilang Begini

Pihaknya memprioritaskan putra daerah dalam membangun Kota Baru Meikarta di mana dari 5.000 pekerja lokal yang bekerja sebagian besar merupakan warga Bekasi dan sisanya merupakan pekerja dari luar daerah Bekasi.

Danang juga memastikan seluruh pekerja di lokasi proyek Meikarta terbebas dari virus corona atau Covid-19 sekaligus membantah tudingan salah seorang WNA yang meninggal di area proyek itu beberapa hari lalu akibat virus berbahaya tersebut.

"Mengenai WNA yang meninggal, dia bukan karyawan Meikarta, melainkan karyawan kontraktor dan sudah dievakuasi pihak berwajib bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja, bukan karena virus corona," ucapnya.

DPRD Kabupaten Bekasi sebelumnya menduga ada ribuan TKA asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. (jpnn)

Baca Juga:  Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2021

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari