Sabtu, 24 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Bandar Narkoba

(RIAUPOS.CO) — Suatu hari Sri (45) mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal. Tanpa merasa curiga, Sri langsung mengangkat telepon dari nomor tersebut.

Sri sempat terkejut setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh  si penelepon. Pasalnya penelepon mengaku dari kepolisian dan telah menangkap basah anaknya yang bernama Putra (24) karena memakai narkoba.

Penelepon mengatakan akan membebaskan Putra dengan syarat, Sri harus mentransfer uang sebanyak Rp 50 juta. Dengan demikian Putra akan dibebaskan tanpa proses berlanjut.

Menanggapi hal tersebut Sri menghela napas. Alih-alih mengirim uang, Sri pasrah dan meminta pihak kepolisian menghukum Putra sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Sri mengaku sudah geram melihat tingkah anaknya yang tidak kapok berurusan dengan narkoba dan berulang kali keluar masuk tahanan. “Anak saya memang bandar narkoba, Pak. Sudah lima kali dia masuk penjara. Terakhir kali ditangkap karena jual kokain. Alhamdulillah, tolong diurus, Pak. Saya sudah males lihat dia seperti itu,” tutur Sri polos. Tidak beberapa lama kemudian, si penelepon menutup sambungan dengan tiba-tiba. Bersamaan dengan itu Putra masuk sambil membawa satu kantong plastik berisi telur dan minyak goreng.

Baca Juga:  Enam Kelompok Bersenjata di Papua Sudah Diidentifikasi

“Dasar penipu. Ini susahnya punya nama anak pasaran,” ujar Sri sambil tersenyum-senyum sendiri. Alamaak!!(*2)

(RIAUPOS.CO) — Suatu hari Sri (45) mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal. Tanpa merasa curiga, Sri langsung mengangkat telepon dari nomor tersebut.

Sri sempat terkejut setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh  si penelepon. Pasalnya penelepon mengaku dari kepolisian dan telah menangkap basah anaknya yang bernama Putra (24) karena memakai narkoba.

Penelepon mengatakan akan membebaskan Putra dengan syarat, Sri harus mentransfer uang sebanyak Rp 50 juta. Dengan demikian Putra akan dibebaskan tanpa proses berlanjut.

Menanggapi hal tersebut Sri menghela napas. Alih-alih mengirim uang, Sri pasrah dan meminta pihak kepolisian menghukum Putra sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Sri mengaku sudah geram melihat tingkah anaknya yang tidak kapok berurusan dengan narkoba dan berulang kali keluar masuk tahanan. “Anak saya memang bandar narkoba, Pak. Sudah lima kali dia masuk penjara. Terakhir kali ditangkap karena jual kokain. Alhamdulillah, tolong diurus, Pak. Saya sudah males lihat dia seperti itu,” tutur Sri polos. Tidak beberapa lama kemudian, si penelepon menutup sambungan dengan tiba-tiba. Bersamaan dengan itu Putra masuk sambil membawa satu kantong plastik berisi telur dan minyak goreng.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dugaan Sementara, Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Ada Dua Orang

“Dasar penipu. Ini susahnya punya nama anak pasaran,” ujar Sri sambil tersenyum-senyum sendiri. Alamaak!!(*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) — Suatu hari Sri (45) mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal. Tanpa merasa curiga, Sri langsung mengangkat telepon dari nomor tersebut.

Sri sempat terkejut setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh  si penelepon. Pasalnya penelepon mengaku dari kepolisian dan telah menangkap basah anaknya yang bernama Putra (24) karena memakai narkoba.

Penelepon mengatakan akan membebaskan Putra dengan syarat, Sri harus mentransfer uang sebanyak Rp 50 juta. Dengan demikian Putra akan dibebaskan tanpa proses berlanjut.

Menanggapi hal tersebut Sri menghela napas. Alih-alih mengirim uang, Sri pasrah dan meminta pihak kepolisian menghukum Putra sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Sri mengaku sudah geram melihat tingkah anaknya yang tidak kapok berurusan dengan narkoba dan berulang kali keluar masuk tahanan. “Anak saya memang bandar narkoba, Pak. Sudah lima kali dia masuk penjara. Terakhir kali ditangkap karena jual kokain. Alhamdulillah, tolong diurus, Pak. Saya sudah males lihat dia seperti itu,” tutur Sri polos. Tidak beberapa lama kemudian, si penelepon menutup sambungan dengan tiba-tiba. Bersamaan dengan itu Putra masuk sambil membawa satu kantong plastik berisi telur dan minyak goreng.

Baca Juga:  Kajari Rokan Hulu Membantah

“Dasar penipu. Ini susahnya punya nama anak pasaran,” ujar Sri sambil tersenyum-senyum sendiri. Alamaak!!(*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari