Senin, 12 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Menyikapi Ancaman Banjir

Kemarin, pengelola PLTA Koto Panjang XIII Koto Kampar kembali membuka pintu air, jumlahnya ada tiga pintu yang dibuka dengan ketinggian 30 cm. Tentunya pembukaan pintu menimbang kondisi debit air yang kiat meningkat, jika tidak dibuang akan membahayakan bendungan PLTA XIII Kota Kampar, misalnya menyebabkan jebolnya bendung PLTA tersebut.
Namun di sisi lain, pembuka pintu air PLTA Koto Panjang XIII Koto Kampar ini menyebabkan warga yang bermukim di pinggiran daerah aliran Sungai Kampar ini terkena imbasnya. Misalnya, rumah mereka tergenang, keramba ikan mereka rusak, tanaman di kebun mereka terendam air, ternak pun sakit, anak-anak libur sekolah, penyakit pun muncul, mereka pun nganggur, tidak bisa bekerja ke ladang. Biasanya bukan hanya satu keluarga, tetapi ratusan keluarga, mereka berada di pinggiran sungai. jalan di desa mereka pun berubah bak sungai panjang.
Inilah fenomena setiap banjir di Sungai Kampar. Air tidak lagi membuat bahagia, tapi menyebabkan penderitaan. Di sinilah perlunya rasa simpati setiap pemangku jabatan di daerah, mulai dari kepala desa, camat dan bupati harus cepat tanggap terhadap dampak banjir. Jangan tunggu mereka menderita baru turun bantuan, mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobati. 
Kejadian fenomena banjir ini hendaknya dikaji lebih menyeluruh, apa solusinya jangka panjang, apakah perlunya pemindahan pemukiman warga atau membuat tanggul. Perlu kajian dan sosialisasi ke masyarakat juga pihak PLTA.
Selain itu, pihak plta juga hendaknya meninjau langsung kondisi masyarakat yang terkena banjir, agar menimbang-nimbang saat membuka pintu air. Melihat kondisi ril di perkampungan, dan melihat titik-titik banjir dan mendengarkan langsung keluhan warga, akan memberi wawasan bagi pihak PLTA dalam menentukan keputusannya. Selain itu, pihak PLTA juga menjelaskan di hadapan masyarakat, mengapa harus membuka beberapa pintu PLTA, sehingga masyarakat pun paham.
Semoga pada musim hujan kali ini, tidak banyak korban banjir. Banjir pun tidak seluas tahun-tahun sebelumnya. Tapi bagaimana pun kita harus tetap siaga.***
Kemarin, pengelola PLTA Koto Panjang XIII Koto Kampar kembali membuka pintu air, jumlahnya ada tiga pintu yang dibuka dengan ketinggian 30 cm. Tentunya pembukaan pintu menimbang kondisi debit air yang kiat meningkat, jika tidak dibuang akan membahayakan bendungan PLTA XIII Kota Kampar, misalnya menyebabkan jebolnya bendung PLTA tersebut.
Namun di sisi lain, pembuka pintu air PLTA Koto Panjang XIII Koto Kampar ini menyebabkan warga yang bermukim di pinggiran daerah aliran Sungai Kampar ini terkena imbasnya. Misalnya, rumah mereka tergenang, keramba ikan mereka rusak, tanaman di kebun mereka terendam air, ternak pun sakit, anak-anak libur sekolah, penyakit pun muncul, mereka pun nganggur, tidak bisa bekerja ke ladang. Biasanya bukan hanya satu keluarga, tetapi ratusan keluarga, mereka berada di pinggiran sungai. jalan di desa mereka pun berubah bak sungai panjang.
Inilah fenomena setiap banjir di Sungai Kampar. Air tidak lagi membuat bahagia, tapi menyebabkan penderitaan. Di sinilah perlunya rasa simpati setiap pemangku jabatan di daerah, mulai dari kepala desa, camat dan bupati harus cepat tanggap terhadap dampak banjir. Jangan tunggu mereka menderita baru turun bantuan, mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobati. 
Kejadian fenomena banjir ini hendaknya dikaji lebih menyeluruh, apa solusinya jangka panjang, apakah perlunya pemindahan pemukiman warga atau membuat tanggul. Perlu kajian dan sosialisasi ke masyarakat juga pihak PLTA.
Selain itu, pihak plta juga hendaknya meninjau langsung kondisi masyarakat yang terkena banjir, agar menimbang-nimbang saat membuka pintu air. Melihat kondisi ril di perkampungan, dan melihat titik-titik banjir dan mendengarkan langsung keluhan warga, akan memberi wawasan bagi pihak PLTA dalam menentukan keputusannya. Selain itu, pihak PLTA juga menjelaskan di hadapan masyarakat, mengapa harus membuka beberapa pintu PLTA, sehingga masyarakat pun paham.
Semoga pada musim hujan kali ini, tidak banyak korban banjir. Banjir pun tidak seluas tahun-tahun sebelumnya. Tapi bagaimana pun kita harus tetap siaga.***
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Kemarin, pengelola PLTA Koto Panjang XIII Koto Kampar kembali membuka pintu air, jumlahnya ada tiga pintu yang dibuka dengan ketinggian 30 cm. Tentunya pembukaan pintu menimbang kondisi debit air yang kiat meningkat, jika tidak dibuang akan membahayakan bendungan PLTA XIII Kota Kampar, misalnya menyebabkan jebolnya bendung PLTA tersebut.
Namun di sisi lain, pembuka pintu air PLTA Koto Panjang XIII Koto Kampar ini menyebabkan warga yang bermukim di pinggiran daerah aliran Sungai Kampar ini terkena imbasnya. Misalnya, rumah mereka tergenang, keramba ikan mereka rusak, tanaman di kebun mereka terendam air, ternak pun sakit, anak-anak libur sekolah, penyakit pun muncul, mereka pun nganggur, tidak bisa bekerja ke ladang. Biasanya bukan hanya satu keluarga, tetapi ratusan keluarga, mereka berada di pinggiran sungai. jalan di desa mereka pun berubah bak sungai panjang.
Inilah fenomena setiap banjir di Sungai Kampar. Air tidak lagi membuat bahagia, tapi menyebabkan penderitaan. Di sinilah perlunya rasa simpati setiap pemangku jabatan di daerah, mulai dari kepala desa, camat dan bupati harus cepat tanggap terhadap dampak banjir. Jangan tunggu mereka menderita baru turun bantuan, mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobati. 
Kejadian fenomena banjir ini hendaknya dikaji lebih menyeluruh, apa solusinya jangka panjang, apakah perlunya pemindahan pemukiman warga atau membuat tanggul. Perlu kajian dan sosialisasi ke masyarakat juga pihak PLTA.
Selain itu, pihak plta juga hendaknya meninjau langsung kondisi masyarakat yang terkena banjir, agar menimbang-nimbang saat membuka pintu air. Melihat kondisi ril di perkampungan, dan melihat titik-titik banjir dan mendengarkan langsung keluhan warga, akan memberi wawasan bagi pihak PLTA dalam menentukan keputusannya. Selain itu, pihak PLTA juga menjelaskan di hadapan masyarakat, mengapa harus membuka beberapa pintu PLTA, sehingga masyarakat pun paham.
Semoga pada musim hujan kali ini, tidak banyak korban banjir. Banjir pun tidak seluas tahun-tahun sebelumnya. Tapi bagaimana pun kita harus tetap siaga.***

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari