Senin, 23 Maret 2026
- Advertisement -

Kriteria Kabareskrim Versi DPR, Ahli Teknik Penyidikan

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Kursi Kabareskrim Polri masih tak bertuan setelah Jenderal Pol Idham Azis diangkat menjadi Kapolri. Sejumlah polisi bintang 2 dan 3 dinilai layak menjadi suksesor Idham. DPR RI sendiri memiliki beberapa saran kepada Idham dalam menunjuk penerusnya.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menilai, calon Kabareskrim Polri harus mempunyai perjalanan karir di bidang reserse. Hal itu karena menjadi inti dari tugas seorang Kabareskrim.

“Seorang Kabareskrim itu tentu ahli dalam teknik-teknik penyidikan. Tapi juga yang paling penting adalah punya kemampuan untuk manajemen penyidikan yang baik,” ujar Arsul saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (9/11).

Selain itu, Arsul yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menilai calon Kabareskrim harus memiliki sifat kepemimpinan yang baik. Karena tanpa leadership yang baik akan membuat penanganan kasus hukum dari jajaran terbawah sulit terkoordinasi.

Baca Juga:  Direvisi UU, KPK Diberi Kewenangan Hentikan Penyidikan dan Penuntutan

Di samping itu, Sekjen PPP itu mengatakan, sekarang ini ada tuntutan masyarakat agar proses-proses penegakan hukum itu dilakukan tidak hanya adil, namun tak ada tebang pilih dan mengedepankan transparansi. Transparansi yang dimaksud Arsul adalah dalam aspek keterbukaan perkembangan penanganan kasus-kasus yang menarik dan menjadi perhatian masyarakat.

“Bukan keterbukaan materi kasus ya. Karena kalau materi kasus itu adalah rahasia penyidikan itu, kan nggak bisa dibuka,” ungkapnya. “Tetapi perkembangan penanganan kasus itu juga sedapat mungkin ditransparansikan kepada masyarakat, dengan memberikan info,” imbuhnya.

Arsul menilai, Idham Azis bisa mempromosikan unsur-unsur Kapolda yang dinilai memiliki integritas tinggi dan jam terbang tinggi dalam aspek reserse.

Baca Juga:  Pesawat Latih Jatuh, Seorang Siswa Ditemukan Tewas

“Ya kalau soal siapa yang mau (dipilih) ini kan kita serahkan ke Bapak Kapolri. Masa kita mendikte Bapak Kapolri harus ini harus itu. Katakanlah satuan ini atau Polda ini, ya enggak lah. Kita berbicara sosoknya saja, tapi jangan bicara soal siapa sosoknya,” tandas Arsul.

sumber: Jawapos.com
editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Kursi Kabareskrim Polri masih tak bertuan setelah Jenderal Pol Idham Azis diangkat menjadi Kapolri. Sejumlah polisi bintang 2 dan 3 dinilai layak menjadi suksesor Idham. DPR RI sendiri memiliki beberapa saran kepada Idham dalam menunjuk penerusnya.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menilai, calon Kabareskrim Polri harus mempunyai perjalanan karir di bidang reserse. Hal itu karena menjadi inti dari tugas seorang Kabareskrim.

“Seorang Kabareskrim itu tentu ahli dalam teknik-teknik penyidikan. Tapi juga yang paling penting adalah punya kemampuan untuk manajemen penyidikan yang baik,” ujar Arsul saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (9/11).

Selain itu, Arsul yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menilai calon Kabareskrim harus memiliki sifat kepemimpinan yang baik. Karena tanpa leadership yang baik akan membuat penanganan kasus hukum dari jajaran terbawah sulit terkoordinasi.

Baca Juga:  Rizal Djalil Tantang KPK Buktikan Praktik Rasuah di Kasus SPAM

Di samping itu, Sekjen PPP itu mengatakan, sekarang ini ada tuntutan masyarakat agar proses-proses penegakan hukum itu dilakukan tidak hanya adil, namun tak ada tebang pilih dan mengedepankan transparansi. Transparansi yang dimaksud Arsul adalah dalam aspek keterbukaan perkembangan penanganan kasus-kasus yang menarik dan menjadi perhatian masyarakat.

- Advertisement -

“Bukan keterbukaan materi kasus ya. Karena kalau materi kasus itu adalah rahasia penyidikan itu, kan nggak bisa dibuka,” ungkapnya. “Tetapi perkembangan penanganan kasus itu juga sedapat mungkin ditransparansikan kepada masyarakat, dengan memberikan info,” imbuhnya.

Arsul menilai, Idham Azis bisa mempromosikan unsur-unsur Kapolda yang dinilai memiliki integritas tinggi dan jam terbang tinggi dalam aspek reserse.

- Advertisement -
Baca Juga:  Terkena Tembakan Peluru Tajam, Pengunjuk Rasa Kritis

“Ya kalau soal siapa yang mau (dipilih) ini kan kita serahkan ke Bapak Kapolri. Masa kita mendikte Bapak Kapolri harus ini harus itu. Katakanlah satuan ini atau Polda ini, ya enggak lah. Kita berbicara sosoknya saja, tapi jangan bicara soal siapa sosoknya,” tandas Arsul.

sumber: Jawapos.com
editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Kursi Kabareskrim Polri masih tak bertuan setelah Jenderal Pol Idham Azis diangkat menjadi Kapolri. Sejumlah polisi bintang 2 dan 3 dinilai layak menjadi suksesor Idham. DPR RI sendiri memiliki beberapa saran kepada Idham dalam menunjuk penerusnya.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menilai, calon Kabareskrim Polri harus mempunyai perjalanan karir di bidang reserse. Hal itu karena menjadi inti dari tugas seorang Kabareskrim.

“Seorang Kabareskrim itu tentu ahli dalam teknik-teknik penyidikan. Tapi juga yang paling penting adalah punya kemampuan untuk manajemen penyidikan yang baik,” ujar Arsul saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (9/11).

Selain itu, Arsul yang juga Wakil Ketua MPR RI itu menilai calon Kabareskrim harus memiliki sifat kepemimpinan yang baik. Karena tanpa leadership yang baik akan membuat penanganan kasus hukum dari jajaran terbawah sulit terkoordinasi.

Baca Juga:  Tegas, Berdedikasi Tinggi, dan Dicintai "Pasukan Kuning"

Di samping itu, Sekjen PPP itu mengatakan, sekarang ini ada tuntutan masyarakat agar proses-proses penegakan hukum itu dilakukan tidak hanya adil, namun tak ada tebang pilih dan mengedepankan transparansi. Transparansi yang dimaksud Arsul adalah dalam aspek keterbukaan perkembangan penanganan kasus-kasus yang menarik dan menjadi perhatian masyarakat.

“Bukan keterbukaan materi kasus ya. Karena kalau materi kasus itu adalah rahasia penyidikan itu, kan nggak bisa dibuka,” ungkapnya. “Tetapi perkembangan penanganan kasus itu juga sedapat mungkin ditransparansikan kepada masyarakat, dengan memberikan info,” imbuhnya.

Arsul menilai, Idham Azis bisa mempromosikan unsur-unsur Kapolda yang dinilai memiliki integritas tinggi dan jam terbang tinggi dalam aspek reserse.

Baca Juga:  Dosen IBTPI Teddy Chandra Raih Gelar Profesor

“Ya kalau soal siapa yang mau (dipilih) ini kan kita serahkan ke Bapak Kapolri. Masa kita mendikte Bapak Kapolri harus ini harus itu. Katakanlah satuan ini atau Polda ini, ya enggak lah. Kita berbicara sosoknya saja, tapi jangan bicara soal siapa sosoknya,” tandas Arsul.

sumber: Jawapos.com
editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari