SELATPANJANG (RIAU POS.CO) – Walaupun sempat mengundang perdebatan di lingkungan pemerintah kabupaten dan provinsi, akhirnya ketersediaan ruang Intensive Care Unit (ICU) khsus pasien Covid-19 pase kritis di RSUD Kepulauan Meranti setempat on progres.
Gambaran yang diterima oleh riaupos.co, nantinya ICU tersebut dapat menampung tidak kurang dari 30 orang pasien. Langkah itu dikebut seiring meningkatnya angka atau jumlah korban jiwa yang terpapar virus Civid-19 daerah setempat.
"Iya. Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging) khusus untuk penanganan pasien Covid yang masuk kategori kelas berat," ungkap Plt RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti dr Suhadi, Ahad (8/8/21).
Secara teknis, proses pembangunan menjadi tupoksi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti. Untuk itu ia mengarahkan media dapat berkoordinasi langsung dengan pihak dinas terkait.
Terpisah Kepal Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti dr Misri Hasanto melalui Kabid Sapras Sardi mengaku jika progres pembangunan telah berlangsung beberapa hari terakhir.
"Baru jalan dua sampai tiga hari lalu melalui belanja tak terduga (BTT) sekitar Rp600 juta. Karena sifatnya mendesak mengingat korban jiwa terpapar Covid-19 yang terus meningkat. Saat ini sedang dikejar agar secepatnya rampung. Pokoknya kami di sana kami persiapkan apa yang dibutuhkan. Termasuk ketersediaan ventilator," ungkapnya.
Seperti semula, Kabupaten Kepulauan Meranti sempat menjadi sorotan kerena belum memiliki ruang ICU khusus melayani perawatan pasien Covid-19 masa kritis.
Pasalnya di Riau saat ini hanya sisa dua kabupaten yang belum memiliki ruang ICU khusus pasien Covid-19. Selain Ruhul juga Kepulauan Meranti. Dua kabupaten tersebut diminta segera untuk menyiapkan seiring meningkatnya pasien Covid-19 di Riau.
Atensi tersebut dipaparkan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Provinsi Riau, dr Indra Yovi waktu lalu. Menurutnya kondisi itu harus menjadi catatan bagi pemerintah setempat untuk sesegera mungkin membuat ruangan ICU.
"Tujuannya agar pasien-pasien Covid-19 yang kondisinya berat bisa tertangani dengan cepat. Jika ada kendala dalam membuat Ruang ICU, kabupaten bisa meminta bantuan apa yang diperlukan," kata dr Yovi.
Lebih lanjut kata dia, dalam penyediaan ruang ICU khusus Covid-19 tersebut, juga harus sesuai standar yang telah ditetapkan.
Menyikapi atensi tersebut membuat Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H M Adil murka dan menilai satgas Covid-19 Riau tidak peka. "Masalah kita tidak ada ruang ICU itu sudah lama provinsi tau, kenapa didiamkan. Seharusnya jadi perhatian, dan provinsi juga harus peka atau mengertilah"ucapnya.
Bahkan ia mengaku telah mengeluarkan surah permohonan bantuan kebutuhan untuk ruang ICU tersebut kepada Pemprov Riau. Adil menegaskan ia tidak terlalu berharap dengan bantuan tersebut.
"Saya tidak terlalu berharap diterima nya bantuan untuk ICU itu, kalau memang provinsi peduli dengan kabupaten yang belum memiliki ruang ICU, seharusnya jadi prioritas. Karena angka kematian Covid-19 kita juga lumayan"pungkasnya.
Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Erwan Sani


