Rabu, 2 April 2025
spot_img

Aji: Bersama Saya Pemain Enjoy

SURABAYA (RIAUPOS.CO) — Pemain-pemain Persebaya Surabaya seperti "tak nyaman" bermain di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, ketika dihadiri ribuan Bonek. Persebaya selalu saja kesulitan memetik kemenangan saat GBT penuh suporter. Dan "ketidaknyamanan" itu seakan berlanjut di awal musim ini.

Saat menjamu Persik Kediri di laga pembuka Liga 1 musim 2020, Green Force -julukan Persebaya- harus mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang 1-1. Bayang-bayang musim lalu pun menyeruak kembali. Ya, musim lalu, Persebaya selalu sulit menang saat bermain di depan ribuan Bonek yang memadati GBT.

Dari 12 laga kandang Persebaya yang dihelat di GBT dengan dihadiri ribuan Bonek, Rendi Irwan dkk hanya mampu memetik tiga kali kemenangan. Satu kali tumbang dan delapan partai lainnya berakhir seri. Musim 2018 pun GBT tak benar-benar angker bagi semua lawan Persebaya. Sebab, kesebelasan asal Kota Pahlawan itu 4 kali tumbang di GBT dan dua kali ditahan seri lawannya.

Baca Juga:  Taichan Mengalir

''Saya orang yang tak percaya dengan mitos. Tak percaya hal mistis. Hasil seri lawan Persik kemarin buka karena mitos GBT. Tapi, karena kami tidak bisa menang saja," tepis Pelatih Persebaya Aji Santoso.  

Mantan pelatih Persela itu menyebut saat melawan Persik, tim besutannya hanya kurang beruntung. "Kalau pemain tidak nyaman bermain di depan Bonek, buktinya saat final Piala Gubernur Jatim di Gelora Delta yang penuh Bonek, kami menang. Ini karena tidak beruntung saja," kata Aji.(jpg)

SURABAYA (RIAUPOS.CO) — Pemain-pemain Persebaya Surabaya seperti "tak nyaman" bermain di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, ketika dihadiri ribuan Bonek. Persebaya selalu saja kesulitan memetik kemenangan saat GBT penuh suporter. Dan "ketidaknyamanan" itu seakan berlanjut di awal musim ini.

Saat menjamu Persik Kediri di laga pembuka Liga 1 musim 2020, Green Force -julukan Persebaya- harus mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang 1-1. Bayang-bayang musim lalu pun menyeruak kembali. Ya, musim lalu, Persebaya selalu sulit menang saat bermain di depan ribuan Bonek yang memadati GBT.

Dari 12 laga kandang Persebaya yang dihelat di GBT dengan dihadiri ribuan Bonek, Rendi Irwan dkk hanya mampu memetik tiga kali kemenangan. Satu kali tumbang dan delapan partai lainnya berakhir seri. Musim 2018 pun GBT tak benar-benar angker bagi semua lawan Persebaya. Sebab, kesebelasan asal Kota Pahlawan itu 4 kali tumbang di GBT dan dua kali ditahan seri lawannya.

Baca Juga:  Pengumuman Kelulusan PPPK Guru Tanpa Nilai

''Saya orang yang tak percaya dengan mitos. Tak percaya hal mistis. Hasil seri lawan Persik kemarin buka karena mitos GBT. Tapi, karena kami tidak bisa menang saja," tepis Pelatih Persebaya Aji Santoso.  

Mantan pelatih Persela itu menyebut saat melawan Persik, tim besutannya hanya kurang beruntung. "Kalau pemain tidak nyaman bermain di depan Bonek, buktinya saat final Piala Gubernur Jatim di Gelora Delta yang penuh Bonek, kami menang. Ini karena tidak beruntung saja," kata Aji.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Aji: Bersama Saya Pemain Enjoy

SURABAYA (RIAUPOS.CO) — Pemain-pemain Persebaya Surabaya seperti "tak nyaman" bermain di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, ketika dihadiri ribuan Bonek. Persebaya selalu saja kesulitan memetik kemenangan saat GBT penuh suporter. Dan "ketidaknyamanan" itu seakan berlanjut di awal musim ini.

Saat menjamu Persik Kediri di laga pembuka Liga 1 musim 2020, Green Force -julukan Persebaya- harus mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang 1-1. Bayang-bayang musim lalu pun menyeruak kembali. Ya, musim lalu, Persebaya selalu sulit menang saat bermain di depan ribuan Bonek yang memadati GBT.

Dari 12 laga kandang Persebaya yang dihelat di GBT dengan dihadiri ribuan Bonek, Rendi Irwan dkk hanya mampu memetik tiga kali kemenangan. Satu kali tumbang dan delapan partai lainnya berakhir seri. Musim 2018 pun GBT tak benar-benar angker bagi semua lawan Persebaya. Sebab, kesebelasan asal Kota Pahlawan itu 4 kali tumbang di GBT dan dua kali ditahan seri lawannya.

Baca Juga:  UMK Dumai 2022 Diusulkan Rp3,4 Juta

''Saya orang yang tak percaya dengan mitos. Tak percaya hal mistis. Hasil seri lawan Persik kemarin buka karena mitos GBT. Tapi, karena kami tidak bisa menang saja," tepis Pelatih Persebaya Aji Santoso.  

Mantan pelatih Persela itu menyebut saat melawan Persik, tim besutannya hanya kurang beruntung. "Kalau pemain tidak nyaman bermain di depan Bonek, buktinya saat final Piala Gubernur Jatim di Gelora Delta yang penuh Bonek, kami menang. Ini karena tidak beruntung saja," kata Aji.(jpg)

SURABAYA (RIAUPOS.CO) — Pemain-pemain Persebaya Surabaya seperti "tak nyaman" bermain di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, ketika dihadiri ribuan Bonek. Persebaya selalu saja kesulitan memetik kemenangan saat GBT penuh suporter. Dan "ketidaknyamanan" itu seakan berlanjut di awal musim ini.

Saat menjamu Persik Kediri di laga pembuka Liga 1 musim 2020, Green Force -julukan Persebaya- harus mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang 1-1. Bayang-bayang musim lalu pun menyeruak kembali. Ya, musim lalu, Persebaya selalu sulit menang saat bermain di depan ribuan Bonek yang memadati GBT.

Dari 12 laga kandang Persebaya yang dihelat di GBT dengan dihadiri ribuan Bonek, Rendi Irwan dkk hanya mampu memetik tiga kali kemenangan. Satu kali tumbang dan delapan partai lainnya berakhir seri. Musim 2018 pun GBT tak benar-benar angker bagi semua lawan Persebaya. Sebab, kesebelasan asal Kota Pahlawan itu 4 kali tumbang di GBT dan dua kali ditahan seri lawannya.

Baca Juga:  Sepotong Cerita dari Kampung Dayun

''Saya orang yang tak percaya dengan mitos. Tak percaya hal mistis. Hasil seri lawan Persik kemarin buka karena mitos GBT. Tapi, karena kami tidak bisa menang saja," tepis Pelatih Persebaya Aji Santoso.  

Mantan pelatih Persela itu menyebut saat melawan Persik, tim besutannya hanya kurang beruntung. "Kalau pemain tidak nyaman bermain di depan Bonek, buktinya saat final Piala Gubernur Jatim di Gelora Delta yang penuh Bonek, kami menang. Ini karena tidak beruntung saja," kata Aji.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari