Kamis, 15 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Belajar Tatap Muka di Kuansing Ditunda

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Menindaklanjuti surat edaran Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi tentang Belajar Tatap Muka, maka Kabupaten Kuansing terpaksa harus menunda kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Belajar tatap muka ini semestinya dimulai pada  Senin (4/1). Namun karena kondisi kasus positif Covid-19 di Riau terjadi lonjakan, maka akan ditunda selama 14 hari ke depan.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuansing, Masrul Hakim saat dihubungi Riau Pos, Ahad (3/1) menyebutkan bahwa surat edaran tersebut sudah disampaikan ke masing-masing Korwil.

“Kami sudah koordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kuansing. Dan ini sudah disepakti supaya belajar tatap muka ditunda,” kata Masrul Hakim.

Keputusan ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran penularan Covid-19 di Kuansing. Sebab, jika pembelajaran tatap muka di sekolah tetap dilakukan akan beresiko kepada para siswa.

Hal yang sama juga disampaikan juru bicara Covid-19, Dr Agusmandar. Menurutnya, sejak hari libur Natal dan tahun baru terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kuansing.

Hingga saat ini, lanjut Agusmandar, jumlah kasus Covid-19 Kabupaten Kuansing berjumlah 634 kasus dengan rincian, isolasi mandiri 27 orang, dirawat di rumah sakit 2 orang, sembuh 592 dan meninggal dunia sebanyak 13 orang.

“Kami imbau kepada masyarakat supaya tetep mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Agusmandar.(ose/yas)

 

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Menindaklanjuti surat edaran Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi tentang Belajar Tatap Muka, maka Kabupaten Kuansing terpaksa harus menunda kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Belajar tatap muka ini semestinya dimulai pada  Senin (4/1). Namun karena kondisi kasus positif Covid-19 di Riau terjadi lonjakan, maka akan ditunda selama 14 hari ke depan.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuansing, Masrul Hakim saat dihubungi Riau Pos, Ahad (3/1) menyebutkan bahwa surat edaran tersebut sudah disampaikan ke masing-masing Korwil.

“Kami sudah koordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kuansing. Dan ini sudah disepakti supaya belajar tatap muka ditunda,” kata Masrul Hakim.

Keputusan ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran penularan Covid-19 di Kuansing. Sebab, jika pembelajaran tatap muka di sekolah tetap dilakukan akan beresiko kepada para siswa.

- Advertisement -

Hal yang sama juga disampaikan juru bicara Covid-19, Dr Agusmandar. Menurutnya, sejak hari libur Natal dan tahun baru terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kuansing.

Hingga saat ini, lanjut Agusmandar, jumlah kasus Covid-19 Kabupaten Kuansing berjumlah 634 kasus dengan rincian, isolasi mandiri 27 orang, dirawat di rumah sakit 2 orang, sembuh 592 dan meninggal dunia sebanyak 13 orang.

- Advertisement -

“Kami imbau kepada masyarakat supaya tetep mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Agusmandar.(ose/yas)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Menindaklanjuti surat edaran Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi tentang Belajar Tatap Muka, maka Kabupaten Kuansing terpaksa harus menunda kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Belajar tatap muka ini semestinya dimulai pada  Senin (4/1). Namun karena kondisi kasus positif Covid-19 di Riau terjadi lonjakan, maka akan ditunda selama 14 hari ke depan.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuansing, Masrul Hakim saat dihubungi Riau Pos, Ahad (3/1) menyebutkan bahwa surat edaran tersebut sudah disampaikan ke masing-masing Korwil.

“Kami sudah koordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kuansing. Dan ini sudah disepakti supaya belajar tatap muka ditunda,” kata Masrul Hakim.

Keputusan ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran penularan Covid-19 di Kuansing. Sebab, jika pembelajaran tatap muka di sekolah tetap dilakukan akan beresiko kepada para siswa.

Hal yang sama juga disampaikan juru bicara Covid-19, Dr Agusmandar. Menurutnya, sejak hari libur Natal dan tahun baru terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kuansing.

Hingga saat ini, lanjut Agusmandar, jumlah kasus Covid-19 Kabupaten Kuansing berjumlah 634 kasus dengan rincian, isolasi mandiri 27 orang, dirawat di rumah sakit 2 orang, sembuh 592 dan meninggal dunia sebanyak 13 orang.

“Kami imbau kepada masyarakat supaya tetep mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Agusmandar.(ose/yas)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari