Tantangan ekonomi global dan lokal pada 2020 diyakini masih berat. Dampak ekonomi global diwarnai semakin meluasnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina dan sejumlah negara lainnya, jadi salah satu pemicunya. Demikian juga kondisi lokal, kita harus bisa lolos dari kondisi sulit tersebut.
Perang dagang Amerika Serikat dan Cina memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.
Pertumbuhan ekonomi dunia menurun drastis pada tahun 2019 dan kemungkinan belum pulih pada 2020. Bahkan, World Trade Volume cenderung menurun dan harga komoditas masih rendah, meningkatkan risiko resesi di beberapa negara. Digitalisasi ekonomi dan keuangan juga meningkat pesat.
Teknologi digital juga mengubah perilaku manusia, baik sebagai konsumen maupun tenaga kerja. Perubahan perilaku dalam era digital seperti ini, jelas menuntut perubahan model bisnis dan upgrading skill tenaga kerja.
Potensi sumber daya alam Riau pun masih sangat memungkinkan dikembangkan lebih fokus. Sesuai dengan potensi potensi yang bisa mengembangkan ekonomi daerah. Pariwisata, pertanian dan perikanan merupakan tiga potensi yang sangat cocok untuk dikembangkan. Selain bisa diperbaharui, potensinya cukup mumpuni. Keseimbangan ini perlu kreativitas para pihak, sehingga wisata tak hanya menguntungkan pihak pihak tertentu saja. Inovasi pengembangan wisata penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan bidang wisata.
Pertanian dan perikanan dua bidang yang menjadi mayoritas mata pencarian masyarakat. Ini perlu dipertahankan dan dikembangkan, agar mayoritas masyarakat tetap punya keyakinan bahwa sektor pertanian dan perikanan masih menjanjikan. Perlu dukungan kebijakan untuk memajukan dua bidang ini di tengah inovasi pengembangan wisata tadi.
Semoga tantangan yang masih berat di tahun 2020 bisa dijawab dengan kerja keras dan cerdas semua pihak. Semoga pada 2020 ditopang oleh terjaganya permintaan domestik, meningkatnya investasi, dan perbaikan kebijakan perdagangan internasional, yang ditopang oleh kinerja pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.
Kita dituntut kreatif dalam menyikapi perubahan ini, karena disrupsi perubahan ekonomi sangat pesat, sementara kondisi kita masih lambat dalam menyikapinya.
Disrupsi bukan hanya terjadi di sektor ekonomi, tetapi juga semua sektor wisata, pendidikan dan lainnya. Di sini perlu manajamen berbasis disrupsi.***

