Minggu, 6 April 2025
spot_img

Tak Sadar Gula Darah Naik, Awas Ancaman Diabetes dan Komplikasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Pemicunya bisa mengkonsumsi minuman manis hingga makanan tinggi kalori. Sering kali orang tak sadar bahwa kadar gulanya melonjak.

Jika sudah seperti itu, waspada pre-diabetes, diabetes, dan komplikasi. Seperti pada kebutaan, ginjal, stroke, amputasi, hingga kematian.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD baru-baru ini mengatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Pada 2019 jumlah penderitanya 10,7 juta. Lalu meningkat 19,5 juta pada 2021.

“Tahun ini Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh di tahun 2019. Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan,” kata Ketut Suastika.

Pernyataan itu sempat dikemukakan Ketut Suastika dalam webinar Novo Nordisk Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), PERKENI, dan Kedutaan Besar Denmark. Dalam webinar itu ditegaskan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

Baca Juga:  Insentif untuk 195 Ribu Tenaga Kesehatan Cair

Secara global diperkirakan terdapat 537 juta orang yang menderita diabetes. Dengan jumlah tersebut artinya 1 dari 10 orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes. Angka itu diproyeksi meningkat menjadi 643 juta pada 2030. Jika tidak dilakukan tindakan intervensi, angka kasus itu bisa meningkat lagi menjadi 784 juta pada 2045.

Tak Sadar Kena Diabetes

Jumlah orang dengan diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta. Namun, hanya 2 juta yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Sebagian tak menyadari gula darahnya sudah di atas normal.

“Pencegahan diabetes, komplikasinya, diagnosis, dan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kesehatan. Namun, masih banyak permasalahan seperti kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat, adanya stigma penyakit kronis, dan misinformasi mengenai diabetes,” jelas Prof Suastika.

Baca Juga:  Gempa M 6,9 Picu Peringatan Dini Tsunami

Menurut dia, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes masih menjadi tantangan utama. Sehingga menyebabkan semakin tingginya jumlah orang diabetes yang tidak terdiagnosis dan dapat mengakibatkan kadar glukosa darah.

“Kadar gula tidak terkontrol akibatnya mengakibatkan berbagai komplikasi,” tambah Prof. Suastika.

Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty mengatakan edukasi mengenai diabetes kepada masyarakat penting

demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, penderita diabetes, dan meningkatkan pencegahannya. Edukasi diberikan termasuk untuk generasi muda.

“Sehingga mereka dapat menjalani gaya hidup yang lebih baik dan mencegah diabetes sejak dini,” kata Anand.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Pemicunya bisa mengkonsumsi minuman manis hingga makanan tinggi kalori. Sering kali orang tak sadar bahwa kadar gulanya melonjak.

Jika sudah seperti itu, waspada pre-diabetes, diabetes, dan komplikasi. Seperti pada kebutaan, ginjal, stroke, amputasi, hingga kematian.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD baru-baru ini mengatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Pada 2019 jumlah penderitanya 10,7 juta. Lalu meningkat 19,5 juta pada 2021.

“Tahun ini Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh di tahun 2019. Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan,” kata Ketut Suastika.

Pernyataan itu sempat dikemukakan Ketut Suastika dalam webinar Novo Nordisk Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), PERKENI, dan Kedutaan Besar Denmark. Dalam webinar itu ditegaskan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

Baca Juga:  Olla Ramlan Sayembara Moge Berhadiah Satu Juta

Secara global diperkirakan terdapat 537 juta orang yang menderita diabetes. Dengan jumlah tersebut artinya 1 dari 10 orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes. Angka itu diproyeksi meningkat menjadi 643 juta pada 2030. Jika tidak dilakukan tindakan intervensi, angka kasus itu bisa meningkat lagi menjadi 784 juta pada 2045.

Tak Sadar Kena Diabetes

Jumlah orang dengan diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta. Namun, hanya 2 juta yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Sebagian tak menyadari gula darahnya sudah di atas normal.

“Pencegahan diabetes, komplikasinya, diagnosis, dan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kesehatan. Namun, masih banyak permasalahan seperti kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat, adanya stigma penyakit kronis, dan misinformasi mengenai diabetes,” jelas Prof Suastika.

Baca Juga:  Insentif untuk 195 Ribu Tenaga Kesehatan Cair

Menurut dia, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes masih menjadi tantangan utama. Sehingga menyebabkan semakin tingginya jumlah orang diabetes yang tidak terdiagnosis dan dapat mengakibatkan kadar glukosa darah.

“Kadar gula tidak terkontrol akibatnya mengakibatkan berbagai komplikasi,” tambah Prof. Suastika.

Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty mengatakan edukasi mengenai diabetes kepada masyarakat penting

demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, penderita diabetes, dan meningkatkan pencegahannya. Edukasi diberikan termasuk untuk generasi muda.

“Sehingga mereka dapat menjalani gaya hidup yang lebih baik dan mencegah diabetes sejak dini,” kata Anand.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Tak Sadar Gula Darah Naik, Awas Ancaman Diabetes dan Komplikasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Pemicunya bisa mengkonsumsi minuman manis hingga makanan tinggi kalori. Sering kali orang tak sadar bahwa kadar gulanya melonjak.

Jika sudah seperti itu, waspada pre-diabetes, diabetes, dan komplikasi. Seperti pada kebutaan, ginjal, stroke, amputasi, hingga kematian.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD baru-baru ini mengatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Pada 2019 jumlah penderitanya 10,7 juta. Lalu meningkat 19,5 juta pada 2021.

“Tahun ini Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh di tahun 2019. Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan,” kata Ketut Suastika.

Pernyataan itu sempat dikemukakan Ketut Suastika dalam webinar Novo Nordisk Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), PERKENI, dan Kedutaan Besar Denmark. Dalam webinar itu ditegaskan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

Baca Juga:  Ini Alasan Pemerintah Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan

Secara global diperkirakan terdapat 537 juta orang yang menderita diabetes. Dengan jumlah tersebut artinya 1 dari 10 orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes. Angka itu diproyeksi meningkat menjadi 643 juta pada 2030. Jika tidak dilakukan tindakan intervensi, angka kasus itu bisa meningkat lagi menjadi 784 juta pada 2045.

Tak Sadar Kena Diabetes

Jumlah orang dengan diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta. Namun, hanya 2 juta yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Sebagian tak menyadari gula darahnya sudah di atas normal.

“Pencegahan diabetes, komplikasinya, diagnosis, dan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kesehatan. Namun, masih banyak permasalahan seperti kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat, adanya stigma penyakit kronis, dan misinformasi mengenai diabetes,” jelas Prof Suastika.

Baca Juga:  Invasi Rusia Membuat Arus Pengungsi Ukraina Hampir Tembus 3 Juta

Menurut dia, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes masih menjadi tantangan utama. Sehingga menyebabkan semakin tingginya jumlah orang diabetes yang tidak terdiagnosis dan dapat mengakibatkan kadar glukosa darah.

“Kadar gula tidak terkontrol akibatnya mengakibatkan berbagai komplikasi,” tambah Prof. Suastika.

Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty mengatakan edukasi mengenai diabetes kepada masyarakat penting

demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, penderita diabetes, dan meningkatkan pencegahannya. Edukasi diberikan termasuk untuk generasi muda.

“Sehingga mereka dapat menjalani gaya hidup yang lebih baik dan mencegah diabetes sejak dini,” kata Anand.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Pemicunya bisa mengkonsumsi minuman manis hingga makanan tinggi kalori. Sering kali orang tak sadar bahwa kadar gulanya melonjak.

Jika sudah seperti itu, waspada pre-diabetes, diabetes, dan komplikasi. Seperti pada kebutaan, ginjal, stroke, amputasi, hingga kematian.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD baru-baru ini mengatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Pada 2019 jumlah penderitanya 10,7 juta. Lalu meningkat 19,5 juta pada 2021.

“Tahun ini Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh di tahun 2019. Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan,” kata Ketut Suastika.

Pernyataan itu sempat dikemukakan Ketut Suastika dalam webinar Novo Nordisk Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), PERKENI, dan Kedutaan Besar Denmark. Dalam webinar itu ditegaskan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

Baca Juga:  PPDB SMA dan SMK Sederajat Dimulai 1 Juli

Secara global diperkirakan terdapat 537 juta orang yang menderita diabetes. Dengan jumlah tersebut artinya 1 dari 10 orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes. Angka itu diproyeksi meningkat menjadi 643 juta pada 2030. Jika tidak dilakukan tindakan intervensi, angka kasus itu bisa meningkat lagi menjadi 784 juta pada 2045.

Tak Sadar Kena Diabetes

Jumlah orang dengan diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta. Namun, hanya 2 juta yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Sebagian tak menyadari gula darahnya sudah di atas normal.

“Pencegahan diabetes, komplikasinya, diagnosis, dan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kesehatan. Namun, masih banyak permasalahan seperti kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat, adanya stigma penyakit kronis, dan misinformasi mengenai diabetes,” jelas Prof Suastika.

Baca Juga:  Olla Ramlan Sayembara Moge Berhadiah Satu Juta

Menurut dia, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap diabetes masih menjadi tantangan utama. Sehingga menyebabkan semakin tingginya jumlah orang diabetes yang tidak terdiagnosis dan dapat mengakibatkan kadar glukosa darah.

“Kadar gula tidak terkontrol akibatnya mengakibatkan berbagai komplikasi,” tambah Prof. Suastika.

Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty mengatakan edukasi mengenai diabetes kepada masyarakat penting

demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, penderita diabetes, dan meningkatkan pencegahannya. Edukasi diberikan termasuk untuk generasi muda.

“Sehingga mereka dapat menjalani gaya hidup yang lebih baik dan mencegah diabetes sejak dini,” kata Anand.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari