Sabtu, 18 April 2026
- Advertisement -

Pemkab Serius Garap Wisata Sejarah

ROHIL (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menyatakan keseriusan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah. Diharapkan, potensi pariwisata menjadi tumpuan untuk pendapatan asli daerah. Seperti dikemukakan Sekda Kabupaten Rohil Drs H Surya Arfan MSi, Senin (4/11).

Menurutnya terdapat sejumlah destinasi wisata yang potensial menjadi berkembang jika dikelola dengan baik. Diantaranya wisata bakar tongkang, pulau jemur, festival pulau tilan, danau napangga dan masih banyak lainnya, termasuk danau gatal dan pinggiran sungai rokan.

Selain destinasi wisata alam, ada juga yang menjadi situs sejarah yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata andalan di Negeri Seribu Kubah.

"Terdapat banyak situs peninggalan bersejarah di Rohil, khususnya di Bagansiapiapi. Sehingga bisa menjadi tujuan bagi kunjungan wisatawan ke daerah ini," katanya.

Baca Juga:  Tiga Kasi Kejari Laksanakan Sertijab dan Pisah Sambut

Untuk situs yang penting tersebut diantaranya rumah kapitan, bekas pelabuhan lama, Bank BRI, water leading dan bangunan lama RSUD Dr Pratomo.

"Keberadaan situs wisata ini sangat luar biasa karena berkaitan dengan faktor sejarah. Dimana tidak semua daerah memiliki situs yang sama. Artinya hal ini adalah ciri khas bagi daerah Rohil dan tentunya bisa membuat orang tertarik ke Rohil," tambahnya.

Masih diktakan sekda, keberadaan situs itu merupakan hal yang membanggakan bagi daerah dan tugas pemerintah untuk memperhatikan keberadaannya. Tentunya agar tetap dalam kondisi yang baik. Ia menerangkan seperti adanya bekas pelabuhan internasional, dulunya merupakan tempat penting lalu lintas barang ekspor impor yang dibangun pada tahun 1931. Kini bekas-bekas besi masih ada disamping Kantor Bea dan Cukai.

Baca Juga:  Gubri Ajak PNS Pemprov Riau Bekerja Inovatif

Begitu juga bangunan gedung BRI cabang Bagansiapiapi yang sudah ada sejak tahun 1917. Diceritakan sekda, kala itu BRI bernama De Visscherij Bank "Bagan Madjoe". Atau biasa di sebut Bank Bagan Majoe (Bank Bagan Maju). Ia mengharapkan agar situs yang ada tetap terjaga dengan baik dan bagi orang yang berkunjung agar dapat menjaga dan tidak merusak saat berkunjung melihat situs tersebut.(adv)

ROHIL (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menyatakan keseriusan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah. Diharapkan, potensi pariwisata menjadi tumpuan untuk pendapatan asli daerah. Seperti dikemukakan Sekda Kabupaten Rohil Drs H Surya Arfan MSi, Senin (4/11).

Menurutnya terdapat sejumlah destinasi wisata yang potensial menjadi berkembang jika dikelola dengan baik. Diantaranya wisata bakar tongkang, pulau jemur, festival pulau tilan, danau napangga dan masih banyak lainnya, termasuk danau gatal dan pinggiran sungai rokan.

Selain destinasi wisata alam, ada juga yang menjadi situs sejarah yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata andalan di Negeri Seribu Kubah.

"Terdapat banyak situs peninggalan bersejarah di Rohil, khususnya di Bagansiapiapi. Sehingga bisa menjadi tujuan bagi kunjungan wisatawan ke daerah ini," katanya.

Baca Juga:  Pertanian 4.0: Advance Mapping Menyongsong Generasi Unggul Ilmu Pertanian

Untuk situs yang penting tersebut diantaranya rumah kapitan, bekas pelabuhan lama, Bank BRI, water leading dan bangunan lama RSUD Dr Pratomo.

- Advertisement -

"Keberadaan situs wisata ini sangat luar biasa karena berkaitan dengan faktor sejarah. Dimana tidak semua daerah memiliki situs yang sama. Artinya hal ini adalah ciri khas bagi daerah Rohil dan tentunya bisa membuat orang tertarik ke Rohil," tambahnya.

Masih diktakan sekda, keberadaan situs itu merupakan hal yang membanggakan bagi daerah dan tugas pemerintah untuk memperhatikan keberadaannya. Tentunya agar tetap dalam kondisi yang baik. Ia menerangkan seperti adanya bekas pelabuhan internasional, dulunya merupakan tempat penting lalu lintas barang ekspor impor yang dibangun pada tahun 1931. Kini bekas-bekas besi masih ada disamping Kantor Bea dan Cukai.

- Advertisement -
Baca Juga:  114 Keping Papan Diamankan Polisi

Begitu juga bangunan gedung BRI cabang Bagansiapiapi yang sudah ada sejak tahun 1917. Diceritakan sekda, kala itu BRI bernama De Visscherij Bank "Bagan Madjoe". Atau biasa di sebut Bank Bagan Majoe (Bank Bagan Maju). Ia mengharapkan agar situs yang ada tetap terjaga dengan baik dan bagi orang yang berkunjung agar dapat menjaga dan tidak merusak saat berkunjung melihat situs tersebut.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROHIL (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menyatakan keseriusan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah. Diharapkan, potensi pariwisata menjadi tumpuan untuk pendapatan asli daerah. Seperti dikemukakan Sekda Kabupaten Rohil Drs H Surya Arfan MSi, Senin (4/11).

Menurutnya terdapat sejumlah destinasi wisata yang potensial menjadi berkembang jika dikelola dengan baik. Diantaranya wisata bakar tongkang, pulau jemur, festival pulau tilan, danau napangga dan masih banyak lainnya, termasuk danau gatal dan pinggiran sungai rokan.

Selain destinasi wisata alam, ada juga yang menjadi situs sejarah yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata andalan di Negeri Seribu Kubah.

"Terdapat banyak situs peninggalan bersejarah di Rohil, khususnya di Bagansiapiapi. Sehingga bisa menjadi tujuan bagi kunjungan wisatawan ke daerah ini," katanya.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Panselnas soal Formasi PPPK 2021 Hilang di SSCASN

Untuk situs yang penting tersebut diantaranya rumah kapitan, bekas pelabuhan lama, Bank BRI, water leading dan bangunan lama RSUD Dr Pratomo.

"Keberadaan situs wisata ini sangat luar biasa karena berkaitan dengan faktor sejarah. Dimana tidak semua daerah memiliki situs yang sama. Artinya hal ini adalah ciri khas bagi daerah Rohil dan tentunya bisa membuat orang tertarik ke Rohil," tambahnya.

Masih diktakan sekda, keberadaan situs itu merupakan hal yang membanggakan bagi daerah dan tugas pemerintah untuk memperhatikan keberadaannya. Tentunya agar tetap dalam kondisi yang baik. Ia menerangkan seperti adanya bekas pelabuhan internasional, dulunya merupakan tempat penting lalu lintas barang ekspor impor yang dibangun pada tahun 1931. Kini bekas-bekas besi masih ada disamping Kantor Bea dan Cukai.

Baca Juga:  3 Prajurit TNI Dipecat karena Ulah Istri, Haris Azhar: Itu Semena-mena

Begitu juga bangunan gedung BRI cabang Bagansiapiapi yang sudah ada sejak tahun 1917. Diceritakan sekda, kala itu BRI bernama De Visscherij Bank "Bagan Madjoe". Atau biasa di sebut Bank Bagan Majoe (Bank Bagan Maju). Ia mengharapkan agar situs yang ada tetap terjaga dengan baik dan bagi orang yang berkunjung agar dapat menjaga dan tidak merusak saat berkunjung melihat situs tersebut.(adv)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari