Minggu, 6 April 2025
spot_img

Sebagian Pengungsi Sudah Berani Pulang

WAMENA (RIAUPOS.CO) — Pengungsi kerusuhan Wamena terus berkurangan. Data terakhir kemarin (4/10) angkanya turun drastis. Total hanya 3.605 orang yang bertahan di pengungsian. Setelah kondisi berangsur membaik, memang banyak pengungsi memilih pulang. Mereka mulai membenahi rumah yang sempat rusak akibat amuk massa. Tidak sedikit juga yang sudah berani menjalankan usaha masing-masing.

 

Salah seorang pengungsi bernama Suryanto mengakui dia sudah pulang dari pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya. Pria asal Jember yang sudah lima tahun tinggal di Jayawijaya itu mengakui senjatinya dia sudah lama ingin pulang. "Baru bisa dua hari lalu," imbuhnya. Di Jayawijaya, dia tinggal di daerah Sinakma. Daerah itu memang tidak banyak disentuh massa, namun dia mengungsi karena khawatir kejadian Senin (23/9) merembet.

Baca Juga:  Polda Buru Buaya yang Muncul di Galangan Kapal

Lebih dari seminggu berada di pengungsian, Yanto memutuskan pulang. Dia sedikit lebih tenang karena istri dan anaknya sudah berada di Jayapura.

"Jadi, keluarga aman. Sementara saya di sini (Wamena) dulu," ungkap dia. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai sopir taksi. Menurut dia, pengaruh kerusuhan memang besar. Penumpang nyaris tidak ada. Karena itu, dia sedang cari peluang lain. "Kalau sepi terus, paling turun (ke Jayapura) dulu," imbuhnya.

Pantauan JPG, pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya memang tidak sepadat sebelumnya. Masyarakat yang sebelumnya tidur di sekitar masjid sudah tidak tampak. Demikian pula tenda-tenda pengungsian di area belakang kodim. Tinggal sedikit pengungsi yang bertahan di sana. "Tinggal 1.742 orang," tutur Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Infanteri Candra Dianto.

Baca Juga:  Alumni SMA 1 Pekanbaru Masuk Bursa Calon Kapolri

Jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang angka pengungsi awal di Kodim 1702/Jayawijaya yang menyentuh 3.500 jiwa. Bukan hanya pengungsi di kodim, pengungsi di Polres Jayawijaya juga sudah berkurang banyak. Sampai kemarin tinggal 748 pengungsi yang bertahan di sana. Selain sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing. Banyak di antara pengungsi terbang ke Jayapura.

Agar semakin banyak pengungsi kembali ke rumah masing-masing, Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat kembali turun ke daerah terdampak kerusuhan. Setelah membersihkan puing bangunan di daerah Hom-Hom, kemarin giliran Daerah Wouma yang disisir. "Kami bersama-sama masyarakat pribumi maupun pendatang sama-sama melaksanakan karya bakti pembersihan puing-puing bangunan," ujar Candra.(syn/mia/jpg)

WAMENA (RIAUPOS.CO) — Pengungsi kerusuhan Wamena terus berkurangan. Data terakhir kemarin (4/10) angkanya turun drastis. Total hanya 3.605 orang yang bertahan di pengungsian. Setelah kondisi berangsur membaik, memang banyak pengungsi memilih pulang. Mereka mulai membenahi rumah yang sempat rusak akibat amuk massa. Tidak sedikit juga yang sudah berani menjalankan usaha masing-masing.

 

Salah seorang pengungsi bernama Suryanto mengakui dia sudah pulang dari pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya. Pria asal Jember yang sudah lima tahun tinggal di Jayawijaya itu mengakui senjatinya dia sudah lama ingin pulang. "Baru bisa dua hari lalu," imbuhnya. Di Jayawijaya, dia tinggal di daerah Sinakma. Daerah itu memang tidak banyak disentuh massa, namun dia mengungsi karena khawatir kejadian Senin (23/9) merembet.

Baca Juga:  IDI Usul Naikkan Level PPKM

Lebih dari seminggu berada di pengungsian, Yanto memutuskan pulang. Dia sedikit lebih tenang karena istri dan anaknya sudah berada di Jayapura.

"Jadi, keluarga aman. Sementara saya di sini (Wamena) dulu," ungkap dia. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai sopir taksi. Menurut dia, pengaruh kerusuhan memang besar. Penumpang nyaris tidak ada. Karena itu, dia sedang cari peluang lain. "Kalau sepi terus, paling turun (ke Jayapura) dulu," imbuhnya.

Pantauan JPG, pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya memang tidak sepadat sebelumnya. Masyarakat yang sebelumnya tidur di sekitar masjid sudah tidak tampak. Demikian pula tenda-tenda pengungsian di area belakang kodim. Tinggal sedikit pengungsi yang bertahan di sana. "Tinggal 1.742 orang," tutur Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Infanteri Candra Dianto.

Baca Juga:  Ganasnya Kanker Getah Bening yang Diidap Ria Irawan

Jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang angka pengungsi awal di Kodim 1702/Jayawijaya yang menyentuh 3.500 jiwa. Bukan hanya pengungsi di kodim, pengungsi di Polres Jayawijaya juga sudah berkurang banyak. Sampai kemarin tinggal 748 pengungsi yang bertahan di sana. Selain sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing. Banyak di antara pengungsi terbang ke Jayapura.

Agar semakin banyak pengungsi kembali ke rumah masing-masing, Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat kembali turun ke daerah terdampak kerusuhan. Setelah membersihkan puing bangunan di daerah Hom-Hom, kemarin giliran Daerah Wouma yang disisir. "Kami bersama-sama masyarakat pribumi maupun pendatang sama-sama melaksanakan karya bakti pembersihan puing-puing bangunan," ujar Candra.(syn/mia/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Sebagian Pengungsi Sudah Berani Pulang

WAMENA (RIAUPOS.CO) — Pengungsi kerusuhan Wamena terus berkurangan. Data terakhir kemarin (4/10) angkanya turun drastis. Total hanya 3.605 orang yang bertahan di pengungsian. Setelah kondisi berangsur membaik, memang banyak pengungsi memilih pulang. Mereka mulai membenahi rumah yang sempat rusak akibat amuk massa. Tidak sedikit juga yang sudah berani menjalankan usaha masing-masing.

 

Salah seorang pengungsi bernama Suryanto mengakui dia sudah pulang dari pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya. Pria asal Jember yang sudah lima tahun tinggal di Jayawijaya itu mengakui senjatinya dia sudah lama ingin pulang. "Baru bisa dua hari lalu," imbuhnya. Di Jayawijaya, dia tinggal di daerah Sinakma. Daerah itu memang tidak banyak disentuh massa, namun dia mengungsi karena khawatir kejadian Senin (23/9) merembet.

Baca Juga:  Polda Buru Buaya yang Muncul di Galangan Kapal

Lebih dari seminggu berada di pengungsian, Yanto memutuskan pulang. Dia sedikit lebih tenang karena istri dan anaknya sudah berada di Jayapura.

"Jadi, keluarga aman. Sementara saya di sini (Wamena) dulu," ungkap dia. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai sopir taksi. Menurut dia, pengaruh kerusuhan memang besar. Penumpang nyaris tidak ada. Karena itu, dia sedang cari peluang lain. "Kalau sepi terus, paling turun (ke Jayapura) dulu," imbuhnya.

Pantauan JPG, pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya memang tidak sepadat sebelumnya. Masyarakat yang sebelumnya tidur di sekitar masjid sudah tidak tampak. Demikian pula tenda-tenda pengungsian di area belakang kodim. Tinggal sedikit pengungsi yang bertahan di sana. "Tinggal 1.742 orang," tutur Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Infanteri Candra Dianto.

Baca Juga:  Ganasnya Kanker Getah Bening yang Diidap Ria Irawan

Jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang angka pengungsi awal di Kodim 1702/Jayawijaya yang menyentuh 3.500 jiwa. Bukan hanya pengungsi di kodim, pengungsi di Polres Jayawijaya juga sudah berkurang banyak. Sampai kemarin tinggal 748 pengungsi yang bertahan di sana. Selain sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing. Banyak di antara pengungsi terbang ke Jayapura.

Agar semakin banyak pengungsi kembali ke rumah masing-masing, Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat kembali turun ke daerah terdampak kerusuhan. Setelah membersihkan puing bangunan di daerah Hom-Hom, kemarin giliran Daerah Wouma yang disisir. "Kami bersama-sama masyarakat pribumi maupun pendatang sama-sama melaksanakan karya bakti pembersihan puing-puing bangunan," ujar Candra.(syn/mia/jpg)

WAMENA (RIAUPOS.CO) — Pengungsi kerusuhan Wamena terus berkurangan. Data terakhir kemarin (4/10) angkanya turun drastis. Total hanya 3.605 orang yang bertahan di pengungsian. Setelah kondisi berangsur membaik, memang banyak pengungsi memilih pulang. Mereka mulai membenahi rumah yang sempat rusak akibat amuk massa. Tidak sedikit juga yang sudah berani menjalankan usaha masing-masing.

 

Salah seorang pengungsi bernama Suryanto mengakui dia sudah pulang dari pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya. Pria asal Jember yang sudah lima tahun tinggal di Jayawijaya itu mengakui senjatinya dia sudah lama ingin pulang. "Baru bisa dua hari lalu," imbuhnya. Di Jayawijaya, dia tinggal di daerah Sinakma. Daerah itu memang tidak banyak disentuh massa, namun dia mengungsi karena khawatir kejadian Senin (23/9) merembet.

Baca Juga:  IDI Usul Naikkan Level PPKM

Lebih dari seminggu berada di pengungsian, Yanto memutuskan pulang. Dia sedikit lebih tenang karena istri dan anaknya sudah berada di Jayapura.

"Jadi, keluarga aman. Sementara saya di sini (Wamena) dulu," ungkap dia. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai sopir taksi. Menurut dia, pengaruh kerusuhan memang besar. Penumpang nyaris tidak ada. Karena itu, dia sedang cari peluang lain. "Kalau sepi terus, paling turun (ke Jayapura) dulu," imbuhnya.

Pantauan JPG, pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya memang tidak sepadat sebelumnya. Masyarakat yang sebelumnya tidur di sekitar masjid sudah tidak tampak. Demikian pula tenda-tenda pengungsian di area belakang kodim. Tinggal sedikit pengungsi yang bertahan di sana. "Tinggal 1.742 orang," tutur Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Infanteri Candra Dianto.

Baca Juga:  Dua Mantan Pejabat Kuansing Dimintai Keterangan

Jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang angka pengungsi awal di Kodim 1702/Jayawijaya yang menyentuh 3.500 jiwa. Bukan hanya pengungsi di kodim, pengungsi di Polres Jayawijaya juga sudah berkurang banyak. Sampai kemarin tinggal 748 pengungsi yang bertahan di sana. Selain sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing. Banyak di antara pengungsi terbang ke Jayapura.

Agar semakin banyak pengungsi kembali ke rumah masing-masing, Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat kembali turun ke daerah terdampak kerusuhan. Setelah membersihkan puing bangunan di daerah Hom-Hom, kemarin giliran Daerah Wouma yang disisir. "Kami bersama-sama masyarakat pribumi maupun pendatang sama-sama melaksanakan karya bakti pembersihan puing-puing bangunan," ujar Candra.(syn/mia/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari