Minggu, 6 April 2025
spot_img

Empat Alat Berat Diturunkan Normalisasi Sungai Bangko

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) akan menurunkan empat unit alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Bangko di Kabupaten Rokan Hilir, yang saat ini mengalami pendangkalan. Akibat pendangkalan tersebut, masyarakat kesulitan mencari ikan.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar usai rapat koordinasi penyelamatan dan pemulihan Sungai Bangko di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau mengatakan, akibat pendangkalan sungai tersebut, masyarakat setempat kesulitan mencari ikan sebagai mata pencaharian mereka selama ini.

"Kami sudah melakukan pembahasan untuk normalisasi Sungai Bangko yang mulai rusak. Selain Pemprov Riau pihak BWSS juga akan membantu," katanya.

Karena Sungai Bangko mengalami penyumbatan, lanjut Gubri, berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar sungai, khususnya nelayan yang sulit mencari sumber mata pencarian. Dimana selama ini Sungai Bangko sebagai sumber kehidupan masyarakat nelayan.

Baca Juga:  Desa Hantu Bikin Gaduh, DPR Agendakan Pemanggilan Sri Mulyani Terkait

"Dulu saya sekolah di Bagansiapiapi. Setiap saya pergi sekolah ke Bagan lewat Sungai Bangko itu. Sekarang Sungai Bangko tidak bisa dilewati, sudah dipenuhi oleh rumput-rumput. Dan pada waktu hujan selalu banjir. Kemudian pendapatan masyarakat khususnya nelayan hampir tidak ada sama sekali," sebutnya.

Atas kondisi itu, lanjut Gubri, maka pemerintah harus hadir mengatasi permasalahan itu. Karena itu dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menurunkan alat berat ke lokasi.

"Memang untuk mengatasi persoalan ini secara cepat tidak mungkin, terlalu panjang karena ada 44 kilometer. Tapi setidaknya yang kita lakukan normalisasi dulu. Kami sudah sepakat dengan BWSS untuk dikerjakan sama-sama. Nanti mereka menyiapkan alat dua, dan kita siapkan dua, jadi total ada empat alat berat," ujarnya.

Baca Juga:  Berkhianat, Tiga Pangeran Arab Saudi Ditangkap

Ditanya kapan normalisasi Sungai Bangko dilakukan, Gubri mengatakan, normalisasi Sungai Bangko akan dimulai pada pekan depan tanggal 9 November mendatang. "Sudah saya targetkan mulai Selasa depan sudah mulai dikerjakan normalisasi Sungai Bangko," sebutnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) akan menurunkan empat unit alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Bangko di Kabupaten Rokan Hilir, yang saat ini mengalami pendangkalan. Akibat pendangkalan tersebut, masyarakat kesulitan mencari ikan.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar usai rapat koordinasi penyelamatan dan pemulihan Sungai Bangko di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau mengatakan, akibat pendangkalan sungai tersebut, masyarakat setempat kesulitan mencari ikan sebagai mata pencaharian mereka selama ini.

"Kami sudah melakukan pembahasan untuk normalisasi Sungai Bangko yang mulai rusak. Selain Pemprov Riau pihak BWSS juga akan membantu," katanya.

Karena Sungai Bangko mengalami penyumbatan, lanjut Gubri, berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar sungai, khususnya nelayan yang sulit mencari sumber mata pencarian. Dimana selama ini Sungai Bangko sebagai sumber kehidupan masyarakat nelayan.

Baca Juga:  Berkhianat, Tiga Pangeran Arab Saudi Ditangkap

"Dulu saya sekolah di Bagansiapiapi. Setiap saya pergi sekolah ke Bagan lewat Sungai Bangko itu. Sekarang Sungai Bangko tidak bisa dilewati, sudah dipenuhi oleh rumput-rumput. Dan pada waktu hujan selalu banjir. Kemudian pendapatan masyarakat khususnya nelayan hampir tidak ada sama sekali," sebutnya.

Atas kondisi itu, lanjut Gubri, maka pemerintah harus hadir mengatasi permasalahan itu. Karena itu dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menurunkan alat berat ke lokasi.

"Memang untuk mengatasi persoalan ini secara cepat tidak mungkin, terlalu panjang karena ada 44 kilometer. Tapi setidaknya yang kita lakukan normalisasi dulu. Kami sudah sepakat dengan BWSS untuk dikerjakan sama-sama. Nanti mereka menyiapkan alat dua, dan kita siapkan dua, jadi total ada empat alat berat," ujarnya.

Baca Juga:  Desa Hantu Bikin Gaduh, DPR Agendakan Pemanggilan Sri Mulyani Terkait

Ditanya kapan normalisasi Sungai Bangko dilakukan, Gubri mengatakan, normalisasi Sungai Bangko akan dimulai pada pekan depan tanggal 9 November mendatang. "Sudah saya targetkan mulai Selasa depan sudah mulai dikerjakan normalisasi Sungai Bangko," sebutnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Empat Alat Berat Diturunkan Normalisasi Sungai Bangko

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) akan menurunkan empat unit alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Bangko di Kabupaten Rokan Hilir, yang saat ini mengalami pendangkalan. Akibat pendangkalan tersebut, masyarakat kesulitan mencari ikan.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar usai rapat koordinasi penyelamatan dan pemulihan Sungai Bangko di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau mengatakan, akibat pendangkalan sungai tersebut, masyarakat setempat kesulitan mencari ikan sebagai mata pencaharian mereka selama ini.

"Kami sudah melakukan pembahasan untuk normalisasi Sungai Bangko yang mulai rusak. Selain Pemprov Riau pihak BWSS juga akan membantu," katanya.

Karena Sungai Bangko mengalami penyumbatan, lanjut Gubri, berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar sungai, khususnya nelayan yang sulit mencari sumber mata pencarian. Dimana selama ini Sungai Bangko sebagai sumber kehidupan masyarakat nelayan.

Baca Juga:  Pemprov Riau Jalin Kerja Sama Pembangunan Daerah dengan Pemprov Kepri

"Dulu saya sekolah di Bagansiapiapi. Setiap saya pergi sekolah ke Bagan lewat Sungai Bangko itu. Sekarang Sungai Bangko tidak bisa dilewati, sudah dipenuhi oleh rumput-rumput. Dan pada waktu hujan selalu banjir. Kemudian pendapatan masyarakat khususnya nelayan hampir tidak ada sama sekali," sebutnya.

Atas kondisi itu, lanjut Gubri, maka pemerintah harus hadir mengatasi permasalahan itu. Karena itu dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menurunkan alat berat ke lokasi.

"Memang untuk mengatasi persoalan ini secara cepat tidak mungkin, terlalu panjang karena ada 44 kilometer. Tapi setidaknya yang kita lakukan normalisasi dulu. Kami sudah sepakat dengan BWSS untuk dikerjakan sama-sama. Nanti mereka menyiapkan alat dua, dan kita siapkan dua, jadi total ada empat alat berat," ujarnya.

Baca Juga:  Berkhianat, Tiga Pangeran Arab Saudi Ditangkap

Ditanya kapan normalisasi Sungai Bangko dilakukan, Gubri mengatakan, normalisasi Sungai Bangko akan dimulai pada pekan depan tanggal 9 November mendatang. "Sudah saya targetkan mulai Selasa depan sudah mulai dikerjakan normalisasi Sungai Bangko," sebutnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) akan menurunkan empat unit alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Bangko di Kabupaten Rokan Hilir, yang saat ini mengalami pendangkalan. Akibat pendangkalan tersebut, masyarakat kesulitan mencari ikan.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar usai rapat koordinasi penyelamatan dan pemulihan Sungai Bangko di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau mengatakan, akibat pendangkalan sungai tersebut, masyarakat setempat kesulitan mencari ikan sebagai mata pencaharian mereka selama ini.

"Kami sudah melakukan pembahasan untuk normalisasi Sungai Bangko yang mulai rusak. Selain Pemprov Riau pihak BWSS juga akan membantu," katanya.

Karena Sungai Bangko mengalami penyumbatan, lanjut Gubri, berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar sungai, khususnya nelayan yang sulit mencari sumber mata pencarian. Dimana selama ini Sungai Bangko sebagai sumber kehidupan masyarakat nelayan.

Baca Juga:  SMK Labor Wakili Riau ke Tingkat Nasional

"Dulu saya sekolah di Bagansiapiapi. Setiap saya pergi sekolah ke Bagan lewat Sungai Bangko itu. Sekarang Sungai Bangko tidak bisa dilewati, sudah dipenuhi oleh rumput-rumput. Dan pada waktu hujan selalu banjir. Kemudian pendapatan masyarakat khususnya nelayan hampir tidak ada sama sekali," sebutnya.

Atas kondisi itu, lanjut Gubri, maka pemerintah harus hadir mengatasi permasalahan itu. Karena itu dalam waktu dekat, pihaknya akan segera menurunkan alat berat ke lokasi.

"Memang untuk mengatasi persoalan ini secara cepat tidak mungkin, terlalu panjang karena ada 44 kilometer. Tapi setidaknya yang kita lakukan normalisasi dulu. Kami sudah sepakat dengan BWSS untuk dikerjakan sama-sama. Nanti mereka menyiapkan alat dua, dan kita siapkan dua, jadi total ada empat alat berat," ujarnya.

Baca Juga:  KIP: Langgar Hak-Hak Pribadi, jika Ungkap Kasus Identitas Pasien Corona

Ditanya kapan normalisasi Sungai Bangko dilakukan, Gubri mengatakan, normalisasi Sungai Bangko akan dimulai pada pekan depan tanggal 9 November mendatang. "Sudah saya targetkan mulai Selasa depan sudah mulai dikerjakan normalisasi Sungai Bangko," sebutnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari