Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Tingkatkan Keamanan dan Dorong Sentra Perekonomian

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua resmi beroperasi usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemarin (3/10). PLBN Sota merupakan PLBN ke delapan yang tuntas dalam program pembangunan dan modernisasi PLBN yang dicanangkan Presiden Jokowi.

PLBN Sota juga masuk dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Sekaligus melanjutkan pembangunan 7 PLBN berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2015.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian memengatakan, tuntasnya PLBN Sota merupakan langkah awal. Ke depan, kawasan itu akan dibangun secara terpadu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah perbatasan. 

"Kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan negara, yang dapat bermanfaat untuk Papua dan negara tetangga PNG," ujarnya.

Tito menjelaskan, berdasarkan catatan, lalu lintas di Sota cukup ramai. Dalam konteks perdagangan perbatasan, aktivitas pelintas batas dari Distrik Weam, Western Province, PNG rata-rata mencapai 350 orang per bulan.

Dalam delapan bulan terakhir semasa pandemi saja, barang bawaan yang dibeli dari Pasar PLBN Sota cukup tinggi. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, produk pertanian, perkebunan dan tanaman pangan. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha dan wirausaha lokal.

Baca Juga:  Kloter Pertama Diberangkatkan, Ini Empat Pesan Menteri Agama

"Untuk berperan memenuhi kebutuhan kurang lebih 201.351 warga Western Province secara berkesinambungan," tuturnya. 

Apalagi, lanjut Tito, Kabupaten Merauke berstatus sebagai Lumbung Tanaman Padi terbesar di wilayah Papua. Pada Tahun 2020 saja, Kabupaten Merauke telah mengekspor 15 ribu ton beras ke Daru, Ibu Kota Western Province, melalui Pelabuhan Torasi. 

"Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi pemasok, terutama produk-produk pertanian," ujar Mendagri. Selain pusat ekonomi baru, Tito juga berharap PLBN Sota dapat mewujudkan lalu lintas negara yang tertib dan aman, serta perwujudan halaman depan dan beranda negara yang baik. 

Kemarin (3/10), Presiden Jokowi yang meresmikan PLBN di Sota. Menurutnya, ini merupakan cerminan komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari kawasan perbatasan. "Kawasan perbatasan adalah beranda depan Indonesia yang mewakili wajah bangsa, yang harus terus kita bangun agar bisa menjadi representasi kemajuan Indonesia," ucap Jokowi.

Jokowi berharap pembangunan PLBN Sota dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, PLBN ini juga diharapakan mampu meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. "Serta mendorong pertumbuhan sentra-sentra perekonomian baru," paparnya. 

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar PLBN di Sota, Merauke selalu dijaga. Gerbang perbatasan yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. "Tolong PLBN Sota ini dijaga, dirawat, dan kualitas layanannya terus ditingkatkan. PLBN Sota milik kitorang semua," kata Puan saat mendampingi Jokowi.

Baca Juga:  PP Nomor 63 Tahun 2019 Harus Terus Disosialisasikan

Puan menyebut, pembangunan PLBN merupakan penguatan martabat negara, karena PLBN menjadi gerbang rumah Indonesia. Kalau ada tamu yang mau datang ke rumah, maka pertama yang akan mereka lihat adalah gerbang. Jika gerbangnya bagus, maka biasanya langsung tamunya akan kagum karena tahu di dalam rumahnya juga bagus. Tetapi kalau gerbangnya jelek, maka  tamu langsung memandang rumah itu sebelah mata. 

"Karena dianggap dalam rumahnya juga jelek," tuturnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berharap pembangunan PLBN Sota dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Apalagi, kata Puan, dalam 8 bulan terakhir terdapat surplus perdagangan perlintasan barang ekspor impor melalui PLBN Sota.

Dengan peningkatan kualitas fisik dan layanan di PLBN Sota, maka yang diharapkan adalah akan berujung kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia di Merauke. Menurut dia, semakin bergeliatnya ekonomi masyarakat, termasuk di Pasar PLBN, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Yang pada akhirnya menambah kesejahateraan rakyat," jelas Puan.(lum/far/lyn/jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua resmi beroperasi usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemarin (3/10). PLBN Sota merupakan PLBN ke delapan yang tuntas dalam program pembangunan dan modernisasi PLBN yang dicanangkan Presiden Jokowi.

PLBN Sota juga masuk dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Sekaligus melanjutkan pembangunan 7 PLBN berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2015.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian memengatakan, tuntasnya PLBN Sota merupakan langkah awal. Ke depan, kawasan itu akan dibangun secara terpadu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah perbatasan. 

"Kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan negara, yang dapat bermanfaat untuk Papua dan negara tetangga PNG," ujarnya.

Tito menjelaskan, berdasarkan catatan, lalu lintas di Sota cukup ramai. Dalam konteks perdagangan perbatasan, aktivitas pelintas batas dari Distrik Weam, Western Province, PNG rata-rata mencapai 350 orang per bulan.

Dalam delapan bulan terakhir semasa pandemi saja, barang bawaan yang dibeli dari Pasar PLBN Sota cukup tinggi. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, produk pertanian, perkebunan dan tanaman pangan. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha dan wirausaha lokal.

Baca Juga:  Supir Taksi Online dan Konvensional Bentrok Lagi

"Untuk berperan memenuhi kebutuhan kurang lebih 201.351 warga Western Province secara berkesinambungan," tuturnya. 

Apalagi, lanjut Tito, Kabupaten Merauke berstatus sebagai Lumbung Tanaman Padi terbesar di wilayah Papua. Pada Tahun 2020 saja, Kabupaten Merauke telah mengekspor 15 ribu ton beras ke Daru, Ibu Kota Western Province, melalui Pelabuhan Torasi. 

"Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi pemasok, terutama produk-produk pertanian," ujar Mendagri. Selain pusat ekonomi baru, Tito juga berharap PLBN Sota dapat mewujudkan lalu lintas negara yang tertib dan aman, serta perwujudan halaman depan dan beranda negara yang baik. 

Kemarin (3/10), Presiden Jokowi yang meresmikan PLBN di Sota. Menurutnya, ini merupakan cerminan komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari kawasan perbatasan. "Kawasan perbatasan adalah beranda depan Indonesia yang mewakili wajah bangsa, yang harus terus kita bangun agar bisa menjadi representasi kemajuan Indonesia," ucap Jokowi.

Jokowi berharap pembangunan PLBN Sota dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, PLBN ini juga diharapakan mampu meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. "Serta mendorong pertumbuhan sentra-sentra perekonomian baru," paparnya. 

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar PLBN di Sota, Merauke selalu dijaga. Gerbang perbatasan yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. "Tolong PLBN Sota ini dijaga, dirawat, dan kualitas layanannya terus ditingkatkan. PLBN Sota milik kitorang semua," kata Puan saat mendampingi Jokowi.

Baca Juga:  Orang Tua Komorbid, Siswa Tak Perlu Ikut PTM

Puan menyebut, pembangunan PLBN merupakan penguatan martabat negara, karena PLBN menjadi gerbang rumah Indonesia. Kalau ada tamu yang mau datang ke rumah, maka pertama yang akan mereka lihat adalah gerbang. Jika gerbangnya bagus, maka biasanya langsung tamunya akan kagum karena tahu di dalam rumahnya juga bagus. Tetapi kalau gerbangnya jelek, maka  tamu langsung memandang rumah itu sebelah mata. 

"Karena dianggap dalam rumahnya juga jelek," tuturnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berharap pembangunan PLBN Sota dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Apalagi, kata Puan, dalam 8 bulan terakhir terdapat surplus perdagangan perlintasan barang ekspor impor melalui PLBN Sota.

Dengan peningkatan kualitas fisik dan layanan di PLBN Sota, maka yang diharapkan adalah akan berujung kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia di Merauke. Menurut dia, semakin bergeliatnya ekonomi masyarakat, termasuk di Pasar PLBN, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Yang pada akhirnya menambah kesejahateraan rakyat," jelas Puan.(lum/far/lyn/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Tingkatkan Keamanan dan Dorong Sentra Perekonomian

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua resmi beroperasi usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemarin (3/10). PLBN Sota merupakan PLBN ke delapan yang tuntas dalam program pembangunan dan modernisasi PLBN yang dicanangkan Presiden Jokowi.

PLBN Sota juga masuk dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Sekaligus melanjutkan pembangunan 7 PLBN berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2015.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian memengatakan, tuntasnya PLBN Sota merupakan langkah awal. Ke depan, kawasan itu akan dibangun secara terpadu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah perbatasan. 

"Kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan negara, yang dapat bermanfaat untuk Papua dan negara tetangga PNG," ujarnya.

Tito menjelaskan, berdasarkan catatan, lalu lintas di Sota cukup ramai. Dalam konteks perdagangan perbatasan, aktivitas pelintas batas dari Distrik Weam, Western Province, PNG rata-rata mencapai 350 orang per bulan.

Dalam delapan bulan terakhir semasa pandemi saja, barang bawaan yang dibeli dari Pasar PLBN Sota cukup tinggi. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, produk pertanian, perkebunan dan tanaman pangan. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha dan wirausaha lokal.

Baca Juga:  Data 10 Tahun Terakhir, Lebih dari 200 Ribu Tewas

"Untuk berperan memenuhi kebutuhan kurang lebih 201.351 warga Western Province secara berkesinambungan," tuturnya. 

Apalagi, lanjut Tito, Kabupaten Merauke berstatus sebagai Lumbung Tanaman Padi terbesar di wilayah Papua. Pada Tahun 2020 saja, Kabupaten Merauke telah mengekspor 15 ribu ton beras ke Daru, Ibu Kota Western Province, melalui Pelabuhan Torasi. 

"Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi pemasok, terutama produk-produk pertanian," ujar Mendagri. Selain pusat ekonomi baru, Tito juga berharap PLBN Sota dapat mewujudkan lalu lintas negara yang tertib dan aman, serta perwujudan halaman depan dan beranda negara yang baik. 

Kemarin (3/10), Presiden Jokowi yang meresmikan PLBN di Sota. Menurutnya, ini merupakan cerminan komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari kawasan perbatasan. "Kawasan perbatasan adalah beranda depan Indonesia yang mewakili wajah bangsa, yang harus terus kita bangun agar bisa menjadi representasi kemajuan Indonesia," ucap Jokowi.

Jokowi berharap pembangunan PLBN Sota dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, PLBN ini juga diharapakan mampu meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. "Serta mendorong pertumbuhan sentra-sentra perekonomian baru," paparnya. 

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar PLBN di Sota, Merauke selalu dijaga. Gerbang perbatasan yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. "Tolong PLBN Sota ini dijaga, dirawat, dan kualitas layanannya terus ditingkatkan. PLBN Sota milik kitorang semua," kata Puan saat mendampingi Jokowi.

Baca Juga:  Orang Tua Komorbid, Siswa Tak Perlu Ikut PTM

Puan menyebut, pembangunan PLBN merupakan penguatan martabat negara, karena PLBN menjadi gerbang rumah Indonesia. Kalau ada tamu yang mau datang ke rumah, maka pertama yang akan mereka lihat adalah gerbang. Jika gerbangnya bagus, maka biasanya langsung tamunya akan kagum karena tahu di dalam rumahnya juga bagus. Tetapi kalau gerbangnya jelek, maka  tamu langsung memandang rumah itu sebelah mata. 

"Karena dianggap dalam rumahnya juga jelek," tuturnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berharap pembangunan PLBN Sota dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Apalagi, kata Puan, dalam 8 bulan terakhir terdapat surplus perdagangan perlintasan barang ekspor impor melalui PLBN Sota.

Dengan peningkatan kualitas fisik dan layanan di PLBN Sota, maka yang diharapkan adalah akan berujung kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia di Merauke. Menurut dia, semakin bergeliatnya ekonomi masyarakat, termasuk di Pasar PLBN, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Yang pada akhirnya menambah kesejahateraan rakyat," jelas Puan.(lum/far/lyn/jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua resmi beroperasi usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemarin (3/10). PLBN Sota merupakan PLBN ke delapan yang tuntas dalam program pembangunan dan modernisasi PLBN yang dicanangkan Presiden Jokowi.

PLBN Sota juga masuk dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Sekaligus melanjutkan pembangunan 7 PLBN berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2015.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian memengatakan, tuntasnya PLBN Sota merupakan langkah awal. Ke depan, kawasan itu akan dibangun secara terpadu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah perbatasan. 

"Kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan negara, yang dapat bermanfaat untuk Papua dan negara tetangga PNG," ujarnya.

Tito menjelaskan, berdasarkan catatan, lalu lintas di Sota cukup ramai. Dalam konteks perdagangan perbatasan, aktivitas pelintas batas dari Distrik Weam, Western Province, PNG rata-rata mencapai 350 orang per bulan.

Dalam delapan bulan terakhir semasa pandemi saja, barang bawaan yang dibeli dari Pasar PLBN Sota cukup tinggi. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, produk pertanian, perkebunan dan tanaman pangan. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha dan wirausaha lokal.

Baca Juga:  KSAD dan Wakapolri Sosialisasikan Obat Virus Corona

"Untuk berperan memenuhi kebutuhan kurang lebih 201.351 warga Western Province secara berkesinambungan," tuturnya. 

Apalagi, lanjut Tito, Kabupaten Merauke berstatus sebagai Lumbung Tanaman Padi terbesar di wilayah Papua. Pada Tahun 2020 saja, Kabupaten Merauke telah mengekspor 15 ribu ton beras ke Daru, Ibu Kota Western Province, melalui Pelabuhan Torasi. 

"Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi pemasok, terutama produk-produk pertanian," ujar Mendagri. Selain pusat ekonomi baru, Tito juga berharap PLBN Sota dapat mewujudkan lalu lintas negara yang tertib dan aman, serta perwujudan halaman depan dan beranda negara yang baik. 

Kemarin (3/10), Presiden Jokowi yang meresmikan PLBN di Sota. Menurutnya, ini merupakan cerminan komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia dari kawasan perbatasan. "Kawasan perbatasan adalah beranda depan Indonesia yang mewakili wajah bangsa, yang harus terus kita bangun agar bisa menjadi representasi kemajuan Indonesia," ucap Jokowi.

Jokowi berharap pembangunan PLBN Sota dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, PLBN ini juga diharapakan mampu meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. "Serta mendorong pertumbuhan sentra-sentra perekonomian baru," paparnya. 

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar PLBN di Sota, Merauke selalu dijaga. Gerbang perbatasan yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. "Tolong PLBN Sota ini dijaga, dirawat, dan kualitas layanannya terus ditingkatkan. PLBN Sota milik kitorang semua," kata Puan saat mendampingi Jokowi.

Baca Juga:  Bunuh Penduduk Ukraina, Tentara Rusia Hadapi Sidang Kejahatan Perang

Puan menyebut, pembangunan PLBN merupakan penguatan martabat negara, karena PLBN menjadi gerbang rumah Indonesia. Kalau ada tamu yang mau datang ke rumah, maka pertama yang akan mereka lihat adalah gerbang. Jika gerbangnya bagus, maka biasanya langsung tamunya akan kagum karena tahu di dalam rumahnya juga bagus. Tetapi kalau gerbangnya jelek, maka  tamu langsung memandang rumah itu sebelah mata. 

"Karena dianggap dalam rumahnya juga jelek," tuturnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berharap pembangunan PLBN Sota dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Apalagi, kata Puan, dalam 8 bulan terakhir terdapat surplus perdagangan perlintasan barang ekspor impor melalui PLBN Sota.

Dengan peningkatan kualitas fisik dan layanan di PLBN Sota, maka yang diharapkan adalah akan berujung kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia di Merauke. Menurut dia, semakin bergeliatnya ekonomi masyarakat, termasuk di Pasar PLBN, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Yang pada akhirnya menambah kesejahateraan rakyat," jelas Puan.(lum/far/lyn/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari