Jumat, 4 April 2025
spot_img

Bahasa Medsos Bisa Menjadi “Musuh” Bahasa Indonesia

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) – Maraknya bahasa  media sosial harus disikapi dengan bijak. Bahasa media sosial yang cenderung asal-asalan dan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia, semakin lama akan menggerus bahasa Indonesia yang sudah memiliki aturan yang telah disepakati bersama. Bahasa medsos bisa menjadi "musuh" bahasa Indonesia.

Jika itu terjadi terus-menerus dan tak ada orang yang peduli untuk memperbaikinya, maka bahasa yang telah diperjuangkan dan dituangkan dalam Sumpah Pemuda yang kemudian dibuat peraturannya, bisa akan semakin jauh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Ferry H Parya, saat membuka kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia   bagi Pegawai Badan Publik di Kabupaten Rokan  Hilir, 3-4 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di Bagansiapi-api, Rabu (3/10/2019).

Baca Juga:  Putin Takut Barat Ingin Tampung Warga Afghanistan di Asia Tengah

"Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau ini merupakan momen bagi kita sebagai pelayan publik untuk mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nantinya harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam penulis surat resmi dan dokumen-dokumen kenegaraan," jelas Ferry. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Riau (BBR) Drs Songgo A Siruah MPd, menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya terus berusaha dan berupaya membantu memperbaiki dan menaikkan kompetensi berbahasa Indonesia seluruh masyarakat di Riau. Menurutnya, Kabupaten Rohil adalah daerah ke-11 dalam rangkaian kegiatan penyuluhan ini.

"Saya berharap semoga seluruh peserta kegiatan ini bisa mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari, juga dalam komunikasi resmi," ujar Songgo.

Baca Juga:  Bantu Masyarakat dan Instansi Rekanan, BRI Serahkan 4 Unit Ambulans

Ketua panitia kegiatan ini, Marnetti SPd, menjelaskan, ada sekitar 50 peserta yang merupakan pegawai pemerintah dari berbagai dinas di Pemkab Rohil yang mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan materi dari Songgo sebagai salah satu narasumber, mereka juga mendapatkan pencerahan tentang kebahasaan Indonesida dari penyuluh internal BBR, yakni Dr Fatmawati Adnan MPd dan Dra Sri Sabakti MHum.

Mewakili BBR dan seluruh panitia, Marnetti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini, terutama Pemkab Rohil. Dia berharap kerja sama ini terus terjalin di masa depan.(hbk)

Editor: Firman Agus

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) – Maraknya bahasa  media sosial harus disikapi dengan bijak. Bahasa media sosial yang cenderung asal-asalan dan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia, semakin lama akan menggerus bahasa Indonesia yang sudah memiliki aturan yang telah disepakati bersama. Bahasa medsos bisa menjadi "musuh" bahasa Indonesia.

Jika itu terjadi terus-menerus dan tak ada orang yang peduli untuk memperbaikinya, maka bahasa yang telah diperjuangkan dan dituangkan dalam Sumpah Pemuda yang kemudian dibuat peraturannya, bisa akan semakin jauh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Ferry H Parya, saat membuka kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia   bagi Pegawai Badan Publik di Kabupaten Rokan  Hilir, 3-4 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di Bagansiapi-api, Rabu (3/10/2019).

Baca Juga:  Makin Membaik, Wiranto Minta Ikut Rapat

"Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau ini merupakan momen bagi kita sebagai pelayan publik untuk mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nantinya harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam penulis surat resmi dan dokumen-dokumen kenegaraan," jelas Ferry. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Riau (BBR) Drs Songgo A Siruah MPd, menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya terus berusaha dan berupaya membantu memperbaiki dan menaikkan kompetensi berbahasa Indonesia seluruh masyarakat di Riau. Menurutnya, Kabupaten Rohil adalah daerah ke-11 dalam rangkaian kegiatan penyuluhan ini.

"Saya berharap semoga seluruh peserta kegiatan ini bisa mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari, juga dalam komunikasi resmi," ujar Songgo.

Baca Juga:  Vicky Prasetyo Dituding Tak Tahu Malu

Ketua panitia kegiatan ini, Marnetti SPd, menjelaskan, ada sekitar 50 peserta yang merupakan pegawai pemerintah dari berbagai dinas di Pemkab Rohil yang mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan materi dari Songgo sebagai salah satu narasumber, mereka juga mendapatkan pencerahan tentang kebahasaan Indonesida dari penyuluh internal BBR, yakni Dr Fatmawati Adnan MPd dan Dra Sri Sabakti MHum.

Mewakili BBR dan seluruh panitia, Marnetti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini, terutama Pemkab Rohil. Dia berharap kerja sama ini terus terjalin di masa depan.(hbk)

Editor: Firman Agus

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Bahasa Medsos Bisa Menjadi “Musuh” Bahasa Indonesia

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) – Maraknya bahasa  media sosial harus disikapi dengan bijak. Bahasa media sosial yang cenderung asal-asalan dan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia, semakin lama akan menggerus bahasa Indonesia yang sudah memiliki aturan yang telah disepakati bersama. Bahasa medsos bisa menjadi "musuh" bahasa Indonesia.

Jika itu terjadi terus-menerus dan tak ada orang yang peduli untuk memperbaikinya, maka bahasa yang telah diperjuangkan dan dituangkan dalam Sumpah Pemuda yang kemudian dibuat peraturannya, bisa akan semakin jauh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Ferry H Parya, saat membuka kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia   bagi Pegawai Badan Publik di Kabupaten Rokan  Hilir, 3-4 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di Bagansiapi-api, Rabu (3/10/2019).

Baca Juga:  Keroyok Kapolsek, Bandar Narkoba Ditembak Mati

"Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau ini merupakan momen bagi kita sebagai pelayan publik untuk mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nantinya harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam penulis surat resmi dan dokumen-dokumen kenegaraan," jelas Ferry. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Riau (BBR) Drs Songgo A Siruah MPd, menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya terus berusaha dan berupaya membantu memperbaiki dan menaikkan kompetensi berbahasa Indonesia seluruh masyarakat di Riau. Menurutnya, Kabupaten Rohil adalah daerah ke-11 dalam rangkaian kegiatan penyuluhan ini.

"Saya berharap semoga seluruh peserta kegiatan ini bisa mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari, juga dalam komunikasi resmi," ujar Songgo.

Baca Juga:  Makin Membaik, Wiranto Minta Ikut Rapat

Ketua panitia kegiatan ini, Marnetti SPd, menjelaskan, ada sekitar 50 peserta yang merupakan pegawai pemerintah dari berbagai dinas di Pemkab Rohil yang mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan materi dari Songgo sebagai salah satu narasumber, mereka juga mendapatkan pencerahan tentang kebahasaan Indonesida dari penyuluh internal BBR, yakni Dr Fatmawati Adnan MPd dan Dra Sri Sabakti MHum.

Mewakili BBR dan seluruh panitia, Marnetti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini, terutama Pemkab Rohil. Dia berharap kerja sama ini terus terjalin di masa depan.(hbk)

Editor: Firman Agus

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) – Maraknya bahasa  media sosial harus disikapi dengan bijak. Bahasa media sosial yang cenderung asal-asalan dan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia, semakin lama akan menggerus bahasa Indonesia yang sudah memiliki aturan yang telah disepakati bersama. Bahasa medsos bisa menjadi "musuh" bahasa Indonesia.

Jika itu terjadi terus-menerus dan tak ada orang yang peduli untuk memperbaikinya, maka bahasa yang telah diperjuangkan dan dituangkan dalam Sumpah Pemuda yang kemudian dibuat peraturannya, bisa akan semakin jauh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Ferry H Parya, saat membuka kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia   bagi Pegawai Badan Publik di Kabupaten Rokan  Hilir, 3-4 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di Bagansiapi-api, Rabu (3/10/2019).

Baca Juga:  Makin Membaik, Wiranto Minta Ikut Rapat

"Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau ini merupakan momen bagi kita sebagai pelayan publik untuk mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nantinya harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam penulis surat resmi dan dokumen-dokumen kenegaraan," jelas Ferry. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Riau (BBR) Drs Songgo A Siruah MPd, menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya terus berusaha dan berupaya membantu memperbaiki dan menaikkan kompetensi berbahasa Indonesia seluruh masyarakat di Riau. Menurutnya, Kabupaten Rohil adalah daerah ke-11 dalam rangkaian kegiatan penyuluhan ini.

"Saya berharap semoga seluruh peserta kegiatan ini bisa mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari, juga dalam komunikasi resmi," ujar Songgo.

Baca Juga:  Tindaklanjuti Food Estate, Kementan Akan Segera ke Riau

Ketua panitia kegiatan ini, Marnetti SPd, menjelaskan, ada sekitar 50 peserta yang merupakan pegawai pemerintah dari berbagai dinas di Pemkab Rohil yang mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan materi dari Songgo sebagai salah satu narasumber, mereka juga mendapatkan pencerahan tentang kebahasaan Indonesida dari penyuluh internal BBR, yakni Dr Fatmawati Adnan MPd dan Dra Sri Sabakti MHum.

Mewakili BBR dan seluruh panitia, Marnetti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini, terutama Pemkab Rohil. Dia berharap kerja sama ini terus terjalin di masa depan.(hbk)

Editor: Firman Agus

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari