Kamis, 12 Maret 2026
- Advertisement -

Guru Dilatih Manajemen Administrasi dan Data

DUMAI (RIAUPOS.CO) —  Puluhan guru dari  forum komunikasi taman pendidikan Al Quran (FKTPQ), Forum Komunikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) dan Pendidikan Guru Sekolah Menengah (PGSM) mengikuti pelatihan manajemen administrasi dan data. Giat ini diselenggarakan Pemerintah kota (Pemko) Dumai   melalui bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Dumai.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I, Hamdan Kamal, Senin (2/11). Berlangsung hingga Selasa (3/11) di salah satu hotel di Kota Dumai. "Kegiatan ini bertujuan agar permasalahan data guru TPQ, DTA, pesantren dan madrasah tidak lagi terjadi kesalahan data," terangnya.

Ia berharap, ke depan, para peserta dapat merapikan administrasi menjadi lebih baik lagi. Karena memproses pencairan honor atau gaji guru TPQ, DTA dan madrasah berdasarkan data yang diberikan oleh FKTPQ, FKDTA dan PGSM. "Pemko Dumai setiap tahunnya memberikan bantuan honor guru TPQ, DTA, pesantren dan madrasah," sebutnya.

Baca Juga:  Bupati Rohil Kembali Lantik Puluhan Pejabat

Selain itu, diharapkan  juga kepada peserta untuk serius mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Karena kegiatan ini mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. "Pelatihan ini sangat penting untuk memperbaiki admistrasi data yang ada," sebutnya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Syawir Kasim mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah guru-guru  yang mengajar di TPQ, DTA, pesantren dan madrasah yang  berumur 20 sampai 45 tahun.

Hal itu, karena pembelajaran yang terkait dengan administrasi dan data serta aplikasi data emis yang dibuat oleh Kementrian Agama. Sesuai dengan usia produktif dengan kondisi millennial saat ini.

"Pelatihan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Dari undangan yang kami sampaikan adalah sebanyak 90 orang," sebutnya.

Baca Juga:  Kunjungan Wisman Diprediksi Turun, Erick Minta Garuda Cari Pasar Baru

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini, harapannya kedepan semua pihak serius dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan dan mengelola lembaga dan pendidikan agama. Baik di madrasah, pesantren dan masjid atau musola. (hsb)

DUMAI (RIAUPOS.CO) —  Puluhan guru dari  forum komunikasi taman pendidikan Al Quran (FKTPQ), Forum Komunikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) dan Pendidikan Guru Sekolah Menengah (PGSM) mengikuti pelatihan manajemen administrasi dan data. Giat ini diselenggarakan Pemerintah kota (Pemko) Dumai   melalui bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Dumai.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I, Hamdan Kamal, Senin (2/11). Berlangsung hingga Selasa (3/11) di salah satu hotel di Kota Dumai. "Kegiatan ini bertujuan agar permasalahan data guru TPQ, DTA, pesantren dan madrasah tidak lagi terjadi kesalahan data," terangnya.

Ia berharap, ke depan, para peserta dapat merapikan administrasi menjadi lebih baik lagi. Karena memproses pencairan honor atau gaji guru TPQ, DTA dan madrasah berdasarkan data yang diberikan oleh FKTPQ, FKDTA dan PGSM. "Pemko Dumai setiap tahunnya memberikan bantuan honor guru TPQ, DTA, pesantren dan madrasah," sebutnya.

Baca Juga:  THR Tidak Boleh Dicicil, Ini Penjelasan Dirjen PHI-Jamsos Kemenaker

Selain itu, diharapkan  juga kepada peserta untuk serius mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Karena kegiatan ini mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. "Pelatihan ini sangat penting untuk memperbaiki admistrasi data yang ada," sebutnya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Syawir Kasim mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah guru-guru  yang mengajar di TPQ, DTA, pesantren dan madrasah yang  berumur 20 sampai 45 tahun.

- Advertisement -

Hal itu, karena pembelajaran yang terkait dengan administrasi dan data serta aplikasi data emis yang dibuat oleh Kementrian Agama. Sesuai dengan usia produktif dengan kondisi millennial saat ini.

"Pelatihan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Dari undangan yang kami sampaikan adalah sebanyak 90 orang," sebutnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Junta Militer Myanmar Janji Lebih Kooperatif dengan ASEAN

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini, harapannya kedepan semua pihak serius dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan dan mengelola lembaga dan pendidikan agama. Baik di madrasah, pesantren dan masjid atau musola. (hsb)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DUMAI (RIAUPOS.CO) —  Puluhan guru dari  forum komunikasi taman pendidikan Al Quran (FKTPQ), Forum Komunikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) dan Pendidikan Guru Sekolah Menengah (PGSM) mengikuti pelatihan manajemen administrasi dan data. Giat ini diselenggarakan Pemerintah kota (Pemko) Dumai   melalui bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Dumai.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I, Hamdan Kamal, Senin (2/11). Berlangsung hingga Selasa (3/11) di salah satu hotel di Kota Dumai. "Kegiatan ini bertujuan agar permasalahan data guru TPQ, DTA, pesantren dan madrasah tidak lagi terjadi kesalahan data," terangnya.

Ia berharap, ke depan, para peserta dapat merapikan administrasi menjadi lebih baik lagi. Karena memproses pencairan honor atau gaji guru TPQ, DTA dan madrasah berdasarkan data yang diberikan oleh FKTPQ, FKDTA dan PGSM. "Pemko Dumai setiap tahunnya memberikan bantuan honor guru TPQ, DTA, pesantren dan madrasah," sebutnya.

Baca Juga:  Free Guy, Pemberontakan Karakter Non Pemain

Selain itu, diharapkan  juga kepada peserta untuk serius mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Karena kegiatan ini mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. "Pelatihan ini sangat penting untuk memperbaiki admistrasi data yang ada," sebutnya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Syawir Kasim mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah guru-guru  yang mengajar di TPQ, DTA, pesantren dan madrasah yang  berumur 20 sampai 45 tahun.

Hal itu, karena pembelajaran yang terkait dengan administrasi dan data serta aplikasi data emis yang dibuat oleh Kementrian Agama. Sesuai dengan usia produktif dengan kondisi millennial saat ini.

"Pelatihan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Dari undangan yang kami sampaikan adalah sebanyak 90 orang," sebutnya.

Baca Juga:  Bentuk FKP, DPMTPSP Rohil Libatkan Jurnalis dan Akademisi

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini, harapannya kedepan semua pihak serius dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan dan mengelola lembaga dan pendidikan agama. Baik di madrasah, pesantren dan masjid atau musola. (hsb)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari