Minggu, 30 November 2025
spot_img

10 Tewas dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Universitas Negeri di Kabul

KABUL (RIAUPOS.CO) – Aksi penyerangan kelompok bersenjata di sebuah kampus negeri di Kabul telah berakhir. Pejabat melaporkan lebih dari 10 orang tewas serta puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden bersenjata itu.

Seorang saksi mata menuturkan, beberapa pria bersenjata masuk ke lingkungan kampus Kabul University, Afghanistan, Senin (2/11/2020) siang waktu setempat. Mereka kemudian melepaskan tembakan menargetkan para mahasiswa.

Situasi mencekam menyelimuti kampus saat puluhan mahasiswa berlarian menyelamatkan diri diiringi suara ledakan.

"Mereka menembaki setiap mahasiswa yang mereka lihat," ujar Fathullah Moradi, mahasiswa yang selamat dalam insiden itu, kepada Reuters.

Pemerintah Afghanistan kemudian mengerahkan militer dan polisi antihuru-hara untuk melakukan operasi penumpasan. Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan, penyerang berhasil dilumpuhkan.

Baca Juga:  Rapid Test Jangan Sampai Ciptakan Kerumunan

Tariq menyebut ada 10 orang tewas serta puluhan lainnya mengalami luka-luka, tanpa merinci identitas korban.

"Setidaknya 10 orang tewas serta banyak lainnya mengalami luka-luka," ujarnya.

Insiden penyerangan bersenjata di Kabul University terjadi sepekan setelah insiden ledakan di Pusat Pendidikan Kabul pada 25 Oktober lalu yang menyebabkan 24 orang meninggal dunia, kebanyakan adalah para pelajar.

"Ini merupakan serangan kedua di institusi pendidikan di  Kabul dalam 10 hari terakhir. Anak-anak dan pemuda Afghanistan harusnya mendapat rasa aman pergi ke sekolah," kata perwakilan NATO di Afghanistan, Stefano Pontecorvo.

Militer Afghanistan belum bisa memastikan identitas pelaku. Sementara itu, milisi Taliban menyangkal keterlibatan pejuang mereka dalam serangan itu.

Baca Juga:  Nikahi Kesha Ratuliu, Penghulu Pesan Ini ke Adhi Permana

Kekerasan melanda Afghanistan di saat pemerintah dan negosiator Taliban bertemu di Qatar menggelar pembicaraan damai yang memungkinkan Amerika Serikat membawa pulang pasukannya dan mengakhiri perang berkepanjangan.

Sumber: Reuters/News/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

KABUL (RIAUPOS.CO) – Aksi penyerangan kelompok bersenjata di sebuah kampus negeri di Kabul telah berakhir. Pejabat melaporkan lebih dari 10 orang tewas serta puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden bersenjata itu.

Seorang saksi mata menuturkan, beberapa pria bersenjata masuk ke lingkungan kampus Kabul University, Afghanistan, Senin (2/11/2020) siang waktu setempat. Mereka kemudian melepaskan tembakan menargetkan para mahasiswa.

Situasi mencekam menyelimuti kampus saat puluhan mahasiswa berlarian menyelamatkan diri diiringi suara ledakan.

"Mereka menembaki setiap mahasiswa yang mereka lihat," ujar Fathullah Moradi, mahasiswa yang selamat dalam insiden itu, kepada Reuters.

Pemerintah Afghanistan kemudian mengerahkan militer dan polisi antihuru-hara untuk melakukan operasi penumpasan. Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan, penyerang berhasil dilumpuhkan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kajari Rohil: Tonggak Awal dalam Mewujudkan Reformasi Birokrasi

Tariq menyebut ada 10 orang tewas serta puluhan lainnya mengalami luka-luka, tanpa merinci identitas korban.

"Setidaknya 10 orang tewas serta banyak lainnya mengalami luka-luka," ujarnya.

- Advertisement -

Insiden penyerangan bersenjata di Kabul University terjadi sepekan setelah insiden ledakan di Pusat Pendidikan Kabul pada 25 Oktober lalu yang menyebabkan 24 orang meninggal dunia, kebanyakan adalah para pelajar.

"Ini merupakan serangan kedua di institusi pendidikan di  Kabul dalam 10 hari terakhir. Anak-anak dan pemuda Afghanistan harusnya mendapat rasa aman pergi ke sekolah," kata perwakilan NATO di Afghanistan, Stefano Pontecorvo.

Militer Afghanistan belum bisa memastikan identitas pelaku. Sementara itu, milisi Taliban menyangkal keterlibatan pejuang mereka dalam serangan itu.

Baca Juga:  Kepala Daerah Dilarang Lakukan Mutasi Pejabat

Kekerasan melanda Afghanistan di saat pemerintah dan negosiator Taliban bertemu di Qatar menggelar pembicaraan damai yang memungkinkan Amerika Serikat membawa pulang pasukannya dan mengakhiri perang berkepanjangan.

Sumber: Reuters/News/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KABUL (RIAUPOS.CO) – Aksi penyerangan kelompok bersenjata di sebuah kampus negeri di Kabul telah berakhir. Pejabat melaporkan lebih dari 10 orang tewas serta puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden bersenjata itu.

Seorang saksi mata menuturkan, beberapa pria bersenjata masuk ke lingkungan kampus Kabul University, Afghanistan, Senin (2/11/2020) siang waktu setempat. Mereka kemudian melepaskan tembakan menargetkan para mahasiswa.

Situasi mencekam menyelimuti kampus saat puluhan mahasiswa berlarian menyelamatkan diri diiringi suara ledakan.

"Mereka menembaki setiap mahasiswa yang mereka lihat," ujar Fathullah Moradi, mahasiswa yang selamat dalam insiden itu, kepada Reuters.

Pemerintah Afghanistan kemudian mengerahkan militer dan polisi antihuru-hara untuk melakukan operasi penumpasan. Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan, penyerang berhasil dilumpuhkan.

Baca Juga:  Bakar Lahan, Warga Bangkinang Ditangkap Polisi

Tariq menyebut ada 10 orang tewas serta puluhan lainnya mengalami luka-luka, tanpa merinci identitas korban.

"Setidaknya 10 orang tewas serta banyak lainnya mengalami luka-luka," ujarnya.

Insiden penyerangan bersenjata di Kabul University terjadi sepekan setelah insiden ledakan di Pusat Pendidikan Kabul pada 25 Oktober lalu yang menyebabkan 24 orang meninggal dunia, kebanyakan adalah para pelajar.

"Ini merupakan serangan kedua di institusi pendidikan di  Kabul dalam 10 hari terakhir. Anak-anak dan pemuda Afghanistan harusnya mendapat rasa aman pergi ke sekolah," kata perwakilan NATO di Afghanistan, Stefano Pontecorvo.

Militer Afghanistan belum bisa memastikan identitas pelaku. Sementara itu, milisi Taliban menyangkal keterlibatan pejuang mereka dalam serangan itu.

Baca Juga:  Lestarikan Tradisi Pantun, PHI88 dan HI FISIP Unri Kejar Gelar MURI

Kekerasan melanda Afghanistan di saat pemerintah dan negosiator Taliban bertemu di Qatar menggelar pembicaraan damai yang memungkinkan Amerika Serikat membawa pulang pasukannya dan mengakhiri perang berkepanjangan.

Sumber: Reuters/News/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari