Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Doni Beberkan Sejumlah Kendala Pemerintah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapai untuk menangani virus yang sudah memakan ribuan korban jiwa itu.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, kendala yang saat ini dihadapi adalah pemerintah belum memiliki alat tes corona secara masal.

"Kelemahan kita tidak memiliki alat untuk memeriksa secara cepat dalam skala besar. Tapi kami mencoba mendatangkan rapid test dari sejumlah negara," ujar Doni dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (2/4).

Kendala lainnya adalah, dari 44 laboratorium yang dimiliki pemerintah hanya ada 13 yang bisa digunakan. Sehingga pemerintah harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas yang ada saat ini.

Baca Juga:  Sukarmis Diperiksa Kejari Kuansing

"Dari 44 laboratorium Kemenkes yang tersebar, peralatan dan perlengkapannya belum memadai, sehingga yang efektif baru 13 laboratorium," katanya.

Namun demikian pemerintah akan berusaha mendatangkan alat pengetes virus corona tersebut skala besar. Sehingga bisa melakukan tes secara massal.

"Jadi kami akan datangkan dari sejumlah negara sebanyak mungkin agar tes bisa dilakukan di Jawa maupun di luar Pulau Jawa," ungkapnya.

Adapun sampai dengan Kamis (2/4) ini, sebanyak 1.790 orang dinyatakan positif corona. Kemudian meninggal dunia sebanyak 170 orang. Sementara yang sembuh sebanyak 112 orang.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapai untuk menangani virus yang sudah memakan ribuan korban jiwa itu.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, kendala yang saat ini dihadapi adalah pemerintah belum memiliki alat tes corona secara masal.

"Kelemahan kita tidak memiliki alat untuk memeriksa secara cepat dalam skala besar. Tapi kami mencoba mendatangkan rapid test dari sejumlah negara," ujar Doni dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (2/4).

Kendala lainnya adalah, dari 44 laboratorium yang dimiliki pemerintah hanya ada 13 yang bisa digunakan. Sehingga pemerintah harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas yang ada saat ini.

Baca Juga:  KPK Ringkus Makelar Suap Eks Bupati Labuhanbatu

"Dari 44 laboratorium Kemenkes yang tersebar, peralatan dan perlengkapannya belum memadai, sehingga yang efektif baru 13 laboratorium," katanya.

Namun demikian pemerintah akan berusaha mendatangkan alat pengetes virus corona tersebut skala besar. Sehingga bisa melakukan tes secara massal.

"Jadi kami akan datangkan dari sejumlah negara sebanyak mungkin agar tes bisa dilakukan di Jawa maupun di luar Pulau Jawa," ungkapnya.

Adapun sampai dengan Kamis (2/4) ini, sebanyak 1.790 orang dinyatakan positif corona. Kemudian meninggal dunia sebanyak 170 orang. Sementara yang sembuh sebanyak 112 orang.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Doni Beberkan Sejumlah Kendala Pemerintah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapai untuk menangani virus yang sudah memakan ribuan korban jiwa itu.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, kendala yang saat ini dihadapi adalah pemerintah belum memiliki alat tes corona secara masal.

"Kelemahan kita tidak memiliki alat untuk memeriksa secara cepat dalam skala besar. Tapi kami mencoba mendatangkan rapid test dari sejumlah negara," ujar Doni dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (2/4).

Kendala lainnya adalah, dari 44 laboratorium yang dimiliki pemerintah hanya ada 13 yang bisa digunakan. Sehingga pemerintah harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas yang ada saat ini.

Baca Juga:  Pentingnya Branding Merek untuk UMKM, Ini Pesan Mahasiswa S3 Hukum UIR

"Dari 44 laboratorium Kemenkes yang tersebar, peralatan dan perlengkapannya belum memadai, sehingga yang efektif baru 13 laboratorium," katanya.

Namun demikian pemerintah akan berusaha mendatangkan alat pengetes virus corona tersebut skala besar. Sehingga bisa melakukan tes secara massal.

"Jadi kami akan datangkan dari sejumlah negara sebanyak mungkin agar tes bisa dilakukan di Jawa maupun di luar Pulau Jawa," ungkapnya.

Adapun sampai dengan Kamis (2/4) ini, sebanyak 1.790 orang dinyatakan positif corona. Kemudian meninggal dunia sebanyak 170 orang. Sementara yang sembuh sebanyak 112 orang.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapai untuk menangani virus yang sudah memakan ribuan korban jiwa itu.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, kendala yang saat ini dihadapi adalah pemerintah belum memiliki alat tes corona secara masal.

"Kelemahan kita tidak memiliki alat untuk memeriksa secara cepat dalam skala besar. Tapi kami mencoba mendatangkan rapid test dari sejumlah negara," ujar Doni dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (2/4).

Kendala lainnya adalah, dari 44 laboratorium yang dimiliki pemerintah hanya ada 13 yang bisa digunakan. Sehingga pemerintah harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas yang ada saat ini.

Baca Juga:  Diduga Halangi Penanganan Corona, Pemimpin Gereja Ditangkap

"Dari 44 laboratorium Kemenkes yang tersebar, peralatan dan perlengkapannya belum memadai, sehingga yang efektif baru 13 laboratorium," katanya.

Namun demikian pemerintah akan berusaha mendatangkan alat pengetes virus corona tersebut skala besar. Sehingga bisa melakukan tes secara massal.

"Jadi kami akan datangkan dari sejumlah negara sebanyak mungkin agar tes bisa dilakukan di Jawa maupun di luar Pulau Jawa," ungkapnya.

Adapun sampai dengan Kamis (2/4) ini, sebanyak 1.790 orang dinyatakan positif corona. Kemudian meninggal dunia sebanyak 170 orang. Sementara yang sembuh sebanyak 112 orang.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari