Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Berupaya Memahami Umat Islam, tapi Macron Kukuh soal Kebebasan Berekspresi

PARIS (RIAUPOS.CO) – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berupaya menurunkan ketegangan dengan negara-negara Islam terkait penerbitan kartun Nabi Muhammad. Dia mengatakan berusaha menenangkan suasana dan memahami umat muslim. Sayangnya, dia tetap kukuh soal kebebasan berekspresi.

Macron sempat jadi sasaran kritik dan kecaman menyusul ucapannya yang menyebut insiden pembunuhan Samuel Paty –seorang guru yang membahas kartun Nabi Muhammad di kelas kebebasan berekspresi– sebagai aksi teror Islam.

Orang nomor satu Prancis juga menegaskan komitmennya menjaga ideologi sekuler, termasuk di dalamnya menjamin kebebasan berekspresi. Langkah yang dianggap mendukung penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Pemimpin negara-negara Islam beramai-ramai mengecam pernyataan Macron yang dianggap berusaha menguatkan label Islam sebagai agama teroris.

Baca Juga:  Tertangkap Virus

Tampil dalam wawancara di stasiun televisi Arab, Aljazeera, Sabtu (31/10/202) waktu setempat, Macron berusaha meredakan ketegangan dengan muslim dunia. Dia menyebut dirinya dihadapkan situasi sulit, antara pemberantasan terorisme serta menjamin kebebasan berekspresi sesuai undang-undang.

"Saya bisa mengerti bahwa orang bisa terkejut dengan karikatur Nabi Muhammad, tapi saya tidak pernah bisa menerima kekerasan," kata Macron dikutip dari AFP, Ahad (1/11/2020).

"Saya memahami perasaan yang timbul, saya menghormati mereka (umat Islam, red). Tetapi saya ingin Anda memahami peran yang saya miliki. Peran saya adalah menenangkan segalanya, seperti yang saya lakukan di sini, pada saat yang sama adalah melindungi hak-hak ini," lanjutnya.

Baca Juga:  Ojol

Lebih lanjut, Macron kembali menegaskan sikapnya melindungi hak kebebasan warga negara Prancis dalam menyuarakan pendapat serta kebebasan berekspresi.

"Saya akan selalu membela di negara saya kebebasan untuk berbicara, menulis, berpikir, menggambar," ujarnya.

Pascainsiden pembunuhan Samuel Paty, Prancis dihantui serangkaian aksi teror yang memakan korban jiwa. Kamis (29/10/2020), tiga orang jemaat dibunuh di gereja Basilica Notre-Dame menggunakan pisau. Pelaku penusukkan berhasil dilumpuhkan polisi.

Terbaru, seorang pendeta jadi korban luka ditembak dari jarak dekat oleh seorang pria di depan Gereja Ortodoks Yunani di Kota Lyon, Sabtu (31/10/2020) waktu setempat.

Sumber: Aljazeera/News/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

PARIS (RIAUPOS.CO) – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berupaya menurunkan ketegangan dengan negara-negara Islam terkait penerbitan kartun Nabi Muhammad. Dia mengatakan berusaha menenangkan suasana dan memahami umat muslim. Sayangnya, dia tetap kukuh soal kebebasan berekspresi.

Macron sempat jadi sasaran kritik dan kecaman menyusul ucapannya yang menyebut insiden pembunuhan Samuel Paty –seorang guru yang membahas kartun Nabi Muhammad di kelas kebebasan berekspresi– sebagai aksi teror Islam.

Orang nomor satu Prancis juga menegaskan komitmennya menjaga ideologi sekuler, termasuk di dalamnya menjamin kebebasan berekspresi. Langkah yang dianggap mendukung penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Pemimpin negara-negara Islam beramai-ramai mengecam pernyataan Macron yang dianggap berusaha menguatkan label Islam sebagai agama teroris.

Baca Juga:  Penyidik KLHK Segel TPS Ilegal di Bogor

Tampil dalam wawancara di stasiun televisi Arab, Aljazeera, Sabtu (31/10/202) waktu setempat, Macron berusaha meredakan ketegangan dengan muslim dunia. Dia menyebut dirinya dihadapkan situasi sulit, antara pemberantasan terorisme serta menjamin kebebasan berekspresi sesuai undang-undang.

- Advertisement -

"Saya bisa mengerti bahwa orang bisa terkejut dengan karikatur Nabi Muhammad, tapi saya tidak pernah bisa menerima kekerasan," kata Macron dikutip dari AFP, Ahad (1/11/2020).

"Saya memahami perasaan yang timbul, saya menghormati mereka (umat Islam, red). Tetapi saya ingin Anda memahami peran yang saya miliki. Peran saya adalah menenangkan segalanya, seperti yang saya lakukan di sini, pada saat yang sama adalah melindungi hak-hak ini," lanjutnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Fenomena Langka, Ada Komet dari Tata Surya Lain Melintas Dekat Bumi

Lebih lanjut, Macron kembali menegaskan sikapnya melindungi hak kebebasan warga negara Prancis dalam menyuarakan pendapat serta kebebasan berekspresi.

"Saya akan selalu membela di negara saya kebebasan untuk berbicara, menulis, berpikir, menggambar," ujarnya.

Pascainsiden pembunuhan Samuel Paty, Prancis dihantui serangkaian aksi teror yang memakan korban jiwa. Kamis (29/10/2020), tiga orang jemaat dibunuh di gereja Basilica Notre-Dame menggunakan pisau. Pelaku penusukkan berhasil dilumpuhkan polisi.

Terbaru, seorang pendeta jadi korban luka ditembak dari jarak dekat oleh seorang pria di depan Gereja Ortodoks Yunani di Kota Lyon, Sabtu (31/10/2020) waktu setempat.

Sumber: Aljazeera/News/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PARIS (RIAUPOS.CO) – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berupaya menurunkan ketegangan dengan negara-negara Islam terkait penerbitan kartun Nabi Muhammad. Dia mengatakan berusaha menenangkan suasana dan memahami umat muslim. Sayangnya, dia tetap kukuh soal kebebasan berekspresi.

Macron sempat jadi sasaran kritik dan kecaman menyusul ucapannya yang menyebut insiden pembunuhan Samuel Paty –seorang guru yang membahas kartun Nabi Muhammad di kelas kebebasan berekspresi– sebagai aksi teror Islam.

Orang nomor satu Prancis juga menegaskan komitmennya menjaga ideologi sekuler, termasuk di dalamnya menjamin kebebasan berekspresi. Langkah yang dianggap mendukung penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Pemimpin negara-negara Islam beramai-ramai mengecam pernyataan Macron yang dianggap berusaha menguatkan label Islam sebagai agama teroris.

Baca Juga:  Perlu Waktu Membentuk Imunitas

Tampil dalam wawancara di stasiun televisi Arab, Aljazeera, Sabtu (31/10/202) waktu setempat, Macron berusaha meredakan ketegangan dengan muslim dunia. Dia menyebut dirinya dihadapkan situasi sulit, antara pemberantasan terorisme serta menjamin kebebasan berekspresi sesuai undang-undang.

"Saya bisa mengerti bahwa orang bisa terkejut dengan karikatur Nabi Muhammad, tapi saya tidak pernah bisa menerima kekerasan," kata Macron dikutip dari AFP, Ahad (1/11/2020).

"Saya memahami perasaan yang timbul, saya menghormati mereka (umat Islam, red). Tetapi saya ingin Anda memahami peran yang saya miliki. Peran saya adalah menenangkan segalanya, seperti yang saya lakukan di sini, pada saat yang sama adalah melindungi hak-hak ini," lanjutnya.

Baca Juga:  Fenomena Langka, Ada Komet dari Tata Surya Lain Melintas Dekat Bumi

Lebih lanjut, Macron kembali menegaskan sikapnya melindungi hak kebebasan warga negara Prancis dalam menyuarakan pendapat serta kebebasan berekspresi.

"Saya akan selalu membela di negara saya kebebasan untuk berbicara, menulis, berpikir, menggambar," ujarnya.

Pascainsiden pembunuhan Samuel Paty, Prancis dihantui serangkaian aksi teror yang memakan korban jiwa. Kamis (29/10/2020), tiga orang jemaat dibunuh di gereja Basilica Notre-Dame menggunakan pisau. Pelaku penusukkan berhasil dilumpuhkan polisi.

Terbaru, seorang pendeta jadi korban luka ditembak dari jarak dekat oleh seorang pria di depan Gereja Ortodoks Yunani di Kota Lyon, Sabtu (31/10/2020) waktu setempat.

Sumber: Aljazeera/News/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari