Rabu, 2 April 2025
spot_img

Normalisasi Sungai Sail Belum Juga Berjalan 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sungai Sail saat ini jadi salah satu sungai yang diprioritaskan untuk normalisasi agar potensi banjir disekitarnya berkurang. Namun rencana normalisasi ini sampai saat ini belum berjalan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Badan Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) masih melakukan persiapan operasional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Kamis (27/5) mengatakan, saat persiapan berada pada  dalam persiapan penurunan alat berat ke bantaran sungai. "Kami juga selesaikan dulu masalah yang ada di bantaran sungai. Ada pembongkaran pada lahan masyarakat," kata dia.

Menurutnya, salah satu masalah adalah banyaknya lahan dan bangunan masyarakat yang terdampak normalisasi. Lahan yang berada di bantaran sungai akan dibongkar guna normalisasi sungai. 

Baca Juga:  Tindak Tegas Sekolah yang Abaikan Prokes

Ia menyebut, selain bangunan lahan ini berisi ladang masyarakat. PUPR melakukan sosialisasi agar lahan tersebut segera dikosongkan. "Sekarang proses penyusunan MoU dengan BWSS. Kami lihat lagi titiknya. Kalau memang harus dibongkar (bangunan,red) ya kami bongkar," jelasnya. 

Ada tiga titik penyempitan pada aliran Sungai Sail. Titik ini berada di kawasan Perumahan Jondul dan Kuantan Regency. Di sana juga berdiri bangunan masyarakat. 

Lokasi bangunan ini terancam dibongkar pemerintah kota. Lahan ini harus segera dikosongkan. Warga yang terdampak, rencananya akan diberi sagu hati agar mereka dapat pindah dari bantaran sungai. "Tentu kami juga sosialisasi ini. Kami ingatkan mereka agar bisa pindah dari sana," singkatnya.(ali)
 

Baca Juga:  Tanggung Jawab sebagai Pemimpin Berat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sungai Sail saat ini jadi salah satu sungai yang diprioritaskan untuk normalisasi agar potensi banjir disekitarnya berkurang. Namun rencana normalisasi ini sampai saat ini belum berjalan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Badan Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) masih melakukan persiapan operasional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Kamis (27/5) mengatakan, saat persiapan berada pada  dalam persiapan penurunan alat berat ke bantaran sungai. "Kami juga selesaikan dulu masalah yang ada di bantaran sungai. Ada pembongkaran pada lahan masyarakat," kata dia.

Menurutnya, salah satu masalah adalah banyaknya lahan dan bangunan masyarakat yang terdampak normalisasi. Lahan yang berada di bantaran sungai akan dibongkar guna normalisasi sungai. 

Baca Juga:  Al Izhar School Hadirkan Syekh dari Palestina

Ia menyebut, selain bangunan lahan ini berisi ladang masyarakat. PUPR melakukan sosialisasi agar lahan tersebut segera dikosongkan. "Sekarang proses penyusunan MoU dengan BWSS. Kami lihat lagi titiknya. Kalau memang harus dibongkar (bangunan,red) ya kami bongkar," jelasnya. 

Ada tiga titik penyempitan pada aliran Sungai Sail. Titik ini berada di kawasan Perumahan Jondul dan Kuantan Regency. Di sana juga berdiri bangunan masyarakat. 

Lokasi bangunan ini terancam dibongkar pemerintah kota. Lahan ini harus segera dikosongkan. Warga yang terdampak, rencananya akan diberi sagu hati agar mereka dapat pindah dari bantaran sungai. "Tentu kami juga sosialisasi ini. Kami ingatkan mereka agar bisa pindah dari sana," singkatnya.(ali)
 

Baca Juga:  Tanggung Jawab sebagai Pemimpin Berat
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Normalisasi Sungai Sail Belum Juga Berjalan 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sungai Sail saat ini jadi salah satu sungai yang diprioritaskan untuk normalisasi agar potensi banjir disekitarnya berkurang. Namun rencana normalisasi ini sampai saat ini belum berjalan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Badan Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) masih melakukan persiapan operasional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Kamis (27/5) mengatakan, saat persiapan berada pada  dalam persiapan penurunan alat berat ke bantaran sungai. "Kami juga selesaikan dulu masalah yang ada di bantaran sungai. Ada pembongkaran pada lahan masyarakat," kata dia.

Menurutnya, salah satu masalah adalah banyaknya lahan dan bangunan masyarakat yang terdampak normalisasi. Lahan yang berada di bantaran sungai akan dibongkar guna normalisasi sungai. 

Baca Juga:  Tindak Tegas Sekolah yang Abaikan Prokes

Ia menyebut, selain bangunan lahan ini berisi ladang masyarakat. PUPR melakukan sosialisasi agar lahan tersebut segera dikosongkan. "Sekarang proses penyusunan MoU dengan BWSS. Kami lihat lagi titiknya. Kalau memang harus dibongkar (bangunan,red) ya kami bongkar," jelasnya. 

Ada tiga titik penyempitan pada aliran Sungai Sail. Titik ini berada di kawasan Perumahan Jondul dan Kuantan Regency. Di sana juga berdiri bangunan masyarakat. 

Lokasi bangunan ini terancam dibongkar pemerintah kota. Lahan ini harus segera dikosongkan. Warga yang terdampak, rencananya akan diberi sagu hati agar mereka dapat pindah dari bantaran sungai. "Tentu kami juga sosialisasi ini. Kami ingatkan mereka agar bisa pindah dari sana," singkatnya.(ali)
 

Baca Juga:  Tiga Tahun tanpa Ogoh-Ogoh

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sungai Sail saat ini jadi salah satu sungai yang diprioritaskan untuk normalisasi agar potensi banjir disekitarnya berkurang. Namun rencana normalisasi ini sampai saat ini belum berjalan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Badan Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) masih melakukan persiapan operasional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Kamis (27/5) mengatakan, saat persiapan berada pada  dalam persiapan penurunan alat berat ke bantaran sungai. "Kami juga selesaikan dulu masalah yang ada di bantaran sungai. Ada pembongkaran pada lahan masyarakat," kata dia.

Menurutnya, salah satu masalah adalah banyaknya lahan dan bangunan masyarakat yang terdampak normalisasi. Lahan yang berada di bantaran sungai akan dibongkar guna normalisasi sungai. 

Baca Juga:  Dance SMA Darma Yudha Tampil Memukau

Ia menyebut, selain bangunan lahan ini berisi ladang masyarakat. PUPR melakukan sosialisasi agar lahan tersebut segera dikosongkan. "Sekarang proses penyusunan MoU dengan BWSS. Kami lihat lagi titiknya. Kalau memang harus dibongkar (bangunan,red) ya kami bongkar," jelasnya. 

Ada tiga titik penyempitan pada aliran Sungai Sail. Titik ini berada di kawasan Perumahan Jondul dan Kuantan Regency. Di sana juga berdiri bangunan masyarakat. 

Lokasi bangunan ini terancam dibongkar pemerintah kota. Lahan ini harus segera dikosongkan. Warga yang terdampak, rencananya akan diberi sagu hati agar mereka dapat pindah dari bantaran sungai. "Tentu kami juga sosialisasi ini. Kami ingatkan mereka agar bisa pindah dari sana," singkatnya.(ali)
 

Baca Juga:  Tanggung Jawab sebagai Pemimpin Berat
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari