Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Todong Perusahaan Bangun Pasar Terapung

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau Syamsuar mengumpulkan beberapa perwakilan perusahaan di Riau, terutama yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di gedung daerah Riau, Senin (26/8). Pengumpulan pihak perusahaan tersebut untuk diminta bantuannya agar bisa membangun penampungan sementara bagi pedagang di Pasar Terapung, yang kiosnya terbakar beberapa waktu lalu.

“Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita para pedagang yang kehilangan kios di Inhil. Terutama para perusahaan yang berdomisili di Inhil,” katanya.

Sebagai langkah awal, lanjut Syamuar, rencananya akan dibangun tempat penampungan sementara bagi para pedagang dengan total dana mencapai Rp9miliar lebih. Sedangkan untuk rencana pembangunan pasar secara permanen, hingga saat ini masih dilakukan kajian.“Sudah ada beberapa pihak yang ingin memberi bantuan, karena saat kunjungan saya ke pasar terapung itu para pedagang sudah mengeluh tidak bisa lagi berdagang. Secara pribadi saya juga memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta,” sebut Gubri.

Baca Juga:  Pembahasan LKPj 2023 di Pansus Berjalan Alot

Usai memberi sambutan, Gubernur kemudian memanggil satu persatu pihak perusahaan yang datang pada kegiatan tersebut. Gubri langsung bertanya berapa bantuan yang diberikan perusahaan. Dari beberapa yang dipanggil, rata-rata belum bisa memberikan jawaban berapa bantuan yang akan diberikan.

Seperti PT Pulau Sambu, PT Indah Kiat, PT First Resource, BUMN Bank Mandiri, Bank BRI dan beberapa perusahaan lainnya. Yang sudah pasti akan memberi bantuan dalam kesempatan tersebut yakni BAZnas Riau sebesar Rp500juta, PT RAPP Rp500juta, Bank Riau Kepri Rp500juta, PT SPR Rp100juta dan Pemerintah kabupaten Inhil Rp1,3miliar.

Sebelumnya, pasca kebakaran ratusan kios di pasar Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Gubernur Riau Syamsuar mengaku akan meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk dapat membangun kembali pasar tersebut.

Baca Juga:  Pria Hina Alquran Viral di TikTok Ditangkap

“ Dari laporan yang saya terima, ada lebih dari 500 kios pedagang yang terbakar Kamis (22/8) dini hari kemarin,” kata Syamsuar.

Usai melakukan peninjauan tersebut, Syamsuar mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Indragiri Hilir perihal langkah kedepannya untuk bisa membantu para pedagang yang kehilangan kios nya tersebut. Salah satunya yakni dengan meminta bantuan pemerintah pusat.

“Saya sudah sampaikan kepada Bupati Inhil HM Wardan bahwa salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi Riau, yakni akan meminta bantuan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Karena program membantu pasar ada di pemerintah pusat,” sebutnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau Syamsuar mengumpulkan beberapa perwakilan perusahaan di Riau, terutama yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di gedung daerah Riau, Senin (26/8). Pengumpulan pihak perusahaan tersebut untuk diminta bantuannya agar bisa membangun penampungan sementara bagi pedagang di Pasar Terapung, yang kiosnya terbakar beberapa waktu lalu.

“Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita para pedagang yang kehilangan kios di Inhil. Terutama para perusahaan yang berdomisili di Inhil,” katanya.

Sebagai langkah awal, lanjut Syamuar, rencananya akan dibangun tempat penampungan sementara bagi para pedagang dengan total dana mencapai Rp9miliar lebih. Sedangkan untuk rencana pembangunan pasar secara permanen, hingga saat ini masih dilakukan kajian.“Sudah ada beberapa pihak yang ingin memberi bantuan, karena saat kunjungan saya ke pasar terapung itu para pedagang sudah mengeluh tidak bisa lagi berdagang. Secara pribadi saya juga memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta,” sebut Gubri.

Baca Juga:  Baru Buka, Izin Terancam Dicabut Lagi

Usai memberi sambutan, Gubernur kemudian memanggil satu persatu pihak perusahaan yang datang pada kegiatan tersebut. Gubri langsung bertanya berapa bantuan yang diberikan perusahaan. Dari beberapa yang dipanggil, rata-rata belum bisa memberikan jawaban berapa bantuan yang akan diberikan.

Seperti PT Pulau Sambu, PT Indah Kiat, PT First Resource, BUMN Bank Mandiri, Bank BRI dan beberapa perusahaan lainnya. Yang sudah pasti akan memberi bantuan dalam kesempatan tersebut yakni BAZnas Riau sebesar Rp500juta, PT RAPP Rp500juta, Bank Riau Kepri Rp500juta, PT SPR Rp100juta dan Pemerintah kabupaten Inhil Rp1,3miliar.

- Advertisement -

Sebelumnya, pasca kebakaran ratusan kios di pasar Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Gubernur Riau Syamsuar mengaku akan meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk dapat membangun kembali pasar tersebut.

Baca Juga:  Kerusakan Jalan KH Ahmad Dahlan Belum Diperbaiki

“ Dari laporan yang saya terima, ada lebih dari 500 kios pedagang yang terbakar Kamis (22/8) dini hari kemarin,” kata Syamsuar.

- Advertisement -

Usai melakukan peninjauan tersebut, Syamsuar mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Indragiri Hilir perihal langkah kedepannya untuk bisa membantu para pedagang yang kehilangan kios nya tersebut. Salah satunya yakni dengan meminta bantuan pemerintah pusat.

“Saya sudah sampaikan kepada Bupati Inhil HM Wardan bahwa salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi Riau, yakni akan meminta bantuan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Karena program membantu pasar ada di pemerintah pusat,” sebutnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gubernur Riau Syamsuar mengumpulkan beberapa perwakilan perusahaan di Riau, terutama yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di gedung daerah Riau, Senin (26/8). Pengumpulan pihak perusahaan tersebut untuk diminta bantuannya agar bisa membangun penampungan sementara bagi pedagang di Pasar Terapung, yang kiosnya terbakar beberapa waktu lalu.

“Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita para pedagang yang kehilangan kios di Inhil. Terutama para perusahaan yang berdomisili di Inhil,” katanya.

Sebagai langkah awal, lanjut Syamuar, rencananya akan dibangun tempat penampungan sementara bagi para pedagang dengan total dana mencapai Rp9miliar lebih. Sedangkan untuk rencana pembangunan pasar secara permanen, hingga saat ini masih dilakukan kajian.“Sudah ada beberapa pihak yang ingin memberi bantuan, karena saat kunjungan saya ke pasar terapung itu para pedagang sudah mengeluh tidak bisa lagi berdagang. Secara pribadi saya juga memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta,” sebut Gubri.

Baca Juga:  Kanwil BPN Provinsi Riau Serahkan 78.000 Sertifikat

Usai memberi sambutan, Gubernur kemudian memanggil satu persatu pihak perusahaan yang datang pada kegiatan tersebut. Gubri langsung bertanya berapa bantuan yang diberikan perusahaan. Dari beberapa yang dipanggil, rata-rata belum bisa memberikan jawaban berapa bantuan yang akan diberikan.

Seperti PT Pulau Sambu, PT Indah Kiat, PT First Resource, BUMN Bank Mandiri, Bank BRI dan beberapa perusahaan lainnya. Yang sudah pasti akan memberi bantuan dalam kesempatan tersebut yakni BAZnas Riau sebesar Rp500juta, PT RAPP Rp500juta, Bank Riau Kepri Rp500juta, PT SPR Rp100juta dan Pemerintah kabupaten Inhil Rp1,3miliar.

Sebelumnya, pasca kebakaran ratusan kios di pasar Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Gubernur Riau Syamsuar mengaku akan meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk dapat membangun kembali pasar tersebut.

Baca Juga:  Baru Buka, Izin Terancam Dicabut Lagi

“ Dari laporan yang saya terima, ada lebih dari 500 kios pedagang yang terbakar Kamis (22/8) dini hari kemarin,” kata Syamsuar.

Usai melakukan peninjauan tersebut, Syamsuar mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Indragiri Hilir perihal langkah kedepannya untuk bisa membantu para pedagang yang kehilangan kios nya tersebut. Salah satunya yakni dengan meminta bantuan pemerintah pusat.

“Saya sudah sampaikan kepada Bupati Inhil HM Wardan bahwa salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi Riau, yakni akan meminta bantuan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Karena program membantu pasar ada di pemerintah pusat,” sebutnya.(sol)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari