PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru mencatatkan peningkatan signifikan jumlah pasien sepanjang tahun 2025, termasuk pada layanan kesehatan krusial seperti cuci darah yang mengalami lonjakan sejak diluncurkan.
Peningkatan tersebut disampaikan Direktur RSD Madani Pekanbaru, dr Adi Darma, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan bahwa layanan cuci darah atau hemodialisis (HD) yang mulai beroperasi sejak November 2025 mendapat respons tinggi dari masyarakat. Hingga awal 2026 ini, seluruh mesin HD yang tersedia telah terpakai secara penuh.
Menurut Darma, tingginya kebutuhan pasien membuat pihak rumah sakit membuka layanan hingga shift sore agar seluruh pasien tetap dapat terlayani dengan baik.
Melihat tingginya angka kunjungan tersebut, RSD Madani berencana menambah jumlah mesin cuci darah pada tahun ini.
Penambahan yang direncanakan sebanyak 20 unit mesin HD, sehingga dalam satu waktu layanan dapat melayani hingga 20 pasien sekaligus.
Langkah tersebut, lanjut Darma, merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Ia menambahkan bahwa penguatan layanan tetap menjadi prioritas utama RSD Madani, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran dan persoalan administrasi.
Namun demikian, Darma optimistis seluruh kendala tersebut dapat diatasi dengan dukungan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru serta Pemerintah Kota Pekanbaru yang terus mengalir. Rencana penambahan mesin HD tersebut juga telah disampaikan kepada pihak terkait. (end)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru mencatatkan peningkatan signifikan jumlah pasien sepanjang tahun 2025, termasuk pada layanan kesehatan krusial seperti cuci darah yang mengalami lonjakan sejak diluncurkan.
Peningkatan tersebut disampaikan Direktur RSD Madani Pekanbaru, dr Adi Darma, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan bahwa layanan cuci darah atau hemodialisis (HD) yang mulai beroperasi sejak November 2025 mendapat respons tinggi dari masyarakat. Hingga awal 2026 ini, seluruh mesin HD yang tersedia telah terpakai secara penuh.
Menurut Darma, tingginya kebutuhan pasien membuat pihak rumah sakit membuka layanan hingga shift sore agar seluruh pasien tetap dapat terlayani dengan baik.
Melihat tingginya angka kunjungan tersebut, RSD Madani berencana menambah jumlah mesin cuci darah pada tahun ini.
Penambahan yang direncanakan sebanyak 20 unit mesin HD, sehingga dalam satu waktu layanan dapat melayani hingga 20 pasien sekaligus.
Langkah tersebut, lanjut Darma, merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Ia menambahkan bahwa penguatan layanan tetap menjadi prioritas utama RSD Madani, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran dan persoalan administrasi.
Namun demikian, Darma optimistis seluruh kendala tersebut dapat diatasi dengan dukungan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru serta Pemerintah Kota Pekanbaru yang terus mengalir. Rencana penambahan mesin HD tersebut juga telah disampaikan kepada pihak terkait. (end)