Sabtu, 5 April 2025
spot_img

BRS Jadi Acuan Stakeholder

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto meminta agar berita resmi statistik (BRS) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mengenai perkembangan ekspor dan impor Provinsi Riau periode Maret 2024 dapat dijadikan salah satu acuan bagi stakeholder dalam menganalisis dan mengambil kebijakan ekonomi daerah.

Menurutnya, dari BPS itulah dapat dilihat bagaimana angka ekspor dan impor, inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani, pariwisata, ketenagakerjaan, hingga kemiskinan di daerah.

“Seyogyanya hal tersebut dapat langsung diketahui pejabat pemerintah daerah, maupun stakeholder terkait untuk langsung ditindak lanjuti. Kita harus dapat menganalisis serta mengambil tindakan dan kebijakan yang sekiranya dapat membantu menjaga angka positif yang dihasilkan BPS,” ujarnya, Senin (22/4).

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Gantung di Kampar Tuntas

SF Hariyanto berharap, data ekspor dan impor yang dirilis BPS tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, kinerja perdagangan, pola arus perdagangan internasional, provinsi dan kabupaten/kota dapat diketahui.

Serta dapat digunakan untuk menganalisa dan meneliti pasar atau kondisi ekonomi, juga untuk penyusunan neraca perdagangan, produk domestik bruto dan produk domestik regional bruto dan inter regional input output.

SF Hariyanto juga mengucapkan apresiasi dan terima kasihnya kepada Bea Cukai Provinsi Riau yang telah menjadi sumber data bagi BPS dalam merumuskan data ekspor dan impor Provinsi Riau sehingga menjadi BRS.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai atas kolaborasinya sebagai penghasil data dan sudah membagikannya dengan BPS,” pungkasnya.(dof)

Baca Juga:  Ajak Seluruh Etnis Bantu Pemerintah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto meminta agar berita resmi statistik (BRS) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mengenai perkembangan ekspor dan impor Provinsi Riau periode Maret 2024 dapat dijadikan salah satu acuan bagi stakeholder dalam menganalisis dan mengambil kebijakan ekonomi daerah.

Menurutnya, dari BPS itulah dapat dilihat bagaimana angka ekspor dan impor, inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani, pariwisata, ketenagakerjaan, hingga kemiskinan di daerah.

“Seyogyanya hal tersebut dapat langsung diketahui pejabat pemerintah daerah, maupun stakeholder terkait untuk langsung ditindak lanjuti. Kita harus dapat menganalisis serta mengambil tindakan dan kebijakan yang sekiranya dapat membantu menjaga angka positif yang dihasilkan BPS,” ujarnya, Senin (22/4).

Baca Juga:  Wako: Nanti Bisa Berurusan dengan Hukum

SF Hariyanto berharap, data ekspor dan impor yang dirilis BPS tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, kinerja perdagangan, pola arus perdagangan internasional, provinsi dan kabupaten/kota dapat diketahui.

Serta dapat digunakan untuk menganalisa dan meneliti pasar atau kondisi ekonomi, juga untuk penyusunan neraca perdagangan, produk domestik bruto dan produk domestik regional bruto dan inter regional input output.

SF Hariyanto juga mengucapkan apresiasi dan terima kasihnya kepada Bea Cukai Provinsi Riau yang telah menjadi sumber data bagi BPS dalam merumuskan data ekspor dan impor Provinsi Riau sehingga menjadi BRS.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai atas kolaborasinya sebagai penghasil data dan sudah membagikannya dengan BPS,” pungkasnya.(dof)

Baca Juga:  Perlu Komitmen Kuat untuk Turunkan Angka Stunting
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

BRS Jadi Acuan Stakeholder

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto meminta agar berita resmi statistik (BRS) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mengenai perkembangan ekspor dan impor Provinsi Riau periode Maret 2024 dapat dijadikan salah satu acuan bagi stakeholder dalam menganalisis dan mengambil kebijakan ekonomi daerah.

Menurutnya, dari BPS itulah dapat dilihat bagaimana angka ekspor dan impor, inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani, pariwisata, ketenagakerjaan, hingga kemiskinan di daerah.

“Seyogyanya hal tersebut dapat langsung diketahui pejabat pemerintah daerah, maupun stakeholder terkait untuk langsung ditindak lanjuti. Kita harus dapat menganalisis serta mengambil tindakan dan kebijakan yang sekiranya dapat membantu menjaga angka positif yang dihasilkan BPS,” ujarnya, Senin (22/4).

Baca Juga:  Tunda Proyek Fisik Demi Tangani Covid-19

SF Hariyanto berharap, data ekspor dan impor yang dirilis BPS tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, kinerja perdagangan, pola arus perdagangan internasional, provinsi dan kabupaten/kota dapat diketahui.

Serta dapat digunakan untuk menganalisa dan meneliti pasar atau kondisi ekonomi, juga untuk penyusunan neraca perdagangan, produk domestik bruto dan produk domestik regional bruto dan inter regional input output.

SF Hariyanto juga mengucapkan apresiasi dan terima kasihnya kepada Bea Cukai Provinsi Riau yang telah menjadi sumber data bagi BPS dalam merumuskan data ekspor dan impor Provinsi Riau sehingga menjadi BRS.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai atas kolaborasinya sebagai penghasil data dan sudah membagikannya dengan BPS,” pungkasnya.(dof)

Baca Juga:  Flyover Garuda Sakti Diusulkan Melalui APBN

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto meminta agar berita resmi statistik (BRS) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mengenai perkembangan ekspor dan impor Provinsi Riau periode Maret 2024 dapat dijadikan salah satu acuan bagi stakeholder dalam menganalisis dan mengambil kebijakan ekonomi daerah.

Menurutnya, dari BPS itulah dapat dilihat bagaimana angka ekspor dan impor, inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani, pariwisata, ketenagakerjaan, hingga kemiskinan di daerah.

“Seyogyanya hal tersebut dapat langsung diketahui pejabat pemerintah daerah, maupun stakeholder terkait untuk langsung ditindak lanjuti. Kita harus dapat menganalisis serta mengambil tindakan dan kebijakan yang sekiranya dapat membantu menjaga angka positif yang dihasilkan BPS,” ujarnya, Senin (22/4).

Baca Juga:  Ajak Seluruh Etnis Bantu Pemerintah

SF Hariyanto berharap, data ekspor dan impor yang dirilis BPS tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, kinerja perdagangan, pola arus perdagangan internasional, provinsi dan kabupaten/kota dapat diketahui.

Serta dapat digunakan untuk menganalisa dan meneliti pasar atau kondisi ekonomi, juga untuk penyusunan neraca perdagangan, produk domestik bruto dan produk domestik regional bruto dan inter regional input output.

SF Hariyanto juga mengucapkan apresiasi dan terima kasihnya kepada Bea Cukai Provinsi Riau yang telah menjadi sumber data bagi BPS dalam merumuskan data ekspor dan impor Provinsi Riau sehingga menjadi BRS.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai atas kolaborasinya sebagai penghasil data dan sudah membagikannya dengan BPS,” pungkasnya.(dof)

Baca Juga:  Polisi Buru Penyuplai Sabu-Sabu ke Mahasiswi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari