Minggu, 23 Juni 2024

Puluhan Warga Ikuti Sekolah Lansia Tangguh

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memberdayakan kelompok lanjut usia (lansia), puluhan lansia di Kota Pekanbaru mengikuti Sekolah Lansia Tangguh Berkah Bersama (SLTBB) yang dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati Yulia dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Sabtu (18/5).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Tengkes Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Said Masri, Camat Bukit Raya T Ardi Dwisasti, dan para lansia yang ikut melaksanakan peresmian Sekolah Lansia Tangguh Berkah Bersama dan proses belajar perdana yang disambut hangat oleh para lansia.

- Advertisement -

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin menjelaskan, Sekolah Lansia Tangguh Berkah Bersama ini menjadi prasarana kesehatan yang memadai dan ramah lansia.

Baca Juga:   Diposting di Medsos, Diantar Pulang Polisi

Sekolah ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah lansia di masa depan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia untuk menjadi lebih mandiri, sejahtera, dan bermartabat dalam memberikan pelayanan bagi lansia dan keluarga lansia melalui kegiatan Sekolah Lansia di Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL).

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan ketahanan keluarga lansia dan rentan melalui sinergisitas lintas pemangku kepentingan dan mitra.

- Advertisement -

Dan memiliki visi Sekolah Lansia di Kelompok BKL (SL-BKL) adalah menjadi pendidikan non formal di BKL untuk mewujudkan Lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) serta Bermartabat dalam dimensi Lansia Tangguh secara utuh yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara.

Baca Juga:  Rapid Test Antigen Belum Jadi Syarat 

”Kegiatan ini diharapkan bisa menjadikan para lansia tangguh, sehat, aktif, mandiri dan produktif serta bermartabat. Melalui tujuh dimensi lansia tangguh yaitu, dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, vokasional dan lingkungan, dengan sasarannya untuk pralansia dan lansia yang berumur di atas 55 tahun,” ulasnya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memberdayakan kelompok lanjut usia (lansia), puluhan lansia di Kota Pekanbaru mengikuti Sekolah Lansia Tangguh Berkah Bersama (SLTBB) yang dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati Yulia dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Sabtu (18/5).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Tengkes Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Said Masri, Camat Bukit Raya T Ardi Dwisasti, dan para lansia yang ikut melaksanakan peresmian Sekolah Lansia Tangguh Berkah Bersama dan proses belajar perdana yang disambut hangat oleh para lansia.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin menjelaskan, Sekolah Lansia Tangguh Berkah Bersama ini menjadi prasarana kesehatan yang memadai dan ramah lansia.

Baca Juga:  Lima Kelurahan Masih Zona Merah

Sekolah ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah lansia di masa depan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia untuk menjadi lebih mandiri, sejahtera, dan bermartabat dalam memberikan pelayanan bagi lansia dan keluarga lansia melalui kegiatan Sekolah Lansia di Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL).

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan ketahanan keluarga lansia dan rentan melalui sinergisitas lintas pemangku kepentingan dan mitra.

Dan memiliki visi Sekolah Lansia di Kelompok BKL (SL-BKL) adalah menjadi pendidikan non formal di BKL untuk mewujudkan Lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) serta Bermartabat dalam dimensi Lansia Tangguh secara utuh yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara.

Baca Juga:  Mapanbumi dan Paramita Foundation Riau Salurkan 1.117 Paket Sembako

”Kegiatan ini diharapkan bisa menjadikan para lansia tangguh, sehat, aktif, mandiri dan produktif serta bermartabat. Melalui tujuh dimensi lansia tangguh yaitu, dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, vokasional dan lingkungan, dengan sasarannya untuk pralansia dan lansia yang berumur di atas 55 tahun,” ulasnya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari