Senin, 10 Agustus 2026
- Advertisement -

Dijatah Rp253 M, Diskes Fokus Penanganan Covid-19

PEKANABRU (RIAUPOS.CO) – Alokasi dana Rp253 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru tahun 2022 didapatkan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru. Anggaran ini akan difokuskan pada penanganan Covid-19.

Selain dari APBD murni 2022, alokasi anggaran tersebut juga bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Diuraikan Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, Kamis (14/10), alokasi anggaran ini terbagi untuk beberapa kegiatan. Tidak hanya pada dinas kesehatan sendiri, tapi juga termasuk biaya operasional Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani. "Untuk gaji saja berkisar Rp169 miliar, ada operasional, di situ ada untuk operasional RSD Madani juga. Termasuk untuk penanganan Covid-19," urainya.

Baca Juga:  Tekan Kecelakaan, Ditlantas Kumpulkan Pihak Terkait

Menurut dia, anggaran ini untuk penguatan penanganan pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir. Ada insentif tenaga kesehatan hingga untuk penanganan pasien positif Covid-19.

Ia menjelaskan, dari anggaran sebesar Rp253 miliar itu, sekitar Rp34 miliar berasal dari DAK. Lebih dari separuh DAK itu rencananya digunakan untuk kegiatan fisik. Kemudian, dari Rp 34 miliar, sebesar Rp24 miliarnya untuk pembangunan fisik dan sisanya untuk nonfisik.

Ia menilai jumlah ini belum cukup optimal untuk kegiatan yang dianggarkan. Ia menyebut jumlah seharusnya total mencapai Rp300 miliar lebih.

Apalagi dalam rangka melengkapi alat kesehatan yang ada di RSD Madani. Tentu saja membutuhkan anggaran yang cukup guna memenuhi kebutuhan alat medis di sana. "Semua di sana, untuk Jamkesda juga. Idealnya sekitar Rp300 miliar lah," terangnya.(ali)

Baca Juga:  Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Pekan Depan, Uji Coba Seksi 1 selama Libur Nataru

PEKANABRU (RIAUPOS.CO) – Alokasi dana Rp253 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru tahun 2022 didapatkan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru. Anggaran ini akan difokuskan pada penanganan Covid-19.

Selain dari APBD murni 2022, alokasi anggaran tersebut juga bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Diuraikan Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, Kamis (14/10), alokasi anggaran ini terbagi untuk beberapa kegiatan. Tidak hanya pada dinas kesehatan sendiri, tapi juga termasuk biaya operasional Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani. "Untuk gaji saja berkisar Rp169 miliar, ada operasional, di situ ada untuk operasional RSD Madani juga. Termasuk untuk penanganan Covid-19," urainya.

Baca Juga:  Bertemu Menteri Melaka, Gubri Bahas Kerja Sama Industri Wisata

Menurut dia, anggaran ini untuk penguatan penanganan pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir. Ada insentif tenaga kesehatan hingga untuk penanganan pasien positif Covid-19.

Ia menjelaskan, dari anggaran sebesar Rp253 miliar itu, sekitar Rp34 miliar berasal dari DAK. Lebih dari separuh DAK itu rencananya digunakan untuk kegiatan fisik. Kemudian, dari Rp 34 miliar, sebesar Rp24 miliarnya untuk pembangunan fisik dan sisanya untuk nonfisik.

- Advertisement -

Ia menilai jumlah ini belum cukup optimal untuk kegiatan yang dianggarkan. Ia menyebut jumlah seharusnya total mencapai Rp300 miliar lebih.

Apalagi dalam rangka melengkapi alat kesehatan yang ada di RSD Madani. Tentu saja membutuhkan anggaran yang cukup guna memenuhi kebutuhan alat medis di sana. "Semua di sana, untuk Jamkesda juga. Idealnya sekitar Rp300 miliar lah," terangnya.(ali)

Baca Juga:  IKPI Cabang Pekanbaru Jalin Kerja Sama dengan Universitas Islam Riau
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANABRU (RIAUPOS.CO) – Alokasi dana Rp253 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru tahun 2022 didapatkan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru. Anggaran ini akan difokuskan pada penanganan Covid-19.

Selain dari APBD murni 2022, alokasi anggaran tersebut juga bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Diuraikan Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, Kamis (14/10), alokasi anggaran ini terbagi untuk beberapa kegiatan. Tidak hanya pada dinas kesehatan sendiri, tapi juga termasuk biaya operasional Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani. "Untuk gaji saja berkisar Rp169 miliar, ada operasional, di situ ada untuk operasional RSD Madani juga. Termasuk untuk penanganan Covid-19," urainya.

Baca Juga:  Bertemu Menteri Melaka, Gubri Bahas Kerja Sama Industri Wisata

Menurut dia, anggaran ini untuk penguatan penanganan pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir. Ada insentif tenaga kesehatan hingga untuk penanganan pasien positif Covid-19.

Ia menjelaskan, dari anggaran sebesar Rp253 miliar itu, sekitar Rp34 miliar berasal dari DAK. Lebih dari separuh DAK itu rencananya digunakan untuk kegiatan fisik. Kemudian, dari Rp 34 miliar, sebesar Rp24 miliarnya untuk pembangunan fisik dan sisanya untuk nonfisik.

Ia menilai jumlah ini belum cukup optimal untuk kegiatan yang dianggarkan. Ia menyebut jumlah seharusnya total mencapai Rp300 miliar lebih.

Apalagi dalam rangka melengkapi alat kesehatan yang ada di RSD Madani. Tentu saja membutuhkan anggaran yang cukup guna memenuhi kebutuhan alat medis di sana. "Semua di sana, untuk Jamkesda juga. Idealnya sekitar Rp300 miliar lah," terangnya.(ali)

Baca Juga:  3.000 Obor dan 241 Mobil Hias Meriahkan Takbir Iduladha di Pekanbaru

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari