Jumat, 16 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kelanjutan PTM, Satgas Belum Bersikap

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelanjutan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pekanbaru di tengah banyaknya siswa tertular Covid-19 masih dalam pertimbangan. Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru belum menentukan sikap.

PTM di Pekanbaru sudah digelar 100 persen untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 50 persen untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Pekan lalu, ada 38 siswa SMP terdeteksi positif Covid-19. Dampaknya, 14 sekolah tempat para siswa yang positif Covid-19 berasal ditutup tiga hari.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Firdaus, Senin (14/2) mengatakan bahwa proses belajar tatap muka sangat ditentukan dengan kondisi penyebaran Covid-19. Tim Satgas Covid-19 akan segera melakukan evaluasi terkait PTM ke depannya.

"Proses belajar tatap muka sangat ditentukan situasinya dengan kondisi daerahnya," kata dia.

Baca Juga:  DPRD-Dishub Bahas Kenaikan Tarif Parkir

Menurutnya, saat ni sudah ada evaluasi tentang pelaksanaan PPKM level 1 di luar Jawa dan Bali. Ia mengatakan bahwa aktivitas peserta didik di Kota Pekanbaru juga menjadi perhatian pemerintah kota.

Saat ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melakukan rapid antigen secara acak setiap pekan bagi sekolah yang melaksanakan PTM. Hal ini guna skrining peserta didik agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Pemerintah kota juga berpedoman terhadap SKB empat menteri terkait pelaksanaan PTM dalam pandemi Covid-19. Di mana pada arahan tersebut, wilayah yang menerapkan PPKM level 1 masih bisa melaksanakan PTM.

"Satgas juga berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tim satgas juga mempersiapkan segala hal yang bisa saja terjadi dengan kondisi Kota Pekanbaru," terang Wako.

Baca Juga:  Belatung Masuk ke Musala

Dirinya mengatakan bahwa tim satgas saat ini siaga menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru terus mengalami lonjakan. Ada 205 tambahan kasus covid-19 pada akhir pekan kemarin. Total kasus aktif Covid-19 di Kota Pekanbaru mencapai 1.296 orang. Kasus  Covid-19 di kota terus bertambah sejak awal Februari 2022.(ali)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelanjutan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pekanbaru di tengah banyaknya siswa tertular Covid-19 masih dalam pertimbangan. Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru belum menentukan sikap.

PTM di Pekanbaru sudah digelar 100 persen untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 50 persen untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Pekan lalu, ada 38 siswa SMP terdeteksi positif Covid-19. Dampaknya, 14 sekolah tempat para siswa yang positif Covid-19 berasal ditutup tiga hari.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Firdaus, Senin (14/2) mengatakan bahwa proses belajar tatap muka sangat ditentukan dengan kondisi penyebaran Covid-19. Tim Satgas Covid-19 akan segera melakukan evaluasi terkait PTM ke depannya.

"Proses belajar tatap muka sangat ditentukan situasinya dengan kondisi daerahnya," kata dia.

Baca Juga:  Gelar Operasi Yustisi, Masih Ditemukan yang Tidak Menggunakan Masker

Menurutnya, saat ni sudah ada evaluasi tentang pelaksanaan PPKM level 1 di luar Jawa dan Bali. Ia mengatakan bahwa aktivitas peserta didik di Kota Pekanbaru juga menjadi perhatian pemerintah kota.

- Advertisement -

Saat ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melakukan rapid antigen secara acak setiap pekan bagi sekolah yang melaksanakan PTM. Hal ini guna skrining peserta didik agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Pemerintah kota juga berpedoman terhadap SKB empat menteri terkait pelaksanaan PTM dalam pandemi Covid-19. Di mana pada arahan tersebut, wilayah yang menerapkan PPKM level 1 masih bisa melaksanakan PTM.

- Advertisement -

"Satgas juga berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tim satgas juga mempersiapkan segala hal yang bisa saja terjadi dengan kondisi Kota Pekanbaru," terang Wako.

Baca Juga:  Dapat Mobil di Undian Belanja Mal SKA, Hendra Paulus: Tak Menyangka, Ternyata Dapat

Dirinya mengatakan bahwa tim satgas saat ini siaga menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru terus mengalami lonjakan. Ada 205 tambahan kasus covid-19 pada akhir pekan kemarin. Total kasus aktif Covid-19 di Kota Pekanbaru mencapai 1.296 orang. Kasus  Covid-19 di kota terus bertambah sejak awal Februari 2022.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelanjutan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pekanbaru di tengah banyaknya siswa tertular Covid-19 masih dalam pertimbangan. Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru belum menentukan sikap.

PTM di Pekanbaru sudah digelar 100 persen untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 50 persen untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Pekan lalu, ada 38 siswa SMP terdeteksi positif Covid-19. Dampaknya, 14 sekolah tempat para siswa yang positif Covid-19 berasal ditutup tiga hari.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Firdaus, Senin (14/2) mengatakan bahwa proses belajar tatap muka sangat ditentukan dengan kondisi penyebaran Covid-19. Tim Satgas Covid-19 akan segera melakukan evaluasi terkait PTM ke depannya.

"Proses belajar tatap muka sangat ditentukan situasinya dengan kondisi daerahnya," kata dia.

Baca Juga:  DPRD-Dishub Bahas Kenaikan Tarif Parkir

Menurutnya, saat ni sudah ada evaluasi tentang pelaksanaan PPKM level 1 di luar Jawa dan Bali. Ia mengatakan bahwa aktivitas peserta didik di Kota Pekanbaru juga menjadi perhatian pemerintah kota.

Saat ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melakukan rapid antigen secara acak setiap pekan bagi sekolah yang melaksanakan PTM. Hal ini guna skrining peserta didik agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Pemerintah kota juga berpedoman terhadap SKB empat menteri terkait pelaksanaan PTM dalam pandemi Covid-19. Di mana pada arahan tersebut, wilayah yang menerapkan PPKM level 1 masih bisa melaksanakan PTM.

"Satgas juga berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tim satgas juga mempersiapkan segala hal yang bisa saja terjadi dengan kondisi Kota Pekanbaru," terang Wako.

Baca Juga:  Belatung Masuk ke Musala

Dirinya mengatakan bahwa tim satgas saat ini siaga menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru terus mengalami lonjakan. Ada 205 tambahan kasus covid-19 pada akhir pekan kemarin. Total kasus aktif Covid-19 di Kota Pekanbaru mencapai 1.296 orang. Kasus  Covid-19 di kota terus bertambah sejak awal Februari 2022.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari