Sabtu, 2 Maret 2024

Pj Wako Ingatkan ASN Jaga Netralitas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 esok, Rabu (14/2), Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Muflihun mengimbau agar jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tetap menjaga netralitas dalam tahapan pemilu. Sementara kalangan DPRD Pekanbaru mengingatkan warga Kota Bertuah yang memiliki hak suara agar tidak golput (golongan putih).

Pj Wako mengaku sampai saat ini belum menerima laporan terkait adanya oknum ASN yang bersikap tidak netral dalam pemilu. Ia meminta pihak Bawaslu untuk memantau aktivitas penyelenggaraan tahapan pemilu.

”Sudah jelas sebagai ASN harus netral dalam pemilu, apalagi kita sudah deklarasi beberapa waktu lalu,” kata Pj Wako, Senin (12/1).

Baca Juga:  Personel Pengamanan Jaga Netralitas dan Profesionalitas

Namun ia mempersilakan Bawaslu memproses jika mendapatkan ada oknum ASN tidak netral dalam pemilu. Terutama oknum ASN yang ketahuan mengajak untuk memilih satu pasangan calon pada pemilu kali ini.

”Kalau ada yang melanggar, ya kami persilahkan Bawaslu untuk memprosesnya,” ujar Muflihun, Senin (12/2).

- Advertisement -

Dijelaskannya, ASN tidak boleh menyatakan secara gamblang dukungan kepada satu pasangan calon. ASN punya hak pilih dalam Pemilu kali ini. Para ASN bisa menentukan pilihannya di bilik suara tanpa ajakan kepada orang lain. Ia mengingatkan jangan sampai mengajak orang lain untuk memilih satu pasangan calon.

”Tidak boleh secara langsung, apalagi sampai mengajak orang memilih satu pasangan calon dalam pemilu,” tegasnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pemko Subsidi Bus TMP Rp30 Miliar

Pj Wako juga mengingatkan masyarakat untuk menolak money politic atau politik uang. Warga harus cerdas berpolitik dan mengenali calon pilihan masing-masing.

”Dalam pesta demokrasi ini mari kita cerdas berpolitik, sama-sama kita kawal pesta ini. Jangan ada namanya money politic, jangan mau menerima politik uang,” katanya.

Warga harus menolak politik uang untuk menyukseskan calon tertentu agar bisa duduk sebagai wakil rakyat. Dan warga mesti memberikan kesempatan kepada calon yang betul-betul memiliki loyalitas, dedikasi, cerdas, serta peduli terhadap lingkungan tempat tinggal.

”Jadi, mari kita kawal secara bersama-sama. Kalau kita ingin Pekanbaru lebih baik ke depannya, maka Februari inilah momennya,” pungkasnya.(dof/ilo/yls) 

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 esok, Rabu (14/2), Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Muflihun mengimbau agar jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tetap menjaga netralitas dalam tahapan pemilu. Sementara kalangan DPRD Pekanbaru mengingatkan warga Kota Bertuah yang memiliki hak suara agar tidak golput (golongan putih).

Pj Wako mengaku sampai saat ini belum menerima laporan terkait adanya oknum ASN yang bersikap tidak netral dalam pemilu. Ia meminta pihak Bawaslu untuk memantau aktivitas penyelenggaraan tahapan pemilu.

”Sudah jelas sebagai ASN harus netral dalam pemilu, apalagi kita sudah deklarasi beberapa waktu lalu,” kata Pj Wako, Senin (12/1).

Baca Juga:  Kajari Tekankan Jajaran Pertahankan WBK dan WBBM

Namun ia mempersilakan Bawaslu memproses jika mendapatkan ada oknum ASN tidak netral dalam pemilu. Terutama oknum ASN yang ketahuan mengajak untuk memilih satu pasangan calon pada pemilu kali ini.

”Kalau ada yang melanggar, ya kami persilahkan Bawaslu untuk memprosesnya,” ujar Muflihun, Senin (12/2).

Dijelaskannya, ASN tidak boleh menyatakan secara gamblang dukungan kepada satu pasangan calon. ASN punya hak pilih dalam Pemilu kali ini. Para ASN bisa menentukan pilihannya di bilik suara tanpa ajakan kepada orang lain. Ia mengingatkan jangan sampai mengajak orang lain untuk memilih satu pasangan calon.

”Tidak boleh secara langsung, apalagi sampai mengajak orang memilih satu pasangan calon dalam pemilu,” tegasnya.

Baca Juga:  Danrem 031/WB Pimpin Sertijab Dua Kasi di Pekanbaru

Pj Wako juga mengingatkan masyarakat untuk menolak money politic atau politik uang. Warga harus cerdas berpolitik dan mengenali calon pilihan masing-masing.

”Dalam pesta demokrasi ini mari kita cerdas berpolitik, sama-sama kita kawal pesta ini. Jangan ada namanya money politic, jangan mau menerima politik uang,” katanya.

Warga harus menolak politik uang untuk menyukseskan calon tertentu agar bisa duduk sebagai wakil rakyat. Dan warga mesti memberikan kesempatan kepada calon yang betul-betul memiliki loyalitas, dedikasi, cerdas, serta peduli terhadap lingkungan tempat tinggal.

”Jadi, mari kita kawal secara bersama-sama. Kalau kita ingin Pekanbaru lebih baik ke depannya, maka Februari inilah momennya,” pungkasnya.(dof/ilo/yls) 

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari