Kamis, 22 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Riau Tunggu Migor Subsidi Dari Pemerintah Pusat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng (migor) yang saat ini terus mengalami kenaikan harga. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapatkan bantuan berupa minyak goreng bersubsidi dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, M Taufiq OH melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Lisda mengatakan, memang untuk harga minyak goreng saat ini mengalami kenaikan, dan itu terjadi merata di seluruh Indonesia.

"Untuk membantu masyarakat dalam hal pemenuhan bahan pokok terutama minyak goreng, sudah ada kontrol dari program pemerintah pusat berupa subsidi minyak goreng 11 juta liter ke seluruh Indonesia," katanya.

minyak goreng subsidi pemerintah tersebut, Riau mendapat kuota sebanyak 9 ribu liter. Ribuan liter minyak goreng tersebut telah disalurkan melalui ritel modern.

Baca Juga:  Reses, Ginda Terima Aspirasi, Mulai dari Infrastruktur hingga Persoalan Kelistrikan

"Subsidi minyak goreng 9 ribu liter itu disalurkan ke ritel modern. Karena pemerintah pusat mengintruksikan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendiskusikan minyak goreng subsidi itu. Jadi minyak itu di pasarkan di situ, tidak di pasar-pasar tradisional. Sebab kalau di pasar-pasar, dikhawatirkan harga sulit dikontrol karena pedagang akan mengambil untung lagi," jelasnya.

Lisda mengatakan, bahwa 9 ribu liter minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter tersebut sudah didistribusikan sejak 20 Desember 2021, dan pada 31 Desember 2021 sudah di stop.

"Kemarin, laporan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri itu distribusinya seluruh Indonesia baru 30 persen, karena waktunya mepet. Makanya kami menunggu regulasi lagi dari pusat apakah akan ada lagi kuota untuk Riau, karena saat ini harga minyak goreng masih tinggi. Apalagi saat ini harga sawit naik lagi, tentu harga minyak goreng akan naik," tuturnya.(sol)

Baca Juga:  8.133 Calon Pelajar SMP Diterima

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng (migor) yang saat ini terus mengalami kenaikan harga. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapatkan bantuan berupa minyak goreng bersubsidi dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, M Taufiq OH melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Lisda mengatakan, memang untuk harga minyak goreng saat ini mengalami kenaikan, dan itu terjadi merata di seluruh Indonesia.

"Untuk membantu masyarakat dalam hal pemenuhan bahan pokok terutama minyak goreng, sudah ada kontrol dari program pemerintah pusat berupa subsidi minyak goreng 11 juta liter ke seluruh Indonesia," katanya.

minyak goreng subsidi pemerintah tersebut, Riau mendapat kuota sebanyak 9 ribu liter. Ribuan liter minyak goreng tersebut telah disalurkan melalui ritel modern.

Baca Juga:  Pegawai Positif Corona, Kantor Camat Bukitraya Ditutup

"Subsidi minyak goreng 9 ribu liter itu disalurkan ke ritel modern. Karena pemerintah pusat mengintruksikan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendiskusikan minyak goreng subsidi itu. Jadi minyak itu di pasarkan di situ, tidak di pasar-pasar tradisional. Sebab kalau di pasar-pasar, dikhawatirkan harga sulit dikontrol karena pedagang akan mengambil untung lagi," jelasnya.

Lisda mengatakan, bahwa 9 ribu liter minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter tersebut sudah didistribusikan sejak 20 Desember 2021, dan pada 31 Desember 2021 sudah di stop.

- Advertisement -

"Kemarin, laporan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri itu distribusinya seluruh Indonesia baru 30 persen, karena waktunya mepet. Makanya kami menunggu regulasi lagi dari pusat apakah akan ada lagi kuota untuk Riau, karena saat ini harga minyak goreng masih tinggi. Apalagi saat ini harga sawit naik lagi, tentu harga minyak goreng akan naik," tuturnya.(sol)

Baca Juga:  UEK-SP Dongkrak Ekonomi Kerakyatan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng (migor) yang saat ini terus mengalami kenaikan harga. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapatkan bantuan berupa minyak goreng bersubsidi dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, M Taufiq OH melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Lisda mengatakan, memang untuk harga minyak goreng saat ini mengalami kenaikan, dan itu terjadi merata di seluruh Indonesia.

"Untuk membantu masyarakat dalam hal pemenuhan bahan pokok terutama minyak goreng, sudah ada kontrol dari program pemerintah pusat berupa subsidi minyak goreng 11 juta liter ke seluruh Indonesia," katanya.

minyak goreng subsidi pemerintah tersebut, Riau mendapat kuota sebanyak 9 ribu liter. Ribuan liter minyak goreng tersebut telah disalurkan melalui ritel modern.

Baca Juga:  Pegawai Positif Corona, Kantor Camat Bukitraya Ditutup

"Subsidi minyak goreng 9 ribu liter itu disalurkan ke ritel modern. Karena pemerintah pusat mengintruksikan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendiskusikan minyak goreng subsidi itu. Jadi minyak itu di pasarkan di situ, tidak di pasar-pasar tradisional. Sebab kalau di pasar-pasar, dikhawatirkan harga sulit dikontrol karena pedagang akan mengambil untung lagi," jelasnya.

Lisda mengatakan, bahwa 9 ribu liter minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter tersebut sudah didistribusikan sejak 20 Desember 2021, dan pada 31 Desember 2021 sudah di stop.

"Kemarin, laporan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri itu distribusinya seluruh Indonesia baru 30 persen, karena waktunya mepet. Makanya kami menunggu regulasi lagi dari pusat apakah akan ada lagi kuota untuk Riau, karena saat ini harga minyak goreng masih tinggi. Apalagi saat ini harga sawit naik lagi, tentu harga minyak goreng akan naik," tuturnya.(sol)

Baca Juga:  Reses, Ginda Terima Aspirasi, Mulai dari Infrastruktur hingga Persoalan Kelistrikan

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari