30.2 C
Pekanbaru
Jumat, 4 April 2025
spot_img

Urai Kemacetan, Warga Minta Dibuatkan U-Turn Jalan Paus-Jalan Sembilang Rumbai

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kemacetan kini kerap terjadi di Jalan Paus-Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai. Warga sekitar pun meminta perhatian pemerintah agar secepatnya memberikan solusi. Warga meminta agar pembatas atau median di jalan tersebut dibuatkan u-turn untuk mengurai kemacetan.

Diketahui, saat ini sepanjang Jalan Paus- Jalan Sembilang sudah dibuat pembatas jalan. Namun perlu dibuat u-turn agar tidak terlalu jauh, karena berdampak pada kemacetan.

Hal ini disampaikan Koordinator Forum Pemuda Rumbai Bersatu (PFRB), Levil Helzi, mewakili suara masyarakat Rumbai yang sudah lama mengeluhkan hal ini.

”Kemacetan terparah di simpang Jalan Sembilang-Jalan Paus Rumbai, serta beberapa simpang di jalur itu. Sejak ada pembatas dua arah pada tahun lalu, serta adanya lampu merah (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, red) di persimpangan ruas Jalan Sembilang-Jalan Khayangan-RGM di awal tahun ini menyebabkan kemacetan luar biasa,” kata Levil kepada wartawan, Ahad (10/2).

Baca Juga:  4.167 Petani Borong Bibit Sawit Unggul PTPN V

Saat tertentu, kendaraan menumpuk dan sangat menganggu aktivitas warga, Ditambah dengan penumpukan kendaraan di lokasi akses masuk ke salah satu perusahaan di sana pada pagi hari dan jadwal kegiatan masyarakat mengantar anak sekolah.

”Warga lokal yang berjualan di sekitar jalan ini juga berdampak pada penurun omzet pendapatan,” katanya.

Untuk itu, kepada pihak terkait, agar menerapkan beberapa sarana u- turn, untuk memecah konsentrasi penumpukan.

Apalagi dengan lintasan yang sangat jauh untuk berputar arah pada spot tertentu di sepanjang Jalan Paus dan Jalan Sembilang, membuat kemacetan jadi parah.

- Advertisement -

”Untuk usulan membuat beberapa u-turn di sepanjang jalan itu, kami sudah melayangkan surat resmi,  baik kepada DPRD Pekanbaru, Pj Wali Kota Pekanbaru, Dishub, PUPR, Camat Rumbai, Camat Rumbai Barat, Camat Rumbai Timur, Gubernur Riau, Dirlantas, perusahaan, dan tokoh masyarakat. Artinya agar ini menjadi perhatian,” paparnya.

Baca Juga:  Terus Pacu Vaksinasi Siswa Madrasah

Di antara usulan FPRB, sebut Levil, agar dibuat satu spot sarana u-turn di ruas Jalan Paus di sekitar persimpangan Jalan Paus – Jalan Embun Pagi 2.

Lalu, membuat dua spot sarana u-turn, antara lepas persimpangan Jalan Pramuka 1 – Jalan Limbungan dan di antara persimpangan Jalan Limbungan – Jalan HM Nur di ruas Jalan Sembilang.

”Kami atas nama FPRB mewakili masyarakat, meminta Dishub, cepat dan segera meninjaklanjuti keluhan ini. Kami berharap sebelum bulan suci Ramadhan ini sudah tuntas. Karena sudah sangat menyengsarakan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pekanbaru Firmansyah Lc menanggapi keluhan dan permintaan warga FPRB tersebut. Dia mendukung agar menjadi perhatian pemerintah.

”Tentu permintaan masyarakat ini harus menjadi perhatian, baik untuk tertib lalin, maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(yls) 

Laporan AGUSTIAR, Rumbai

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Banjir Rob Genangi Daerah Pesisir Dumai, Hari Raya Tetap Jalan

Banjir pasang air laut atau yang dikenal dengan rob, kembali muncul sejak hari pertama Idulfitri 1446 H dan menggenangi sejumlah dataran rendah di daerah pesisir pantai dan sepanjang aliran sungai di wilayah Kota Dumai.

Libur Lebaran, Tempat Wisata di Rohul Dipadati Warga – Kapolres Imbau Tingkatkan Keamanan

Libur Hari Raya Idulfitri 1446 H dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk berkunjung ke berbagai objek wisata dan taman bermain bersama keluarga. Sejumlah lokasi wisata pun tampak dipadati pengunjung selama momen cuti bersama ini.

Istri Korban Minta Hukuman Mati bagi Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi

Istri almarhum Herman yang merupakan salah satu korban tewas akibat ditikam di Kompleks BMH (Bum Me He) Gang Utama 3, Jalan Utama, Bagansiapiapi meminta agar pelaku penikaman yang menewaskan suaminya bisa dihukum berat.

Wako Pekanbaru Pastikan Tak Ada Penumpukan Sampah di TPS

PENANGANAN sampah di Kota Pekanbaru menjadi atensi serius Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho. Tak ingin terjadi penumpukan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) di momentum masih Idulfitri 1446 H, Agung Nugroho melakukan peninjauan ke sejumlah TPS di Pekanbaru, Kamis (3/4).