Minggu, 23 Juni 2024

BOR Tinggi, Gejala Ringan Diimbau Isoman

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Bed Ocupancy Rasio (BOR) rumah sakit di Pekanbaru saat ini mencapai 42 persen dari total kapasitas. Bagi pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan, diimbau untuk menjalani isolasi mandiri (isoman).

BOR 42 persen ini termasuk tinggi. Karena, hanya ada 1.004 tempat tidur disiapkan. Karena itu, pasien bergejala ringan atau tak bergejala sebaiknya tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

- Advertisement -

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldi, Rabu (9/3). "Mereka bisa isolasi terpusat (isoter) di fasilitas yang di sediakan pemerintah, ataupun isolasi mandiri di rumah," kata dia.

Menurutnya, ini antisipasi agar jumlah BOR tidak tinggi. Sehingga rumah sakit bisa merawat pasien positif yang memiliki gejala berat. Dinas Kesehatan juga telah menyurati seluruh rumah sakit terkait antisipasi penuhnya BOR.

Baca Juga:  PHR Berharap Dukungan Peralihan WK Blok Rokan

Zaini menyebut, pasien positif yang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Pekanbaru tidak hanya masyarakat Kota Pekanbaru saja. Namun, sebagian dari mereka juga berasal dari kabupaten yang ada di Provinsi Riau.

- Advertisement -

"Rumah sakit yang ada di Pekanbaru tidak hanya melayani masyarakat Pekanbaru. Namun, sebagian melayani masyarakat kabupaten kota lain. Maka ini (BOR) terlihat penuh, padahal ada juga pasien dari daerah lain di luar Pekanbaru," terangnya.

Zaini menyebut, kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru masih fluktuatif. Ada penurunan dibandingkan pekan lalu. Saat ini tambahan  kasus harian hanya berkisar 100 kasus.

Walaupun demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus. Ia mendorong masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan jalani vaksinasi.

Baca Juga:  15 Warga Binaan Bebas Bersyarat

"BOR di rumah sakit meningkat. Menunjukan bahwa ini warning (peringatan, red) bagi kita, agar antisipasi. Mengapa ini sampai tinggi," pungkasnya.

Zaini juga terus mengingat kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah guna meminimalisir terjadinya peningkatan penyebaran kasus Covid-19 di Pekanbaru.

"Ingat prokes itu wajib kita lakukan. Selain vaksinasi yang saat ini berjalan, masyarakat juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama," katanya.(ali/ayi/yls)

Laporan TIM RIAU POS, pekanbaru

 

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Bed Ocupancy Rasio (BOR) rumah sakit di Pekanbaru saat ini mencapai 42 persen dari total kapasitas. Bagi pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan, diimbau untuk menjalani isolasi mandiri (isoman).

BOR 42 persen ini termasuk tinggi. Karena, hanya ada 1.004 tempat tidur disiapkan. Karena itu, pasien bergejala ringan atau tak bergejala sebaiknya tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldi, Rabu (9/3). "Mereka bisa isolasi terpusat (isoter) di fasilitas yang di sediakan pemerintah, ataupun isolasi mandiri di rumah," kata dia.

Menurutnya, ini antisipasi agar jumlah BOR tidak tinggi. Sehingga rumah sakit bisa merawat pasien positif yang memiliki gejala berat. Dinas Kesehatan juga telah menyurati seluruh rumah sakit terkait antisipasi penuhnya BOR.

Baca Juga:  HUT Kota di Tengah Pandemi Covid-19

Zaini menyebut, pasien positif yang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Pekanbaru tidak hanya masyarakat Kota Pekanbaru saja. Namun, sebagian dari mereka juga berasal dari kabupaten yang ada di Provinsi Riau.

"Rumah sakit yang ada di Pekanbaru tidak hanya melayani masyarakat Pekanbaru. Namun, sebagian melayani masyarakat kabupaten kota lain. Maka ini (BOR) terlihat penuh, padahal ada juga pasien dari daerah lain di luar Pekanbaru," terangnya.

Zaini menyebut, kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru masih fluktuatif. Ada penurunan dibandingkan pekan lalu. Saat ini tambahan  kasus harian hanya berkisar 100 kasus.

Walaupun demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus. Ia mendorong masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan jalani vaksinasi.

Baca Juga:  Kasus AIDS Terbanyak di Usia Produktif

"BOR di rumah sakit meningkat. Menunjukan bahwa ini warning (peringatan, red) bagi kita, agar antisipasi. Mengapa ini sampai tinggi," pungkasnya.

Zaini juga terus mengingat kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah guna meminimalisir terjadinya peningkatan penyebaran kasus Covid-19 di Pekanbaru.

"Ingat prokes itu wajib kita lakukan. Selain vaksinasi yang saat ini berjalan, masyarakat juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama," katanya.(ali/ayi/yls)

Laporan TIM RIAU POS, pekanbaru

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari