Minggu, 6 April 2025
spot_img

Birokrasi Harus Lebih Produktif dan Inovatif

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Politik, birokrasi dan perubahan sosial, menjadi hal yang sangat berkaitan, karena proses politik yang berhasil akan menentukan pilihan pemimpin yang baik, yang diharapkan mampu menjalankan birokrasi, sehingga mampu mendorong perubahan tatanan sosial yang lebih maju.

Hal tersebut dikatakan mantan Menpan RB, Dr Asman Abnur SE MSi dalam sebuah seminar yang ditaja Unri, Kamis (7/11).

Menurut mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tersebut, ada beberapa persoalan yang mengganggu dalam proses reformasi sistem politik dan birokrasi ini. Di antaranya tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, berintegritas, mengutamakan dan merangkul kepentingan masyarakat, dan mampu menjalankan strategi yang tepat.

Baca Juga:  Gubri Didemo Berulang, AMPG: Mari Kedepankan Adat Budaya Melayu

"Hal lain yang dapat mengganggu reformasi sistem politik dan birokrasi ini seperti birokrasi yang enggan berubah dan lebih menyukai zona nyaman, kapasitas dan kualitas yang terbatas sehingga menyulitkan pemimpin untuk melakukan perubahan dalam rangka mewujudkan visi dan misinya," papar Asman.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang dinamis, lanjut Asman, pemerintahan harus dapat melakukan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan global, lebih lincah, produktif dan inovatif agar lebih kompetitif.(dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Politik, birokrasi dan perubahan sosial, menjadi hal yang sangat berkaitan, karena proses politik yang berhasil akan menentukan pilihan pemimpin yang baik, yang diharapkan mampu menjalankan birokrasi, sehingga mampu mendorong perubahan tatanan sosial yang lebih maju.

Hal tersebut dikatakan mantan Menpan RB, Dr Asman Abnur SE MSi dalam sebuah seminar yang ditaja Unri, Kamis (7/11).

Menurut mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tersebut, ada beberapa persoalan yang mengganggu dalam proses reformasi sistem politik dan birokrasi ini. Di antaranya tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, berintegritas, mengutamakan dan merangkul kepentingan masyarakat, dan mampu menjalankan strategi yang tepat.

Baca Juga:  Jaksa Kasih Kesempatan Inspektorat Mengusut

"Hal lain yang dapat mengganggu reformasi sistem politik dan birokrasi ini seperti birokrasi yang enggan berubah dan lebih menyukai zona nyaman, kapasitas dan kualitas yang terbatas sehingga menyulitkan pemimpin untuk melakukan perubahan dalam rangka mewujudkan visi dan misinya," papar Asman.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang dinamis, lanjut Asman, pemerintahan harus dapat melakukan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan global, lebih lincah, produktif dan inovatif agar lebih kompetitif.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Birokrasi Harus Lebih Produktif dan Inovatif

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Politik, birokrasi dan perubahan sosial, menjadi hal yang sangat berkaitan, karena proses politik yang berhasil akan menentukan pilihan pemimpin yang baik, yang diharapkan mampu menjalankan birokrasi, sehingga mampu mendorong perubahan tatanan sosial yang lebih maju.

Hal tersebut dikatakan mantan Menpan RB, Dr Asman Abnur SE MSi dalam sebuah seminar yang ditaja Unri, Kamis (7/11).

Menurut mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tersebut, ada beberapa persoalan yang mengganggu dalam proses reformasi sistem politik dan birokrasi ini. Di antaranya tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, berintegritas, mengutamakan dan merangkul kepentingan masyarakat, dan mampu menjalankan strategi yang tepat.

Baca Juga:  Hujan, Puluhan Rumah di Rumbai Kebanjiran

"Hal lain yang dapat mengganggu reformasi sistem politik dan birokrasi ini seperti birokrasi yang enggan berubah dan lebih menyukai zona nyaman, kapasitas dan kualitas yang terbatas sehingga menyulitkan pemimpin untuk melakukan perubahan dalam rangka mewujudkan visi dan misinya," papar Asman.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang dinamis, lanjut Asman, pemerintahan harus dapat melakukan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan global, lebih lincah, produktif dan inovatif agar lebih kompetitif.(dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Politik, birokrasi dan perubahan sosial, menjadi hal yang sangat berkaitan, karena proses politik yang berhasil akan menentukan pilihan pemimpin yang baik, yang diharapkan mampu menjalankan birokrasi, sehingga mampu mendorong perubahan tatanan sosial yang lebih maju.

Hal tersebut dikatakan mantan Menpan RB, Dr Asman Abnur SE MSi dalam sebuah seminar yang ditaja Unri, Kamis (7/11).

Menurut mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tersebut, ada beberapa persoalan yang mengganggu dalam proses reformasi sistem politik dan birokrasi ini. Di antaranya tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, berintegritas, mengutamakan dan merangkul kepentingan masyarakat, dan mampu menjalankan strategi yang tepat.

Baca Juga:  Pedagang Menjerit, Telur Ayam Alami Penurunan Harga

"Hal lain yang dapat mengganggu reformasi sistem politik dan birokrasi ini seperti birokrasi yang enggan berubah dan lebih menyukai zona nyaman, kapasitas dan kualitas yang terbatas sehingga menyulitkan pemimpin untuk melakukan perubahan dalam rangka mewujudkan visi dan misinya," papar Asman.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang dinamis, lanjut Asman, pemerintahan harus dapat melakukan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan global, lebih lincah, produktif dan inovatif agar lebih kompetitif.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari