Selasa, 24 Februari 2026
- Advertisement -

Perlu Mitigasi Sosial Ekonomi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menyikapi berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 pekan ini, pengamat dan pelaku usaha di sektor jasa pariwisata di Pekanbaru Riyono mengatakan perlunya mitigasi (upaya pengurangan risiko bencana) sosial untuk persiapan di tahun baru 2022.

Dijelaskannya, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan PPKM di Kota Pekanbaru dirasakan benar-benar memberikan tekanan yang kuat kepada masyarakat secara sosial dan ekonomi.

"Situasi ini telah banyak memberikan tekanan kehidupan kepada masyarakat kita melihat bagaimana banyak usaha yang bangkrut. Dan angka pengangguran yang tinggi, pertumbuhan usaha yang minus. Ini semua memberi pengaruh yang besar kepada psikis terutama pada Pekanbaru sebagai kota jasa," ujar Riyono, Senin (6/9).

Baca Juga:  Waspada, DBD Rentan Menyerang Warga

Oleh karenanya, menurut Riyono yang juga pengelola Taman Wisata Alam Mayang itu, hal ini perlu disikapi oleh pemerintah dan masyarakat di Kota Pekanbaru dengan perlu mempersiapkan mitigasi sosial ekonomi.

"Karena apa? Khusus yang di bidang pariwisata sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru, dan tiga bulan setelah tahun baru kita akan persiapan untuk memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, momen ini memberikan pengaruh yang besar kepada kehidupan usaha jasa masyara kat di Kota Pekanbaru. Oleh karenanya, diperlukan suatu komunikasi dan mitigasi sosial ekonomi kehidupan sosial ekonomi agar pada fase-fase masa ini masyarakat memiliki kekuatan.

"Sehingga masyara kat memiliki pondasi yang kuat di dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Sebagaimana kita ketahui bersama dari Bappenas sudah menyusun strategi penanganan konflik varian moo yang saat ini sudah berada pada tetangga kita di Hongkong," sebutnya.

Baca Juga:  PKL dan Ruli Ditertibkan

Ia menyarankan agar bersama-sama harus membuat ketahanan yang tangguh dan pondasi yang tangguh pada masyarakat melalui strategi komunikasi dan mitigasi sosial ekonomi. "Di samping kita bersama tetap menyukseskan program yang dibuat oleh pemerintah melalui prokes dan vaksinasi,"katanya.(yls)

Laporan DOFI ISKANDAR, Kota

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menyikapi berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 pekan ini, pengamat dan pelaku usaha di sektor jasa pariwisata di Pekanbaru Riyono mengatakan perlunya mitigasi (upaya pengurangan risiko bencana) sosial untuk persiapan di tahun baru 2022.

Dijelaskannya, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan PPKM di Kota Pekanbaru dirasakan benar-benar memberikan tekanan yang kuat kepada masyarakat secara sosial dan ekonomi.

"Situasi ini telah banyak memberikan tekanan kehidupan kepada masyarakat kita melihat bagaimana banyak usaha yang bangkrut. Dan angka pengangguran yang tinggi, pertumbuhan usaha yang minus. Ini semua memberi pengaruh yang besar kepada psikis terutama pada Pekanbaru sebagai kota jasa," ujar Riyono, Senin (6/9).

Baca Juga:  Digerebek saat Hendak Nyabu

Oleh karenanya, menurut Riyono yang juga pengelola Taman Wisata Alam Mayang itu, hal ini perlu disikapi oleh pemerintah dan masyarakat di Kota Pekanbaru dengan perlu mempersiapkan mitigasi sosial ekonomi.

"Karena apa? Khusus yang di bidang pariwisata sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru, dan tiga bulan setelah tahun baru kita akan persiapan untuk memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," terangnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut dikatakannya, momen ini memberikan pengaruh yang besar kepada kehidupan usaha jasa masyara kat di Kota Pekanbaru. Oleh karenanya, diperlukan suatu komunikasi dan mitigasi sosial ekonomi kehidupan sosial ekonomi agar pada fase-fase masa ini masyarakat memiliki kekuatan.

"Sehingga masyara kat memiliki pondasi yang kuat di dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Sebagaimana kita ketahui bersama dari Bappenas sudah menyusun strategi penanganan konflik varian moo yang saat ini sudah berada pada tetangga kita di Hongkong," sebutnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pemko Siap Segel Queen Club

Ia menyarankan agar bersama-sama harus membuat ketahanan yang tangguh dan pondasi yang tangguh pada masyarakat melalui strategi komunikasi dan mitigasi sosial ekonomi. "Di samping kita bersama tetap menyukseskan program yang dibuat oleh pemerintah melalui prokes dan vaksinasi,"katanya.(yls)

Laporan DOFI ISKANDAR, Kota

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menyikapi berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 pekan ini, pengamat dan pelaku usaha di sektor jasa pariwisata di Pekanbaru Riyono mengatakan perlunya mitigasi (upaya pengurangan risiko bencana) sosial untuk persiapan di tahun baru 2022.

Dijelaskannya, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan PPKM di Kota Pekanbaru dirasakan benar-benar memberikan tekanan yang kuat kepada masyarakat secara sosial dan ekonomi.

"Situasi ini telah banyak memberikan tekanan kehidupan kepada masyarakat kita melihat bagaimana banyak usaha yang bangkrut. Dan angka pengangguran yang tinggi, pertumbuhan usaha yang minus. Ini semua memberi pengaruh yang besar kepada psikis terutama pada Pekanbaru sebagai kota jasa," ujar Riyono, Senin (6/9).

Baca Juga:  Lambannya Finalisasi SPALD-T Dikritik Dewan

Oleh karenanya, menurut Riyono yang juga pengelola Taman Wisata Alam Mayang itu, hal ini perlu disikapi oleh pemerintah dan masyarakat di Kota Pekanbaru dengan perlu mempersiapkan mitigasi sosial ekonomi.

"Karena apa? Khusus yang di bidang pariwisata sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru, dan tiga bulan setelah tahun baru kita akan persiapan untuk memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, momen ini memberikan pengaruh yang besar kepada kehidupan usaha jasa masyara kat di Kota Pekanbaru. Oleh karenanya, diperlukan suatu komunikasi dan mitigasi sosial ekonomi kehidupan sosial ekonomi agar pada fase-fase masa ini masyarakat memiliki kekuatan.

"Sehingga masyara kat memiliki pondasi yang kuat di dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Sebagaimana kita ketahui bersama dari Bappenas sudah menyusun strategi penanganan konflik varian moo yang saat ini sudah berada pada tetangga kita di Hongkong," sebutnya.

Baca Juga:  BBPOM Pekanbaru Temukan 203 Item Produk Pangan Tanpa Izin Edar

Ia menyarankan agar bersama-sama harus membuat ketahanan yang tangguh dan pondasi yang tangguh pada masyarakat melalui strategi komunikasi dan mitigasi sosial ekonomi. "Di samping kita bersama tetap menyukseskan program yang dibuat oleh pemerintah melalui prokes dan vaksinasi,"katanya.(yls)

Laporan DOFI ISKANDAR, Kota

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari