Jumat, 4 April 2025
spot_img

Masih Menunggu Hasil KASN

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga awal bulan Februari  2020, belum banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Salah satu penyebabnya  beberapa posisi pejabat masih kosong akibat adanya Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, masih adanya posisi pejabat yang kosong ditingkat eselon II bukan diakibatkan oleh pihaknya yang belum melakukan pelantikan. Namun lebih dikarenakan belum mendapatkan izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Sebenarnya kekosongan pejabat itu bukan karena kami, tapi hingga saat ini beberapa posisi jabatan belum mendapatkan persetujuan KASN. Karena bagaimanapun KASN ini merupakan bagian dari pemerintah dalam hal menempatkan pejabat," katanya.

Dengan hal tersebut, Syamsuar mengakui  secara langsung kekosongan pejabat itu mengganggu kinerja Pemprov Riau. Namun ia menyebut, bukan hanya Riau saja yang mengalami hal seperti itu. Namun juga beberapa provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga:  Tiga Terdakwa Divonis 4 dan 5 Tahun Penjara

"Bagaimanapun kita tertanggu, tapi ini bukan di Riau saja. Beberapa daerah lainnya juga sudah ngomel-ngomel," sebutnya.

Saat ditanyakan terkait posisi eselon III dan IV yang juga masih ada yang kosong hingga saat ini, mantan Bupati Siak tersebut mengatakan, untuk posisi eselon III dan IV hanya tinggal beberapa saja. "Kalau untuk eselon III dan IV sudah, tidak banyak lagi yang kosong. Nanti akan ada lagi pelantikan pada bulan Februari ini," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya mengatakan, untuk jabatan eselon II hasil SOTK baru, pihak Pemprov Riau menargetkan akan melaksanakan asessment terbuka pada Maret mendatang. Karena memerlukan cukup waktu untuk mempersiapkan assessment secara terbuka.

Baca Juga:  Pedagang Hewan Kurban Wajib Miliki Tiga Dokumem

"Saya pikir proses assessment terbuka sepertinya lama, target kita Maret. Setelah itu, perlu untuk proses pendaftaran saja 15 hari, baru bergulir membuat makalah dan wawancara," katanya.(sol) 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga awal bulan Februari  2020, belum banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Salah satu penyebabnya  beberapa posisi pejabat masih kosong akibat adanya Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, masih adanya posisi pejabat yang kosong ditingkat eselon II bukan diakibatkan oleh pihaknya yang belum melakukan pelantikan. Namun lebih dikarenakan belum mendapatkan izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Sebenarnya kekosongan pejabat itu bukan karena kami, tapi hingga saat ini beberapa posisi jabatan belum mendapatkan persetujuan KASN. Karena bagaimanapun KASN ini merupakan bagian dari pemerintah dalam hal menempatkan pejabat," katanya.

Dengan hal tersebut, Syamsuar mengakui  secara langsung kekosongan pejabat itu mengganggu kinerja Pemprov Riau. Namun ia menyebut, bukan hanya Riau saja yang mengalami hal seperti itu. Namun juga beberapa provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga:  Tiga Terdakwa Divonis 4 dan 5 Tahun Penjara

"Bagaimanapun kita tertanggu, tapi ini bukan di Riau saja. Beberapa daerah lainnya juga sudah ngomel-ngomel," sebutnya.

Saat ditanyakan terkait posisi eselon III dan IV yang juga masih ada yang kosong hingga saat ini, mantan Bupati Siak tersebut mengatakan, untuk posisi eselon III dan IV hanya tinggal beberapa saja. "Kalau untuk eselon III dan IV sudah, tidak banyak lagi yang kosong. Nanti akan ada lagi pelantikan pada bulan Februari ini," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya mengatakan, untuk jabatan eselon II hasil SOTK baru, pihak Pemprov Riau menargetkan akan melaksanakan asessment terbuka pada Maret mendatang. Karena memerlukan cukup waktu untuk mempersiapkan assessment secara terbuka.

Baca Juga:  Dua WN Pakistan Dideportasi

"Saya pikir proses assessment terbuka sepertinya lama, target kita Maret. Setelah itu, perlu untuk proses pendaftaran saja 15 hari, baru bergulir membuat makalah dan wawancara," katanya.(sol) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Masih Menunggu Hasil KASN

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga awal bulan Februari  2020, belum banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Salah satu penyebabnya  beberapa posisi pejabat masih kosong akibat adanya Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, masih adanya posisi pejabat yang kosong ditingkat eselon II bukan diakibatkan oleh pihaknya yang belum melakukan pelantikan. Namun lebih dikarenakan belum mendapatkan izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Sebenarnya kekosongan pejabat itu bukan karena kami, tapi hingga saat ini beberapa posisi jabatan belum mendapatkan persetujuan KASN. Karena bagaimanapun KASN ini merupakan bagian dari pemerintah dalam hal menempatkan pejabat," katanya.

Dengan hal tersebut, Syamsuar mengakui  secara langsung kekosongan pejabat itu mengganggu kinerja Pemprov Riau. Namun ia menyebut, bukan hanya Riau saja yang mengalami hal seperti itu. Namun juga beberapa provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga:  Tiga Terdakwa Divonis 4 dan 5 Tahun Penjara

"Bagaimanapun kita tertanggu, tapi ini bukan di Riau saja. Beberapa daerah lainnya juga sudah ngomel-ngomel," sebutnya.

Saat ditanyakan terkait posisi eselon III dan IV yang juga masih ada yang kosong hingga saat ini, mantan Bupati Siak tersebut mengatakan, untuk posisi eselon III dan IV hanya tinggal beberapa saja. "Kalau untuk eselon III dan IV sudah, tidak banyak lagi yang kosong. Nanti akan ada lagi pelantikan pada bulan Februari ini," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya mengatakan, untuk jabatan eselon II hasil SOTK baru, pihak Pemprov Riau menargetkan akan melaksanakan asessment terbuka pada Maret mendatang. Karena memerlukan cukup waktu untuk mempersiapkan assessment secara terbuka.

Baca Juga:  Pameran Arsitektur Temu Lorong Tampilkan Puluhan Karya

"Saya pikir proses assessment terbuka sepertinya lama, target kita Maret. Setelah itu, perlu untuk proses pendaftaran saja 15 hari, baru bergulir membuat makalah dan wawancara," katanya.(sol) 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga awal bulan Februari  2020, belum banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Salah satu penyebabnya  beberapa posisi pejabat masih kosong akibat adanya Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, masih adanya posisi pejabat yang kosong ditingkat eselon II bukan diakibatkan oleh pihaknya yang belum melakukan pelantikan. Namun lebih dikarenakan belum mendapatkan izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Sebenarnya kekosongan pejabat itu bukan karena kami, tapi hingga saat ini beberapa posisi jabatan belum mendapatkan persetujuan KASN. Karena bagaimanapun KASN ini merupakan bagian dari pemerintah dalam hal menempatkan pejabat," katanya.

Dengan hal tersebut, Syamsuar mengakui  secara langsung kekosongan pejabat itu mengganggu kinerja Pemprov Riau. Namun ia menyebut, bukan hanya Riau saja yang mengalami hal seperti itu. Namun juga beberapa provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga:  Pasar Induk Mangkrak, Disarankan Cari Kontraktor Baru

"Bagaimanapun kita tertanggu, tapi ini bukan di Riau saja. Beberapa daerah lainnya juga sudah ngomel-ngomel," sebutnya.

Saat ditanyakan terkait posisi eselon III dan IV yang juga masih ada yang kosong hingga saat ini, mantan Bupati Siak tersebut mengatakan, untuk posisi eselon III dan IV hanya tinggal beberapa saja. "Kalau untuk eselon III dan IV sudah, tidak banyak lagi yang kosong. Nanti akan ada lagi pelantikan pada bulan Februari ini," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya mengatakan, untuk jabatan eselon II hasil SOTK baru, pihak Pemprov Riau menargetkan akan melaksanakan asessment terbuka pada Maret mendatang. Karena memerlukan cukup waktu untuk mempersiapkan assessment secara terbuka.

Baca Juga:  Pameran Arsitektur Temu Lorong Tampilkan Puluhan Karya

"Saya pikir proses assessment terbuka sepertinya lama, target kita Maret. Setelah itu, perlu untuk proses pendaftaran saja 15 hari, baru bergulir membuat makalah dan wawancara," katanya.(sol) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari