Minggu, 6 April 2025
spot_img

Sharing PAD dan Tata Lingkungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — DPRD Labuhan Batu Selatan (Labusel) Provinsi Sumatera Utara, mengunjungi DPRD Kota Pekanbaru, Senin (27/1). Rombongan DPRD Labuhan Batu Selatan diterima anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan dan Plt Sekwan Zulfahmi Adrian, di ruang tamu Kantor DPRD Kota Pekanbaru.

Kedatangan rombongan DPRD Labusel untuk bertukar pikiran mengenai penataan lingkungan kota, serta bagaimana cara menggali PAD sebanyak-banyaknya.

"Alhamdulillah, kita diterima baik oleh kawan-kawan DPRD Pekanbaru. Kita di sini mau belajar banyak tentang PAD dan tata lingkungan," kata Wakil Ketua DPRD Labuhan Batu Selatan Z Harahap usai pertemuan.

Dijelaskan, di Labuhan Batu Selatan sendiri perlu penataan lingkungan, agar indah dan rapi. Sementara untuk PAD-nya kini yang masih rendah, menjadi perhatian pihaknya. Padahal, di Labusel sendiri banyak perusahaan perkebunan sawit yakni sekitar 75 persen.

Baca Juga:  Tiga Daerah Diterjang Banjir

"Pabrik kelapa sawit saja kita ada 25 pabrik. Tapi pendapatan untuk daerah masih rendah. Ini yang mau kami sharing-kan dengan DPRD Pekanbaru," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan menjelaskan, bahwa sebagai masukan ke anggota DPRD Labusel, dirinya mengusulkan agar komisi terkait memanggil pemerintah serta pemilik perusahaan.

"Panggil dan lakukan hearing. Cek HGU-nya. Dimana letak kesalahan dalam meraih PAD. Begitu juga dengan penataan lingkungan," katanya. Ditegaskannya, OPD terkait bisa dipanggil untuk hearing. "Berapa anggaran untuk hal ini. Kan bisa jelas semuanya, saat di-hearing," kata Ruslan.(adv)

 
Narasi: Agustiar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — DPRD Labuhan Batu Selatan (Labusel) Provinsi Sumatera Utara, mengunjungi DPRD Kota Pekanbaru, Senin (27/1). Rombongan DPRD Labuhan Batu Selatan diterima anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan dan Plt Sekwan Zulfahmi Adrian, di ruang tamu Kantor DPRD Kota Pekanbaru.

Kedatangan rombongan DPRD Labusel untuk bertukar pikiran mengenai penataan lingkungan kota, serta bagaimana cara menggali PAD sebanyak-banyaknya.

"Alhamdulillah, kita diterima baik oleh kawan-kawan DPRD Pekanbaru. Kita di sini mau belajar banyak tentang PAD dan tata lingkungan," kata Wakil Ketua DPRD Labuhan Batu Selatan Z Harahap usai pertemuan.

Dijelaskan, di Labuhan Batu Selatan sendiri perlu penataan lingkungan, agar indah dan rapi. Sementara untuk PAD-nya kini yang masih rendah, menjadi perhatian pihaknya. Padahal, di Labusel sendiri banyak perusahaan perkebunan sawit yakni sekitar 75 persen.

Baca Juga:  Gandeng Polda Riau untuk Pengamanan Aset Milik Daerah

"Pabrik kelapa sawit saja kita ada 25 pabrik. Tapi pendapatan untuk daerah masih rendah. Ini yang mau kami sharing-kan dengan DPRD Pekanbaru," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan menjelaskan, bahwa sebagai masukan ke anggota DPRD Labusel, dirinya mengusulkan agar komisi terkait memanggil pemerintah serta pemilik perusahaan.

"Panggil dan lakukan hearing. Cek HGU-nya. Dimana letak kesalahan dalam meraih PAD. Begitu juga dengan penataan lingkungan," katanya. Ditegaskannya, OPD terkait bisa dipanggil untuk hearing. "Berapa anggaran untuk hal ini. Kan bisa jelas semuanya, saat di-hearing," kata Ruslan.(adv)

 
Narasi: Agustiar

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Sharing PAD dan Tata Lingkungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — DPRD Labuhan Batu Selatan (Labusel) Provinsi Sumatera Utara, mengunjungi DPRD Kota Pekanbaru, Senin (27/1). Rombongan DPRD Labuhan Batu Selatan diterima anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan dan Plt Sekwan Zulfahmi Adrian, di ruang tamu Kantor DPRD Kota Pekanbaru.

Kedatangan rombongan DPRD Labusel untuk bertukar pikiran mengenai penataan lingkungan kota, serta bagaimana cara menggali PAD sebanyak-banyaknya.

"Alhamdulillah, kita diterima baik oleh kawan-kawan DPRD Pekanbaru. Kita di sini mau belajar banyak tentang PAD dan tata lingkungan," kata Wakil Ketua DPRD Labuhan Batu Selatan Z Harahap usai pertemuan.

Dijelaskan, di Labuhan Batu Selatan sendiri perlu penataan lingkungan, agar indah dan rapi. Sementara untuk PAD-nya kini yang masih rendah, menjadi perhatian pihaknya. Padahal, di Labusel sendiri banyak perusahaan perkebunan sawit yakni sekitar 75 persen.

Baca Juga:  Pasar Kaget Marak, Pasar Resmi Mati Suri

"Pabrik kelapa sawit saja kita ada 25 pabrik. Tapi pendapatan untuk daerah masih rendah. Ini yang mau kami sharing-kan dengan DPRD Pekanbaru," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan menjelaskan, bahwa sebagai masukan ke anggota DPRD Labusel, dirinya mengusulkan agar komisi terkait memanggil pemerintah serta pemilik perusahaan.

"Panggil dan lakukan hearing. Cek HGU-nya. Dimana letak kesalahan dalam meraih PAD. Begitu juga dengan penataan lingkungan," katanya. Ditegaskannya, OPD terkait bisa dipanggil untuk hearing. "Berapa anggaran untuk hal ini. Kan bisa jelas semuanya, saat di-hearing," kata Ruslan.(adv)

 
Narasi: Agustiar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — DPRD Labuhan Batu Selatan (Labusel) Provinsi Sumatera Utara, mengunjungi DPRD Kota Pekanbaru, Senin (27/1). Rombongan DPRD Labuhan Batu Selatan diterima anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan dan Plt Sekwan Zulfahmi Adrian, di ruang tamu Kantor DPRD Kota Pekanbaru.

Kedatangan rombongan DPRD Labusel untuk bertukar pikiran mengenai penataan lingkungan kota, serta bagaimana cara menggali PAD sebanyak-banyaknya.

"Alhamdulillah, kita diterima baik oleh kawan-kawan DPRD Pekanbaru. Kita di sini mau belajar banyak tentang PAD dan tata lingkungan," kata Wakil Ketua DPRD Labuhan Batu Selatan Z Harahap usai pertemuan.

Dijelaskan, di Labuhan Batu Selatan sendiri perlu penataan lingkungan, agar indah dan rapi. Sementara untuk PAD-nya kini yang masih rendah, menjadi perhatian pihaknya. Padahal, di Labusel sendiri banyak perusahaan perkebunan sawit yakni sekitar 75 persen.

Baca Juga:  Nekat Beroperasi Saat PPKM Mikro, Dua Pengunjung KTV C7 Reaktif Covid-19

"Pabrik kelapa sawit saja kita ada 25 pabrik. Tapi pendapatan untuk daerah masih rendah. Ini yang mau kami sharing-kan dengan DPRD Pekanbaru," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan menjelaskan, bahwa sebagai masukan ke anggota DPRD Labusel, dirinya mengusulkan agar komisi terkait memanggil pemerintah serta pemilik perusahaan.

"Panggil dan lakukan hearing. Cek HGU-nya. Dimana letak kesalahan dalam meraih PAD. Begitu juga dengan penataan lingkungan," katanya. Ditegaskannya, OPD terkait bisa dipanggil untuk hearing. "Berapa anggaran untuk hal ini. Kan bisa jelas semuanya, saat di-hearing," kata Ruslan.(adv)

 
Narasi: Agustiar

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari