Rabu, 17 April 2024

Pengunjung Bandar Bakau Dumai Setiap Bulan 1.500 Orang

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Kawasan Bandar Bakau Dumai berada di Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai telah menjadi tempat destinasi wisata yang sangat favorit untuk dikunjungi. Selain menyediakan potensi wisata alam maupun kulinernya, ternyata Bandar Bakau Dumai menjadi pusat edukasi berkarakter lingkungan.

‘’Kalau dirata-ratakan, dalam satu bulan ini, jumlah pengunjung yang datang ke Bandar Bakau Dumai bisa mencapai 1.500 orang,’’ kata penggiat lingkungan hidup Darwis berusia sekitar 55 tahun.

- Advertisement -

Banyaknya jumlah pengunjung yang datang ini, selain untuk menyaksikan potensi alam dan wisata kulinernya juga untuk belajar di alam secara terbuka.

‘’Alhamdulillah, Bandar Bakau Dumai ini menjadi pusat edukasi khususnya pendidikan berkarakter lingkungan. Pendidikannya dilaksanakan di luar dan menyatu dengan alam,’’ kata Darwis.

Baca Juga:  Penanaman Mangrove Dilakukan Serentak

Bandar Bakau Dumai merupakan konservasi hutan mangrove yang luas mencapai sekitar 26 hektare. Di atas lahan seluas itu, Bandar Bakau Dumai memiliki berbagai jenis mangrove yang salah satunya adalah Rhizophora mucronata. Gilirannya pengunjung yang ada selain untuk belajar di alam terbuka juga menikmati kawasan hutan bakau menggunakan sampan.

- Advertisement -

Selain mengenal mangrove, kawasan yang direhabilitasi ini merupakan tempat bagi hewan. Khususnya yang bergantungan dengan mangrove dan menjadi kesatuan ekosistem. ‘’Bandar Bakau itu menjadi hewan yang bergantung dengan mangrove. Seperti kerang-kerangan, burung berupa punai dan gagak serta lainnya. Sedangkan di waktu air laut pasang, Bandar Bakau terdapat sejumlah ikan maupun udang,’’ kata Darwis.

Kendati sudah mampu membentuk Bandar Bakau Dumai, namun Darwis untuk tahap awalnya tidak begitu tertarik dengan penghargaan dari pemerintah berupa Kalpataru. Alasannya lantaran dirinya waktu itu belum begitu siap.

Baca Juga:  Ramai Dikunjungi, Tersedia Aneka Ragam Takjil

Apalagi dirinya pernah mendapatkan informasi tentang adanya penghargaan berupa Kalpataru yang sudah diserahkan terpaksa ditarik kembali lantaran wilayahnya dijadikan jalan. ‘’Atas ketidaksiapan itu serta adanya informasi itu, saya tidak begitu tertarik dengan Kalpataru,’’ kata Darwis.

Namun, berkat dukungan dan dorongan dari semua pihak terkait, tahun ini Darwis sudah membulatkan tekadnya buat merebut penghargaan Kalpataru. Ini ditandai dengan sudah dimasukannya data serta profil Darwis sebagai penggiat lingkungan hidup ke menteri lingkungan hidup. ‘

’Saat ini, saya sudah siap untuk itu,’’ kata Darwis sambil menambahkan keberadaan Bandar Bakau Dumai memang untuk kepentingan edukasi dan destinasi wisata.(sah)

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Kawasan Bandar Bakau Dumai berada di Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai telah menjadi tempat destinasi wisata yang sangat favorit untuk dikunjungi. Selain menyediakan potensi wisata alam maupun kulinernya, ternyata Bandar Bakau Dumai menjadi pusat edukasi berkarakter lingkungan.

‘’Kalau dirata-ratakan, dalam satu bulan ini, jumlah pengunjung yang datang ke Bandar Bakau Dumai bisa mencapai 1.500 orang,’’ kata penggiat lingkungan hidup Darwis berusia sekitar 55 tahun.

Banyaknya jumlah pengunjung yang datang ini, selain untuk menyaksikan potensi alam dan wisata kulinernya juga untuk belajar di alam secara terbuka.

‘’Alhamdulillah, Bandar Bakau Dumai ini menjadi pusat edukasi khususnya pendidikan berkarakter lingkungan. Pendidikannya dilaksanakan di luar dan menyatu dengan alam,’’ kata Darwis.

Baca Juga:  Kalah Menang dalam Kompetisi hal Biasa

Bandar Bakau Dumai merupakan konservasi hutan mangrove yang luas mencapai sekitar 26 hektare. Di atas lahan seluas itu, Bandar Bakau Dumai memiliki berbagai jenis mangrove yang salah satunya adalah Rhizophora mucronata. Gilirannya pengunjung yang ada selain untuk belajar di alam terbuka juga menikmati kawasan hutan bakau menggunakan sampan.

Selain mengenal mangrove, kawasan yang direhabilitasi ini merupakan tempat bagi hewan. Khususnya yang bergantungan dengan mangrove dan menjadi kesatuan ekosistem. ‘’Bandar Bakau itu menjadi hewan yang bergantung dengan mangrove. Seperti kerang-kerangan, burung berupa punai dan gagak serta lainnya. Sedangkan di waktu air laut pasang, Bandar Bakau terdapat sejumlah ikan maupun udang,’’ kata Darwis.

Kendati sudah mampu membentuk Bandar Bakau Dumai, namun Darwis untuk tahap awalnya tidak begitu tertarik dengan penghargaan dari pemerintah berupa Kalpataru. Alasannya lantaran dirinya waktu itu belum begitu siap.

Baca Juga:  Lokasi Karhutla Luput dari Guyuran Hujan

Apalagi dirinya pernah mendapatkan informasi tentang adanya penghargaan berupa Kalpataru yang sudah diserahkan terpaksa ditarik kembali lantaran wilayahnya dijadikan jalan. ‘’Atas ketidaksiapan itu serta adanya informasi itu, saya tidak begitu tertarik dengan Kalpataru,’’ kata Darwis.

Namun, berkat dukungan dan dorongan dari semua pihak terkait, tahun ini Darwis sudah membulatkan tekadnya buat merebut penghargaan Kalpataru. Ini ditandai dengan sudah dimasukannya data serta profil Darwis sebagai penggiat lingkungan hidup ke menteri lingkungan hidup. ‘

’Saat ini, saya sudah siap untuk itu,’’ kata Darwis sambil menambahkan keberadaan Bandar Bakau Dumai memang untuk kepentingan edukasi dan destinasi wisata.(sah)

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari