Rabu, 11 Februari 2026
- Advertisement -

Motif Dendam dan Uang, Tiga Pembunuh Ketua SPTI Kasikan Diamankan

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Suryono alias Kentung. Tiga pelaku berhasil diringkus, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.

Ketiganya berinisial JS (67), MA (40), dan TE (45). Kasatreskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala, menyebut penangkapan ini berkat kerja keras tim gabungan bersama Polsek Tapung Hulu. “Alhamdulillah, pelaku berhasil kita tangkap meski awalnya petunjuk sangat minim,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Kampar, Selasa (9/9).

Menurut Gian, masing-masing pelaku memiliki peran. JS berperan mencari pembunuh bayaran, MA menyiapkan uang, sedangkan TE menjadi eksekutor. TE ditangkap di Sumatera Utara, sementara MA lebih dulu diamankan di Mapolsek Tapung Hulu karena kasus pengeroyokan.

Baca Juga:  Serukan Persatuan, Serasa di Kampung, Semua Pakai Bahasa Ocu

Polisi menyebut, peristiwa berdarah ini terjadi Senin (18/8) sekitar pukul 02.00 WIB di Kantor Koperasi SPTI Desa Kasikan. Saat korban sedang tidur, TE datang dan membacok paha kiri korban dengan celurit. Dalam waktu kurang dari dua jam, korban tewas karena kehabisan darah.

Motif pembunuhan diduga dendam lama dan masalah pekerjaan. JS disebut sakit hati karena korban merebut vendor jasa bongkar muat pupuk PTPN sejak 2021. MA mengaku marah karena dipecat dari jabatan kepala unit bongkar muat pupuk. Sementara TE tergiur uang Rp13 juta untuk biaya persalinan istrinya yang hamil tua.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP, serta Pasal 351 ayat (3) KUHP. “Dua pelaku lain yang masih buron akan terus kami kejar. Semua yang terlibat akan ditindak tegas,” tegas AKP Gian.(kom)

Baca Juga:  Oknum Ketua Ormas Ditangkap Polisi, Minta Uang Rp5 Miliar dari Perusahaan

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Suryono alias Kentung. Tiga pelaku berhasil diringkus, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.

Ketiganya berinisial JS (67), MA (40), dan TE (45). Kasatreskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala, menyebut penangkapan ini berkat kerja keras tim gabungan bersama Polsek Tapung Hulu. “Alhamdulillah, pelaku berhasil kita tangkap meski awalnya petunjuk sangat minim,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Kampar, Selasa (9/9).

Menurut Gian, masing-masing pelaku memiliki peran. JS berperan mencari pembunuh bayaran, MA menyiapkan uang, sedangkan TE menjadi eksekutor. TE ditangkap di Sumatera Utara, sementara MA lebih dulu diamankan di Mapolsek Tapung Hulu karena kasus pengeroyokan.

Baca Juga:  Harga Cabai Meroket hingga Rp100 Ribu, Stok Mulai Langka di Riau

Polisi menyebut, peristiwa berdarah ini terjadi Senin (18/8) sekitar pukul 02.00 WIB di Kantor Koperasi SPTI Desa Kasikan. Saat korban sedang tidur, TE datang dan membacok paha kiri korban dengan celurit. Dalam waktu kurang dari dua jam, korban tewas karena kehabisan darah.

Motif pembunuhan diduga dendam lama dan masalah pekerjaan. JS disebut sakit hati karena korban merebut vendor jasa bongkar muat pupuk PTPN sejak 2021. MA mengaku marah karena dipecat dari jabatan kepala unit bongkar muat pupuk. Sementara TE tergiur uang Rp13 juta untuk biaya persalinan istrinya yang hamil tua.

- Advertisement -

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP, serta Pasal 351 ayat (3) KUHP. “Dua pelaku lain yang masih buron akan terus kami kejar. Semua yang terlibat akan ditindak tegas,” tegas AKP Gian.(kom)

Baca Juga:  Serukan Persatuan, Serasa di Kampung, Semua Pakai Bahasa Ocu
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Suryono alias Kentung. Tiga pelaku berhasil diringkus, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.

Ketiganya berinisial JS (67), MA (40), dan TE (45). Kasatreskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala, menyebut penangkapan ini berkat kerja keras tim gabungan bersama Polsek Tapung Hulu. “Alhamdulillah, pelaku berhasil kita tangkap meski awalnya petunjuk sangat minim,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Kampar, Selasa (9/9).

Menurut Gian, masing-masing pelaku memiliki peran. JS berperan mencari pembunuh bayaran, MA menyiapkan uang, sedangkan TE menjadi eksekutor. TE ditangkap di Sumatera Utara, sementara MA lebih dulu diamankan di Mapolsek Tapung Hulu karena kasus pengeroyokan.

Baca Juga:  Dukung Kelancaran Arus Mudik, PUPR Riau Perbaiki Jalan di Kampar dan Kuansing 

Polisi menyebut, peristiwa berdarah ini terjadi Senin (18/8) sekitar pukul 02.00 WIB di Kantor Koperasi SPTI Desa Kasikan. Saat korban sedang tidur, TE datang dan membacok paha kiri korban dengan celurit. Dalam waktu kurang dari dua jam, korban tewas karena kehabisan darah.

Motif pembunuhan diduga dendam lama dan masalah pekerjaan. JS disebut sakit hati karena korban merebut vendor jasa bongkar muat pupuk PTPN sejak 2021. MA mengaku marah karena dipecat dari jabatan kepala unit bongkar muat pupuk. Sementara TE tergiur uang Rp13 juta untuk biaya persalinan istrinya yang hamil tua.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP, serta Pasal 351 ayat (3) KUHP. “Dua pelaku lain yang masih buron akan terus kami kejar. Semua yang terlibat akan ditindak tegas,” tegas AKP Gian.(kom)

Baca Juga:  Terpancing Usai Tonton Video Dewasa, Tersangka Ini Cabuli Bocah 4 Tahun 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari